Terungkap! Ini Alasan Seseorang Menginginkan Jodoh Yang Mirip Dengan Orang Tuanya

KokopNews, Terungkap! Ini Alasan Seseorang Menginginkan Jodoh Yang Mirip Dengan Orang Tuanya - Jodoh merupakan ketentuan Ilahi yang sudah ditetapkan dari zaman azali, yaitu zaman sebelum adanya alam. Namun, mencari jodoh itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada kriteria khusus yang dipatok seseorang terhadap calon pendamping hidupnya. Sehingga tidak jarang ada orang yang tak kunjung menemui jodohnya karena terlalu selektif dan terlalu banyak pertimbangan.

Terungkap! Ini Alasan Seseorang Menginginkan Jodoh Yang Mirip Dengan Orang Tuanya

Menurut berbagai penelitian usia ideal menikah adalah umur 25 tahun untuk pria. Jika lewat umur 25 tahun biasanya seorang pria mulai banyak mempertimbangkan banyak hal, mulai dari takut miskin sampai hal kecil lainnya.

Bicara masalah jodoh tentu kita sering mendengar pepatah yang mengataka bahwa kita akan menikahi orang tua kita. Namun mungkin ada diantara kita yang belum paham maksud dari pepatah tadi. Seperti dilansir Liputan6.com, berikut saya jelaskan maksud kita akan menikahi orang tua kita.

Berdasarkan sebuah penelitian dari University of St. Andrews bahwa banyak orang yang  mempunyai kecendurangan mencari jodoh yang karakter fisik dan kepribadiannya mirip dengan orang tua mereka.

Hal itu terjadi karena ketika tumbuh dewasa kita banyak menyerap dengan baik hal apapun yang ada disekitar kita, tak terkecuali sesuatu yang diajarkan oleh orang tua kita. Ini tidak bisa dipungkiri karena siapapun pasti mengakui bahwa lingkungan keluarga adalah yang paling dominan dalam kehidupan kita.

Karakter yang kita miliki sekarang terbentuk dari dalam lingkungan keluarga. Sebagian diantara kita banyak yang menghabiskan waktunya 60-80 persen bersama keluarga. Sehingga wajar jika yang membentuk diri kita adalah keluarga.

Nah, ketika  mencari pasangan biasanya kita sudah mempunyai gambaran bahwa pasangan yang kita idamkan adalah pasangan yang mirip dengan orang kita. Atau setidaknya kita menginginkan pasangan yan kepribadiannya mirip orang tua kita.

Oleh karenanya, tidak heran jika kita menyaksikan ada orang yang cocok dan tidak cocok, karena kita mengukurnya dari sejauh mana orang itu mirip dengan orang tua kita.

Namun untuk mengetahuinya terlebih dahulu kita harus menjawab sebuah pertanyaan yaitu, apakah kita dan pasangan tidak banyak melakukan hubungan seks?
Kalau jawabannya iya, maka hal ini menjadi tanda yang baik. Sebab, ini menjadi bukti bahwa kita menyukai pasangan kita bukan dari sisi seksualnya. Akan tetapi lebih kepada bagaimana membangun masa depan yang baik dengan pasangan.

Memang sudah seharusnya seseorang menjalin hubungan bukan didasari nafsu karena hal ini hanya akan membuat kita menyesal seumur hidup. Hubungan yang baik adalah hubungan yang didasari cinta dan saling menghormati. Nafsu yang melahirkan seks adalah sebuah keniscayaan yang tidak perlu dipungkiri. Hanya saja, nafsu itu bukanlah tujuan inti dari dibangunnya sebuah hubungan.

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: