Masyarakat Disarankan Tidak Minum Air Sumur, Ini Alasannya

KokopNews, Kementrian Kesehatan melarang masyarakat yang tinggal di kota menggunakan air sumur untuk diminum karena biasanya air tersebut berada di tempat yang berdekatan dengan penampungan kotoran manusia atau tangki septik.

Masyarakat Disarankan Tidak Minum Air Sumur, Ini Alasannya
Antara
Hal itu disampaikan oleh Direktur Kesehatan Imam Agus Nurali. 'Misal di Jakarta, orang tidak boleh menggunakan air sumur untuk minum karena letak sumur cenderung berdekatan dengan tempat penampungan kotoran,'  kata Imam di Jakarta.

Menurut Imam, masyarakat yang tinggal di perkotaan yang padat penduduk mempunyai konsekuensi seperti banyaknya sumur yang keberadaannya berdekatakan dengan tangki septik. Kondisi sumur yang sperti itu jelas akan dicemari tinja yang ada di septic tank.

Imam melanjutkan, perkotaan memang merupakan tempat yang sulit mempunyai persediaan air bersih, ditambah lagi dengan keterbatasan lahan untuk membuat sumur yang letaknya baik dan jauh dari tempat kotoran. Selain itu, program penyedotan lumpur tinja belum dilakukan secara aman dan terjadwal.

Tidak hanya itu, kendala tersebut juga masih diperparah lagi dengan adanya beberapa kasus keadaab pipa saluran air bersih PDAM yang bocor dan berada dalam got yang menyebabkan air bersih dapat tercampur zat berbahaya untuk kesehatan.

Hal senada juga dikatakan oleh Agus Ahyar dari Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dia mengatakan sumur yang berisi air bersih dan tidak tercemar tinja memang sulit ditemukan daerah perkotaan.

Menurutnya, indikator sebuh sumur dapat menyediakan air bersih harus berjarak minimal sepuluh meter dari septic tank. Oleh sebab itu, samgat wajar jika di kawasan padat penduduk sulit menemukan air bersih.

Agus memastikan bahwa air sumur di daerah perkotaan tidak layak konsumsi karena mengandung amoniak dan bakteri Escherichia coli. 'Airnya tidak aman. Secara kualitas dan kuantitas tangki septik itu mencemari air tanah,' Kata Agus.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut, Imam Agus Nurali dari Kemenkes mengatakan perlu adanya perluasan program sedot lumpur tinja secara konsisten dan terjadwal.

Selain itu, diperlukan juga penataan sumur yang jaraknya dengan tanki septik tidak terlalu dekat. Walaupun hal tersebut bukan perkara mudah karena perkotaan memiliki persoalan rumit terkait penataan ruang.

Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan jika ada sinergi yang baik antara kementrian, lembaga, swasta dan tentu masyarakat.

Sumber: Republika.co.id

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: