Kunjungan Raja Salman ke Indonesia Dikhawatirkan Wahhabi Semakin Berkembang, Ini Kata Kiai Said Aqil

KokopNews, Kunjungan Raja Salman ke Indonesia Dikhawatirkan Wahhabi Semakin Berkembang, Ini Kata Kiai Said Aqil - Kunjungan Raja Salman ke Indonesia memang sempat mencuri perhatian publik karna kunjungan tersebut merupakan kunjungan bersejarah setelah hampir 50 tahun tidak ada kunjungan dari kerajaan Arab Saudi.

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia Dikhawatirkan Wahhabi Semakin Berkembang, Ini Kata Kiai Said Aqil

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman membawa rombongan yang berjumlah 1.500 orang, jumlah yang sangat besar untuk ukuran kunjungan kenegaraan.

Dalam rangka menyambut tamu agung tersebut pemerintah Indonesia melakukan persiapan yang sangat matang sehingga membuat Raja Salman terharu atas sambutan yang luar biasa dari pemerintah dan rakyat Indonesia.

Melalui pemberitaan media massa yang begitu massif, kedatangan penjaga dua tanah suci tersebut menjadi perhatian publik, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Namun demikian, kedatangan Raja Salman tersebut tidak mendapatkan respon semangat dari organisasi terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU). Disaat media dan masyarakat sibuk dengan membahas Raja Salman, NU seolah tidak peduli.

Setidaknya itulah pandangan sebagian orang mengenai sikap NU atas kunjungan Raja Salman. Pandangan ini tentu tidak sepenuhnya benar. Sebab jika NU dianggap kurang peduli atas kunjungan Raja Salman karena Ia merupakan Raja sebuah negara yang menganut aliran Wahhabi hal ini terbantahkan dengan klarifikasi ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj.

Kiai Said menegaskan bahwa yang diwaspadai oleh NU adalah aliran Wahhabi, hukan kerajaan Arab Saudi. Walaupun Raja Salman menjadi orang nomor Satu di kerajaan Saudi tapi bukan berarti beliau bersikap garang terhadap kelompok tertentu yang mempunyai ideologi berbeda.

Raja Salman terkenal dengan sifat moderat dan humanis. Hal ini bisa dibuktikan dengan sanjungan Raja Salman atas demokrasi Indonesia yang sudah mapan.

Sikap Raja Salman tersebut tentu tidak seperti para ustadz wahhabi yang ceramahnya selalu melecehkan amaliyah atau tradisi yang berlaku di pesantren.

Bahkan para ustadz wahhabi tidak segan-segan mengkafirkan dan membid'ahkan amaliyah yang yang dilakuan oleh masyarakat yang beraffiliasi pada NU.

Oleh karenanya, perlu dibedakan antara aliran Wahhabi dengab kerajaan Arab Saudi. Ketidak sukaan NU terhadap wahhabi bukan berarti juga tidak suka pada kerajaan Saudi.

Ada beberapa agenda Raja Salman dalam kunjungannya ke Indonesia. Salah satunya adalah meneken nota kesepahaman dengan pemerintah Indonesia. 

Poin ketiga nota keaepahaman tersebut adalah kerja sama kebudayaan yang ditandatangani oleh kementrian Pendidikan dan kebudayaam RI dan kementrian kebudayaan dan informasi kerajaan Arab Saudi.

Poin selanjutnya yang mejadinperhatian NU adalah poin kedelapan yaitu kerja sama kementrian agama RI yang dalam hal ini ditandatangi oleh Mentri Lukman Hakim Saifuddin dengan Kementrian Urusan Isalm, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi.

Kiai Said berharap, niat baik kedua negara tersebut tidak diboncengi oleh kelompok wahhabi baik yang ada di Arab Saudi maupun wahabis dari Indonesia sendiri.

Wahhabi sebauh aliran yang konsentrasi dakwahnya adalah memerangi Takhayyul, Bid'ah dan Ghurofat atau TBC. 

Amaliyah NU seperti Tahlilan, yasinan, sholawatan yang menjadi sasaran vonis bid'ah dan syirik dari wahhabi. Maka, tidak heran jika diberbagai tempat wahhabi mendapati penolakan dari masyarakat karena memang dalam dakwahnya, wahhabi selalu melontarkan vonis yang tidak berdasar.

Upaya pembubaran pengajian Khalid Basalamah oleh massa dari Gerakan Pemuda Anshor Sidoarjo beberpa hari yang lalu adalah sebagai buntut dari sikap orang-orang wahhabi yang selalu melontarkan pernyataan yang menyudutkan kelompok diluar dirinya.

Sikap garang yang ditunjukkan Wahhabi itulah yang membuat sebagaian pihak khawatir bahwa dengan kunjungan Raja Salman ke Indonesia akan semakin menumbuhkan aliran wahhabi. 

Namun, dengan sikap moderat yang ditunjukkan oleh Raja Salaman tentu kita milai merasa lega bahwa kedatangan Raja Salman tidak mempunyai misis wahhabi.

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: