Mahfud MD : Ancaman Ahok Terhadap Kiai Makruf Amin Merupakan Kejahatan Yang Sangat Besar

KokopNews, Mahfud MD : Ancaman Ahok Terhadap Kiai Makruf Amin Merupakan Kejahatan Yang Sangat Besar - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga sebagai Ketua Dewan Penasehat Lembaga Bantuan Hukum PBNU Prof DR Moh Mahfud MD marah saat mendengar suara rekaman pemeriksaan ketua umum Majlis Ulama Indinesia (MUI) Dr (HC) KH Makruf Amin dalam sidang dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahja Purnama (Ahok). 

Mahfud MD : Ancaman Ahok Terhadap Kiai Makruf Amin Merupakan Kejahatan Yang Sangat Besar
Gambar : republika.co.id
Dalam sidang ke-8 tersebut, tim pengacara Ahok mengancam Kiai Makruf Amin dengan bukti rekaman yang katanya berisi percakapan via telepon antara kiai Makruf dengan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  

Mahfud MD mengatakan bahwa ancaman tersebut merupakan kejahatan besar dan jelas. 'Ini adalah kejahatan yang sangat besar dan jelas. Dia mengancam kok, namun dia ngeles tadi saat konferensi pers,' kata Mahfud dikutip dari Republika Online.

Pria asal Madura tersebut juga mengatakan, tim pengacara Ahok menegaskan dalam konferensi pers bahwa mereka tidak mengancam kiai yang menduduki jabatan tertinggi di PBNU tersebut. 

Menurut Mahfud mereka ngeles, sebab ancaman terhadap saksi sudah sering merek lontarkan kepada saksi pelapor di pengadilan. 'Pengacara dan Ahok sudah jelas menista KH Makruf Amin, tadi ngeles, sudah jelas,' kata Mahfud

Lebih lanjut Mahfud MD menggaris bawahi ancaman terhadap Rais Aam PBNU itu saat pengacara mengatakan kepada majlis hakim 'ini keterangan palsu majlis hakim, dicatat'.

Selama ini dia ia berusaha objektif dalam memberi penilaian terhadap kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Bahkan ketika Buya Syafii Maarif dibully habis-habisan karena dengan tegas membela Ahok, Mahfud mengaku mendukung mantan Ketua Umum Muhammadiyah tersebut. Hal yang sama juga dilakukan Mahfud saat dikatakan Fatwa MUI bukanlah hukum positif, Mahfud membenarkannya. 

Namun, saat ini Ahok dan pengacaranya malah menista pemimpin yang ia hormati. 'Tapi ini Ahok dan pengacaranya mejista pemimpin saya' kata Mahfud.

Sementara menanggapi soal adanya percakapan antara SBY dan Kiai Makruf yang dipermasalahkam oleh Ahok dan timnya, Mahfud mangatakan tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Sebab Agus-Sylvi ingin bertemu dengan pengurus PBNU dimana Kiai Makruf merupakan Rais Aam. 'Lalu apa salahnya orang menerima telepon itu? Lah Ahok kalau datang gak telepon dulu apa?.

Ia pun menegaskan bahwa dirinya akan mengikuti sikap PBNU yang menerima permintaan maaf yang dilontarkan Ahok. Tapi teekait kasus penyadapan harus tetap ditindak lanjuti agar negara ini tidak hancur.

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: