Jokowi Kini Tidak Khawatir Banyaknya Berita Hoax Di Media Sosial

KokopNews, Jokowi Kini Tidak Khawatir Banyaknya Berita Hoax Di Media Sosial - Menjamurnya kabar hoax atau palsu di media sosial akhir-akhir ini menjadi perhatian semua pihak, tak terkecuali Presiden Joko Widodo. Beberapa waktu yang lalu mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sangat khawatir dengan tidak terkontrolnya kabar hoax di media sosial. 

Jokowi Kini Tidak Khawatir Banyaknya Berita Hoax Di Media Sosial
Gambar : Republika.co.id
Namun kali ini Jokowi tidak mengkhawatirkan atas semakin meluasnya pemberitaan hoax. Menurutnya, hal itu sudah menjadi hal biasa yang tidak perlu dirisaukan dan  tidak usah dibesar-besarkan,  seperti dilansir Republika.co.id.

Jokowi melanjutkan, bagaimana pun juga masyarakat Indonesia sudah semakin cerdas untuk memilah mana kabar yang benar dan yang hoax. Disamping itu, menurut Jokowi, masyarakat akan semakin dewasa sehingga tidak akan mudah percaya begitu saja terhadap berita yang tidak jelas. 

Bahkan, berita hoax yang beredar di tengah-tengah kita akan semakin mematangkan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Dengan banyaknya berita hoax tersebut, Jokowi hanya menekankan bagaimana mengurangi bila perlu dihilangkan, bukan malah mengeluh.

Alasan lain yang diutarakan Jokowi bahwa kabar hoax tidak perlu dikhawatirkan adalah tidak hanya Indonesia yang dilanda dengan banyaknya kabar tidak bertanggung jawab yang sengaja dihembuskan untuk merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.  

Menurut Jokowi, fenomena Hoax ini juga melanda semua negara. 'Karena saya dapat informasi dari pembicaraan diskusi saya dengan perdana mentri, presiden negara lain, menyampaikan hal yang sama. Ya inilah keterbukaan tidak bisa kita bilang tidak,' Ujarnya.

Untuk itu Presiden menyadari akhir-akhir ini ada gejala terjadinya pergeseran dari media arus utama atau mainstream ke media sosial. Namun, ia masih yakin bahwa media mainstream tetap tidak bisa digantikan dengan media sosial. 

Sementara itu, beredarnya kabar hoax di media sosial karena pemberitaan di media mainstream sekarang ini dianggap tidak mewakili aspirasi sebagain masyarakat. Sehingga dengan medianya sendiri masyatakat membuat berita sendiri sebagai penyeimbang dari pemberitaan di media arus utama.

Agar media masyarakat ini tidak terlalu liar dikemudian hari, pemerintah harus menyadari hal tersebut. Bahwa ketidak adilan yang dilakukan pemerintah yang kerap kali membuat masyarakat melakukan kritik melalui media sosial. Karena aspirasinya tidak terwakili lewat media mainstream.

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: