Buya Syafii Maarif Tegaskan Sertifikasi Ulama dan Khotib Tidak Perlu Dilakukan

KokopNews, Buya Syafii Maarif Tegaskan Sertifikasi Ulama dan Khotib Tidak Perlu Dilakukan - Ribu-ribut tentang sertifikasi ulama dan khotib belakangan ini menuai pro dan kontra ditengah masyarakat. Ada kecurigaan yang muncul atas rencana tersebut sebab yang melakukan adalah kepolisian, bukan Kementrian Agama (Kemenag). 

Buya Syafii Maarif Tegaskan Sertifikasi Ulama dan Khotib Tidak Perlu Dilakukan
Gambar : Republika.co.id
Rencana sertifikasi tersebut telah banyak ditolak oleh sejumlah tokoh, yang terbaru penolakan dari Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Buya Syafii Maarif. Ia mengatakan sertifikasi ulama dan khotib tidak perlu dilakukan. Bahkan menurutnya hal itu merupakan tindakan otoriter.

Alasannya, menurit Buya Syafii, jamaah itu bermacam-macam. Dia memberi saran seorang ulama itu harus bisa memberi kesejukan dan mengibarkan bendera persaudaraan. 

Selain itu, kata buya, seorang ulama harus mampu menampilkan wajah yang santun, moderat dan tidak boleh beringas dalam berdakwah. 

Jika ada sekelompok orang yang sukanya teriak-teriak 'Allahu Akbar' berarti mereka sedang tidak memanpilkan wajah islam Indonesia. Mereka mengimpor model islam dari luar negeri. Karena wajah Islam Indonesia itu dikenal sebagai islam yang ramah, santun dan menghargai perbedaan.

Lebih lanjut Buya Syafii menjelaskan bahwa munculnya sekelompok orang yang dakwahnya tidak toleran adalah sebagai akibat dari dunia islam yang sedang rapuh. Arab sebagai pusat islam sudah hancur. Ditambah lagi dengan munculnya ISIS yang menambah rusak dunia islam.

Menurut Buya Syafii, apa yang terjadi di Arab itulah yang sekarang mulai dibawa ke Indonesia. Hal itu terjadi karena kita tidak mempunyai filter yang kuat. Untuk itu, kita harus memperkuat filter itu agar kita sebagai bangsa bisa menolak paham atau gerakan yang tidak sesuai dengan tradisi islam di Indonesia.

Hancurnya Arab sebagai pusat Islam membuat sebagian umat islam rapuh sehingga selalu mempunyai perasaan kalah. Sebagai akibatnya tentu mereka tidak bisa berpikir jernih. Mereka ingin melawan tapi keinginan tersebut tidak diimbangi dengan tenaga yang mumpuni sehingga mereka hanya bisa tiarap.

Agar kondisi tersebut tidak semakin parah, Buya Syafii menghimbau kepada pemerintah untuk mengajak umat islam, utamanya ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah untuk menenagkan keadaan.

Terkait dengan pengawasan masjid, Buya Syafii setuju masjid diawasi karena terkadang masjid digunakan untuk kegiatan politik yang sudah melenceng dari fungsi utama masjid. 

Namun dimikian, yang bertugas mengawasi bukanlah pemerintah atau kepolisian. Akan tetapi takmir masjid itu sendiri. Oleh karenanya, menurut Buya Syafii, takmir masjid harus yang cerdas, bertanggung jawab dan mengetahui peta indonesia. Sehingga tidak terlarut dalam huru-hara yang tidak karuan.

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: