Jaringan Perempuan NU Siap Bentengi Kiai Ma'ruf Amin dari Kampanye Negatif

Jaringan Perempuan NU Siap Bentengi Kiai Ma'ruf Amin dari Kampanye Negatif

Jaringan Perempuan NU Siap Bentengi Kiai Ma'ruf Amin dari Kampanye Negatif

KOKOPNEWS.ID - Jaringan Perempuan NU (JPN) Kabupaten Semarang, Jateng, mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Amin. Dengan alasan kewajiban mengikuti perintah kiai, mereka siap menjadi benteng atas semua serangan kampanye negatif yang dialamatkan ke Ma'ruf Amin.

"Kami menggalang dukungan kepada pasangan Jokowi-Amin karena ini sebagai kewajiban mengikuti perintah kiai, yakni Pak Ma'ruf Amin," jelas Umi Sofia kepada detikcom.

Di Kabupaten Semarang, Deklarasi JPN kepada Jokowi-Amin dilaksanakan di Gedung Pemuda, Ambarawa, Minggu (10/11/2019). JPN merupakan gabungan dari Fatayat, Muslimat dan IPPNU.

"Saat ini ada 81 perwakilan ranting yang hadir, seluruh anggota kami ada 1.500 orang. Kami menargetkan 90% suara kami diberikan kepada Jokowi-Amin," jelas Umi.

Menurut Umi Sofia, seluruh anggota JPN merupakan benteng yang mampu mementahkan semua isu negatif yang dialamatkan kepada Jokowi-Amin. 

"Kalau ada yang bilang Pak Amin sudah tua sehingga tidak bisa memimpin Indonesia bersama Pak Jokowi, nah itu tugas kami untuk meluruskan. Beliau walau sepuh masih mempunyai energi untuk mengabdi kepada bangsa," tandas Umi.

Umi Sofia menegaskan, JPN berupaya menjadi garda terdepan membela Jokowi-Amin. "Kami berupaya menangkal bullying kepada Jokowi-Amin. Tidak perlu kami menyerang balik tim sebelah, karena itu bukan cara kami. Kami akan selalu terdepan membela Jokowi-Amin untuk selalu membela kiai," lanjutnya. [detik]
Selengkapnya
Jokowi: Saya Pertaruhkan Jabatan dan Reputasi untuk Bangsa ini

Jokowi: Saya Pertaruhkan Jabatan dan Reputasi untuk Bangsa ini

Jokowi: Saya Pertaruhkan Jabatan dan Reputasi untuk Bangsa ini

KOKOPNEWS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi)mengatakan, selama menjadi Presiden RI, dia telah melakukan banyak terobosan, termasuk mengambil alih aset yang dikelola oleh asing. Dia menegaskan siap mempertaruhkan jabatan dan reputasinya untuk kebaikan Indonesia. 

Hal itu disampaikan Jokowi saat deklarasi 'Alumni SMA Jakarta BerSATU' di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/2/2019). Awalnya Jokowi mengatakan pemerintah telah mengambil alih beberapa aset tambang yang dikelola oleh asing, di antaranya Blok Mahakam dan Blok Rokan. 

Baca juga : Jaringan Alumni Mesir Indonesia Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

"Dipikir mengambil alih barang seperti itu mudah? Dipikir mengambil alih aset besar seperti itu gampang? Kalau mudah dan gampang dari dulu sudah diambil alih," kata Jokowi.

Ribuan alumni SMA Jakarta yang memenuhi gedung Istora bergemuruh mendengar apa yang disampaikan Jokowi. Jokowi pun mengatakan siap mempertaruhkan jabatan dan reputasinya untuk kebaikan Indonesia.

Baca juga : Khofifah Ajak Kiai-Santri Solo Bersyukur Dukung Jokowi

"Saya pertaruhkan seluruh jabatan saya, reputasi saya untuk kebaikan negara ini, kebaikan bangsa ini, kebaikan bangsa kita," kata Jokowi.

Dia juga menegaskan tidak memiliki beban masa lalu sehingga tugasnya menjadi presiden tidak terkekang.

"Saya tidak memiliki beban masa lalu. Tidak apa-apa anak saya jual martabak, anak saya jual pisang nugget goreng," tegas Jokowi disambut tepuk tangan. [Detik]
Selengkapnya
Survei Celebes Research: Jokowi-Ma'ruf 56,1% vs Prabowo-Sandi 31,7%

Survei Celebes Research: Jokowi-Ma'ruf 56,1% vs Prabowo-Sandi 31,7%

Survei Celebes Research: Jokowi-Ma'ruf 56,1% vs Prabowo-Sandi 31,7%

KOKOPNE-WS.ID - Celebes Research Center (CRC) merilis survei elektabilitas dari kedua pasangan calon presiden jelang Pilpres 2019. Hasilnya pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih unggul dari pada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Elektabilitas calon presiden kalau pertanyaan spontan kalau pemilihan berlangsung hari ini, kalau Pak Jokowi 56,1%, Pak Prabowo 31,7%. Tidak tahu atau tidak menjawab 12,2%," kata Direktur Eksekutif Celebes Research Center, Herman Heizer di restauran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Survei dilakukan dalam rentang waktu 23-31 Januari 2019 terhadap 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. Margin of error sruvei sebesar +/- 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95,0%. Sampel berasal dari 34 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung (face to face) dengan menggunakan kuesioner oleh pewawancara yang sudah terlatih. Quality control survei sebesar 20%.

Meski demikian, tren elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di survei CRC tercatat turun, meski sedikit. Tren elektabilitas Prabowo-Sandi tercatat naik.

Pada September 2018, CRC mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 56,2%, turun 0,1% menjadi 56,1% di Januari 2019. Sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandi pada September 2018 berada di angka 31,3% dan naik 0,4% menjadi 31,7% di periode Januari 2019.

Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo, Anggawira dari kubu Prabowo-Sandi, Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Jokowi Bahlil Lahadalia, Rektor Universitas Al Azhar Asep Saifuddin dan Pengamat Politik dari UIN Adi Prayitno hadir dalam rilis survei itu. [Detik]
Selengkapnya
Jaringan Alumni Mesir Indonesia Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

Jaringan Alumni Mesir Indonesia Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

Jaringan Alumni Mesir Indonesia Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

KOKOPNEWS.ID - Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI) memberikan dukungan kepada calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. 

Ketua JAMI, Aas Subarkah mengatakan, dalam pembacaan deklarasinya, dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf sebagai bentuk kesadaran akan tanggung jawab dan amanat untuk membangun masa depan bangsa.

“Jaringan Alumni Mahasiswa Mesir Indonesia sebagai tokoh masyarakat, birokrat, pemangku pendidikan di pesantren dan intelektual muda di berbagai wilayah merasa harus mempersiapkan diri sejak dini untuk mengantisipasi perubahan dan tantangan zaman yang dinamis," kata Aas, Sabtu (9/2/2019).

"Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dengan rasa tulus ikhlas, kami JAMI menyatakan dukungan kepada Bapak Ir H Joko Widodo dan Bapak KH Ma'ruf Amin sebagai Capres dan Cawapres RI pada Pemilu 2019," imbuhnya.

Nantinya, JAMI juga turut berkomitmen menjaga dan menyebarkan prinsip Islam wasatiyah dalam kehidupan beragama, berbangsa dan benegara.
"Berkomitmen berperan aktif dalam membangun dan mencerdaskan bangsa di tegaknya Indonesia jaya," kata Aas.

Merespons hal itu, Cawapres Ma’ruf Amin mengaku bersyukur jika pihaknya mendapatkan dukungan dari JAMI. Sebab, kata Ma’ruf, JAMI memiliki potensi besar untuk membantu memenangkan capres-cawapres nomor urut 01 dapat memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

“Karena dengan deklrasi ini saya makin yakin pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf Amin akan semakin punya harapan besar untuk memenangkan di Pilpres yang akan datang dengan memenangkan dengan meyakinkan,” ujar Ma’ruf.

Turut hadir juga dalam deklarasi ini, Cawapres Ma'ruf Amin, Alwi Shihab, Rhenald Kasali, dan TGB M Zainul Majdi. Kemudian, para alumni Mesir yang tergabung dalam JAMI. [Okezone]
Selengkapnya
TKN Yakin UAS Sowan Habib Luthfi-Mbah Moen Demi Hapus Citra Pro-Prabowo

TKN Yakin UAS Sowan Habib Luthfi-Mbah Moen Demi Hapus Citra Pro-Prabowo

TKN Yakin UAS Sowan Habib Luthfi-Mbah Moen Demi Hapus Citra Pro-Prabowo

KOKOPNEES.ID - Ustaz Abdul Somad (UAS) sowan Habib Luthfi bin Yahya, KH Maimun Zubair hingga bertemu Gus Sholah. Sekjen PPP Arsul Sani menyebut silaturahmi UAS ke para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) bisa ditafsirkan macam-macam, dari segi agama hingga politik.

"Silaturahminya UAS kepada kiai-kiai sepuh NU memang bisa dimaknai atau ditafsiri dari banyak sisi. Mulai dari sisi agama dan kultural sampai dengan sisi politis," kata Arsul kepada wartawan.

Baca juga : Sowan ke Mbah Moen, Ustad Abdul Somad: Belajar Ilmu Tawadhu dari Beliau

Arsul lantas memerinci analisis segi agama dan kultural dari kunjungan UAS ke Habib Luthfi Bin Yahya hingga Mbah Moen. Menurutnya, UAS ingin memberi pesan kepada para ustaz muda tentang tradisi menghadap ulama senior.

Untuk diketahui, Ustaz Abdul Somad berbaiat tarekat ke Habib Luthfi dan belajar ilmu tawaduk ke Mbah Moen dalam kunjungannya ke Jawa Tengah.

"Dari sisi agama, UAS ingin menyampaikan pesan kepada beberapa ustaz muda yang 'di-ulama-kan' oleh segmen tertentu bahwa menghidupkan tradisi datang kepada ulama senior seperti zaman dulu itu perlu dilakukan kembali," ulas Arsul. 

Baca juga : Sambangi Habib Luthfi, Ustaz Abdul Somad Diajak Kokohkan Dakwah Lewat NU

"Dari sisi kultural, UAS ingin menyampaikan bahwa dirinya tidak meninggalkan NU dan tradisi-tradisinya. Kan sempet UAS ditolak di daerah-daerah tertentu yang merupakan kantong NU. Nah, dengan silaturahmi ini singkatnya UAS juga hendak menyampaikan dirinya juga bagian dari keluarga besar Nahdliyin," tutur Arsul.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu lanjut menganalisis sisi politik dari sowannya UAS ke Habib Luthfi hingga Mbah Moen. Menurut Arsul, UAS juga ingin mengirim pesan kepada para pendukung Prabowo tentang asosiasi politiknya.

"Dari sisi politis, sebenarnya UAS juga hendak mengirim pesan bahwa sosok dirinya yang diasosiasikan sebagai pendukung Prabowo itu tidak benar sebagaimana meme yang diedar-edarkan di mana gambarnya ada dalam barisan mereka yang dukung paslon 02. Kami meyakini bahwa UAS melihat realitas bahwa mayoritas umat Islam dan ulamanya sesungguhnya lebih memilih kepada Jokowi," sebut Arsul [detik]

Baca juga : Pendukung Kecewa Prabowo Tidak Shalat
Selengkapnya