Tak Pantas Amien Rais Samakan Pilpres dengan Baratayuda

Tak Pantas Amien Rais Samakan Pilpres dengan Baratayuda

Tak Pantas Amien Rais Samakan Pilpres dengan Baratayuda

KOKOPNEWS.ID - Perkataan Amien Rais yang menganggap 17 April 2019 sebagai perang Baratayuda merupakan pengandaian yang tidak tepat. 

17 April 2019 adalah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin yang baik, bukan perang yang mengorbankan nyawa seperti yang disebut tokoh PAN tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Santrio.  Hendri menyayangkan pernyataan Amien yang dinilainya terlalu menghiperbolakan suatu pesta demokrasi. 

"Menurut saya kalau yang Baratayuda menurut saya nggak tepat ya. Karena masak sih Pilpres sampai mengorbankan nyawa. Baratayuda itu kan nyawa yang dikorbankan," ujar Hendri, dalam keterangannya, Jumat (30/11/2018). 

Hendri mengatakan, suatu pesta demokrasi haruslah diwarnai dengan narasi politik yang menyejukkan. Bukan malah menebarkan narasi yang menimbulkan ketakutan di masyarakat. 

"Ini kan pesta demokrasi ini harusnya aman, damai, ceria, namanya pesta. Nggak perlu sampai bunuh-bunuhan seperti Baratayuda. Nggak pas. Asli nggak pas," katanya. 

"Tidak mencerminkan sebagai bapak bangsa. Tidak mencerminkan sebagai salah satu tokoh senior," imbuh Hendri. 

Kendati demikian, Hendri sepakat dengan pernyataan Amien yang menyebut 17 April 2019 sebagai armageddon. Namun, hal itu berlaku bagi capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Kalau diartikan oleh Amien Rais itu adalah akhir dari karir politik Prabowo bisa saja. Karena kalau Prabowo kalah di 2019 ya saya rasa sudah tertutup kemungkinan dia maju lagi di 2024. Jadi 2019 ini kalau memang diartikan dengan langkah terakhir ya memang langkah terakhir. Kalau gagal sudah nggak bisa lagi," tuturnya. 

Sebelumnya, Amien Rais berbicara tentang peta Pilpres 2019. Amien menyebut 17 April, yang tak lain adalah tanggal pilpres, ibarat Armagedon atau perang Baratayuda.

"Ini pertarungan Baratayuda, Armageddon, sudah kurang dari empat setengah bulan. Jadi kita harus betul-betul konsolidasi," kata Amien dalam video pertemuan yang menyebar di kalangan Muhammadiyah hari ini. [detik]
Selengkapnya
Geger, Beredar Mushaf Al Quran Kurang Satu Ayat

Geger, Beredar Mushaf Al Quran Kurang Satu Ayat


Geger, Beredar Mushaf Al Quran Kurang Satu Ayat

KOKOPNEWS.ID - Ditemukannya mushaf Al Quran yang kurang satu ayat gegerkan warga Sarolangun, Jambi. Pada mushaf tersebut terdapat kekurangan satu ayat pada juz 30 tepatnya ayat terakhir surat An-nas.

Hal itu diketahui oleh salah seorang warga Sarolangun bernama Tini saat membeli Al Quran di salah satu toko buku.

“Saya membeli Alquran sebelum puasa seharga Rp. 83000. Setelah saya baca ternyata surat An-Nas kurang satu ayat. Ayat terakhir atau ke-6 tidak tercantum," ujar Tini, Selasa (22/5/2018).

Tini mengatakan, sebenarnya kekurangan ayat lebih dari satu sebab di ayat ke-5 tidak ditulis dengan utuh.

"Seharusnya kan Alladzi Yuwaswisuffi sudurrinnas. Tapi kata Sudurinnas tidak tercantum," kata Tini.

Begitu Tini mengetahui ketidak beresan tersebut, ia mengembalikan Mushaf Al Quran terbitan Agung Media Mulia yang beralamat di Surabaya itu ke Toko buku tempat ia membeli.

"Sudah saya kembalikan, kata pemilik toko akan ditukar. tapi harus menunggu karena barang sudah habis," sebutnya.

Saat dikonfirmasi via telepon, pihak Kementrian Agama belum memberi respons. Sehingga belum diketahui secara pasti penyebab kesalahan yang terdapat pada mushaf Al Quran tersebut. (sn)

Selengkapnya
Sahruji Hilang Misterius di Wisata Waduk Nipah Banyuates

Sahruji Hilang Misterius di Wisata Waduk Nipah Banyuates


Sahruji Hilang Misterius di Wisata Waduk Nipah Banyuates

KOKOPNEWS.ID - Sampang, Madura - Seorang warga desa Msaran, Kecamatan Banyuates, Sampang, Madura bernama Sahruji hilang di obyek wisata waduk Nipah.

Pria berumur 43 tahun itu tidak diketahui keberadaannya setelah pamit mancing di waduk Nipah pada Kamis (21/12) pukul 15.00 WIB.

Salah seorang warga Banyuates, Rony menuturkan pihak keluarga berusaha mencari korban, namun hingga Jumat (22/12) malam Sahruji belum juga ditemukan. 

“Orangnya tidak ada,” tutur Rony sebagaimana dilansir Portalmadura.com.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Moh Imam mengatakan dugaan sementara Sahruji hilang karena tenggelam. Oleh karena itu BPBD Sampang bersama kepolisian dan Koramil Banyuates terjun ke lokasi untuk mencari korban. Walaupun hingga kini belum membuahkan hasil.

“Saat ini, petugas gabungan (tim) melakukan pencarian, namun belum menemukan korban,” kata Imam.

Lebih lanjut Imam mengatakan kalau usaha pencarian oleh tim dari BPBD tetap tidak berhasil maka pihaknya akan meminta bantuan dari Basarnas Surabaya. [Portalmadura]

Selengkapnya
AS Veto Resolusi Yerusalem, Israel Senang, Palestina Kesal

AS Veto Resolusi Yerusalem, Israel Senang, Palestina Kesal


AS Veto Resolusi Yerusalem, Israel Senang, Palestina Kesal

KOKOPNEWS.ID - Tindakan Amerika Serikat (AS) memveto drfat resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB soal desakan pembatalan pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel memicu reaksi kontras bagi Israel dan Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu senang dan memuji Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley karena telah memveto resolusi tersebut.

”Terima kasih, Duta Besar Haley,” tulis Netanyahu di akun Twitter-nya. 

”Di Hanukkah, Anda berbicara seperti Maccabi. Anda menyalakan lilin kebenaran Anda menghilangkan kegelapan (seperti yang mereka lakukan), satu orang mengalahkan banyak orang. Kebenaran mengalahkan kebohongan. Terima kasih, Presiden Trump, terima kasih, Nikki Haley,” lanjut Netanyahu.

Sebaliknya, Otoritas Palestina kesal dan mengecam veto tersebut. “Veto tersebut tidak dapat diterima, hal itu mengancam stabilitas masyarakat internasional karena tidak menghargai,” kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui seorang juru bicaranya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari 15 anggota DK PBB, 14 di antaranya mendukung draft resolusi soal penolakan pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. AS yang jadi satu-satunya penolak draft resolusi itu marah dan menganggap tindakan 14 anggota DK PBB sebagai penghinaan. 

Kekompakan 14 anggota DK PBB “mengeroyok” AS itu berlangsung dalam voting hari Senin waktu New York. Draft resolusi itu untuk mendesak pembatalan pengakuan Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Penghinaan,” ucap Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. ”Amerika Serikat tidak akan didikte oleh negara manapun di mana kita bisa menempatkan kedutaan kita,” lanjut diplomat perempuan Amerika ini, seperti dikutip The Guardian, Selasa (19/12/2017).

”Ini memalukan untuk mengatakan bahwa kita sedang melakukan upaya perdamaian,” ujar Haley.

Menyadari kalah jumlah dukungan, AS pun menggunakan hak vetonya.

“Fakta bahwa hak veto ini sedang dilakukan untuk membela kedaulatan Amerika dan untuk membela peran Amerika dalam proses perdamaian Timur Tengah bukanlah sumber rasa malu bagi kami; Ini harus menjadi malu bagi sisa (anggota) Dewan Keamanan (PBB),” katanya.

Langkah Washington menggunakan hak veto sudah bisa diprediksi sebelumnya, di mana Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley terang-terangan akan membela Israel dan menyatakan keputusan Presiden Trump sudah benar. [Sindonews]

Selengkapnya
Gugur di Tangan Israel, Ini Kata Terakhir Warga Palestina

Gugur di Tangan Israel, Ini Kata Terakhir Warga Palestina


Gugur di Tangan Israel, Ini Kata Terakhir Warga Palestina

KOKOPNEWS.ID - Dua pemuda Palestina tewas akibat tembakan yang dilepaskan tentara Israel pada Jumat (15/12) di dekat perbatasan timur Jalur Gaza. Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Asharaf al-Qudra mengatakan, salah seorang dari mereka bernama Abraham Abu Sureyya (29 tahun).

Abu Sureyya kehilangan kedua kakinya dalam sebuah serangan udara pada 2008 silam di Gaza. Namun, ia masih semangat mengikuti demonstrasi untuk menentang pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem telah memicu unjuk rasa di seluruh wilayah Palestina. Selama demonstrasi ini, Israel terus menembakkan peluru plastik dan menyemprotkan gas air mata.

Dalam sebuah video yang diungkap oleh demonstran lain yang hadir dalam aksi tersebut, Abu Sureyya mengatakan, ia tidak akan menyerahkan tanah airnya, Palestina.

"Saya datang untuk memberikan pesan kepada tentara Israel, ini adalah tanah kami, tanah ini adalah tanah kami, kami tidak akan memberikannya atas keputusan Trump dan kami akan melanjutkan demonstrasi kami di sini. Kami menantang tentara Israel, orang-orang Palestina adalah orang-orang yang berani," kata Abu Sureyya dikutip Anadolu. "Tanah ini tanah kami, kami tidak akan menyerah."

Kata-kata ini merupakan kata-kata terakhir Abu Sureyya pada Jumat (15/12), sebelum ia tewas di tangan tentara Israel.

Pada 6 Desember 2017 lalu, Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ia juga merencanakan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

Namun pada Rabu (13/12), puluhan negara Muslim yang berkumpul dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki mengumumkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Yerusalem masih menjadi jantung konflik antara Israel dan Palestina. Orang-orang Palestina berharap Yerusalem Timur yang sekarang diduduki oleh Israel pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina yang merdeka di masa depan. [Republika]


Selengkapnya
Geser Saudi, Erdogan "Sang Panglima" Dunia Islam

Geser Saudi, Erdogan "Sang Panglima" Dunia Islam



Geser Saudi, Erdogan "Sang Panglima" Dunia Islam

KOKOPNEWS.ID - 1.  KTT OIC (Organisation of Islamic Cooperation atau OKI Organisasi Kerjasama Islam) di Istanbul Rabu kemaren menyisakan catatan menarik.

2. Tentang hasilnya bagi saya sangat positif dan Palestina gak seperti sendirian menghadapi Israel. Wajar, awal didirikannya OIC atau OKI memang untuk mengatasi penistaan Zionis terhadap Al Aqsha.

3. Apalagi setelah KTT berakhir ada kabar Turky dan Libanon akan membuka kantor perwakilan untuk Palestina di AlQuds. Mendengar ini sy semakin optimis. Semoga pak @jokowi ga ketinggalan dan segera membuka kantor perwakilan Indonesia untuk Palestina di AlQuds.

4. Tapi yang juga menarik adalah kecerdikan Erdogan dalam mengelola issue AlQuds dan tampil menjadi pemimpin baru di dunia Islam.

5. Sejak Trump ttd keputusan mengakui AlQuds sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kedutaan Amerika untuk Israel ke AlQuds, Erdogan adalah presiden negara berpenduduk muslim yang paling lantang menolak.

6. Kita tau kalau Erdogan selama ini termasuk yang paling peduli terhadap issue umat Islam. Tragedi Rohingya adalah salah satu contoh, hanya seakan itu semua belum cukup bagi Erdogan sebagai pembuktian.

7. Bisa dibilang pamor Erdogan masih kalah terang jika dibanding pamor pemimpin Arab khususnya Saudi. Hingga issue AlQuds kemarin muncul. Terlihat Erdogan ga buang-buang waktu dan kesempatan.

8. Statement pertama yang keluar dari Erdogan adalah: keputusan Trump salah dan saya akan kumpulkan negara Islam untuk melawan. Dalam diplomasi bahasa begini keluar biasanya cuma dalam kondisi-kondisi genting.

9. Kalau dilihat lebih dalam, janji Erdogan untuk mengumpulkan negara-negara Islam dan melakukan perlawanan itu risikonya besar. Jika gagal ini akan berdampak pada reputasi Erdogan, apalagi dunia Islam saat ini memang sedang "berantakan".

10. Saya pribadi awalnya agak ragu dan sempat berpikir kalau kampanye Erdogan ini bakal sepi peminat. Bukan apa-apa, Saudi yang memegang posisi Sekjend OKI dan Jeddah sebagai Ibu Kota OKI sedang kurang bersahabat dengan Turky.

11. Ternyata di luar dugaan, seruan Erdogan disambut para pemimpin negara-negara OKI dengan serius. Bahkan Presiden Venezuela yang bukan anggota OKI juga datang.

12. 57 negara anggota hadir lewat delegasi masing-masing. Presiden kita yang paling ketje ga ketinggalan. Entah itu gegara kepalang basah bawa-bawa Palestina dalam kampanye pilpres kemaren, ga penting :D

13. Saudi yang dikenal sebagai pemimpin negara-negara Islam bahkan tersemat gelar "jantung umat Islam" justru ga hadir. Raja Salman atau Putra Mahkota Ben Salman cuma mewakilan ke menteri urusan Wakaf (menteri agama).

14. Begitu juga dengan Mesir, UEA dan Bahrain. Negara-negara kontra Arab Spring gak berani hadir ke Istanbul. Mereka absen dalam issue paling penting umat Islam: AlQuds.

15. Ini tentu seperti kado buat Erdogan.

Tanpa banyak hal Erdogan bisa menggeser posisi Saudi sebagai pemimpin.

16. Darah Khilafah Utsmaniyah ternyata benar-benar masih mengalir deras dalam tubuh Erdogan, terlihat dari cara dia mengelola issue dan kemudian menerjemahkan dalam tindakan.


Geser Saudi, Erdogan "Sang Panglima" Dunia Islam

17. Di saat yang sama Erdogan mengunci gerak Saudi cs. Saudi, Mesir, UEA dan Bahrain ga bisa berbuat banyak untuk membantu Trump terkait Palestina. Issue sedang dimainkan Erdogan.

18. Cerdiknya lagi terlihat dalam pidato Erdogan hari ini (15/12) di Istanbul. Dia katakan, kalau target dari serangan Trump terhadap AlQuds adalah seluruh umat Islam. Dia menyebut Madinah, Makkah, Islamabad, Cairo dan juga Jakarta.

Video pidato Erdogan:


19. Erdogan melanjutkan, KTT OKI di Istanbul kamaren adalah langkah pertama yang telah sukses menggagalkan serangan terhadap umat Islam. Ini bahasa seorang panglima.

20. Langkah-langkah Erdogan dalam menghadapi Trump membuat dunia Islam lupa posisi Saudi. Semua pembicaraan tentang AlQuds jadi harus melibatkan Ankara. Ini tanda Erdogan berhasil menggeser posisi Saudi.

21. Ditambah kekalahan demi kekalahan terus dialami Saudi cs. Mulai dari Suriah, Yaman hingga Libanon. Orang jadi malas berunding dengan Saudi cs.

22. Apakah salah Erdogan sudah menggeser posisi Saudi? Saya rasa tidak, dan ini sifatnya sangat alamiah.

23. Ketika Saudi gagal menjadi panglima bagi dunia Islam maka dunia Islam akan dengan sendirinya mencari panglima yang baru, karena peperangan terus berlanjut.

24. Dan yang paling siap memimpin dialah yang akan dipilih sebagai panglima. Saat ini Turky adalah panglima itu.

25. Turky akan terus melanjutkan peperangan sebagai panglima. Saudi masih punya kesempatan jika ingin bergabung dengan pasukan ini. Ini yang diharapkan.

26. Yang saya takuti adalah jika Saudi terus lari dari pasukan ini, dan suatu hari terlibat peperangan dan posisi Saudi di pihak musuh. Maka terjadilah apa yang harus terjadi.

27. Namun sebagai panglima, Turky tidak hanya bertanggung jawab memenangkan peperangan, tapi juga bertanggung jawab agar kekuatan Islam bisa bersatu. Itu risiko Turky sebagai pemimpin.

28. Semoga Saudi kembali ke dalam rihabil Islam. InsyaAllah.

Lille, 15-12-2017

Oleh: Hasmi Bakhtiar

(Pengamat Internasional, S2 Hub. Internasional Lille Prancis)


Selengkapnya
Ini Pesan Kedubes Palestina untuk Peserta Aksi 1712

Ini Pesan Kedubes Palestina untuk Peserta Aksi 1712


Ini Pesan Kedubes Palestina untuk Peserta Aksi 1712

KOKOPNEWS.ID - Ahad (17/12) besok, masyarakat Indonesia akan melakukan aksi sebagai bentuk dukungan atas Yerusalem dan Palestina. Aksi yang akan dilakukan di Monumen Nasional (Monas) ini mendapat perhatian dari Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina di Indonesia.

Taher Hamad selaku Minister Counsellor of The State of Palestina yang ditemui di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan rasa terima kasihnya dan menghimbau peserta aksi untuk menyampaikan pemikirannya dengan damai. "Saya percaya di setiap aksi bisa dilakukan dengan damai. Anda tahu beberapa orang datang ke kedutaan dan berkata mereka akan ikut aksi di depan gedung kedutaan Amerika saya katakan ok saya mendukung tindakan Anda tapi jangan gunakan kekerasan dan membakar bendera Amerika," ujar Hamad di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (15/12).

Hamed menyatakan bendera Amerika tidak ada hubungannya dengan President Trump. Bendera tersebut milik warga Amerika dan banyak warga Amerika juga menolak klaim Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Nantinya ketika warga Amerika melihat bendera mereka dibakar maka akan muncul rasa tidak terlalu senang dan nyaman. Tetapi jika para peserta aksi bisa melakukan dengan damai dirinya menyatakan mendukung tindakan tersebut.

"Saya mendukung kegiatan doa bersama yang akan dilakukan pada aksi nanti," lanjut Hamad.

Palestina dikatakan merasa sangat berterima kasih kepada semua warga Indonesia dari yang beragama Islam, kristen, Protestan, Hindu, Buddha karena telah mendukung Palestina. Tidak hanya umat Muslim yang menyatakan dukungannya, beberapa kelompok Kristen juga datang ke Kedutaan dan menyatakan dukungannya. Mereka juga menolak keputusan Trump memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Hamad menyatakan rasa terima kasihnya pada Din Syamsudin sebagai utusan khusus Presiden Joko Widodo untuk Dialog Kerjasama antar Agama dan Peradaban. Semua umat agama yang datang sebagai perwakilan dalam dialog tersebut menyatakan mendukung Palestina dan melawan keputusan Trump. [Republika]

Selengkapnya
PM Israel Tolak Deklarasi OKI Soal Yerusalem Timur

PM Israel Tolak Deklarasi OKI Soal Yerusalem Timur


PM Israel Tolak Deklarasi OKI Soal Yerusalem Timur

KOKOPNEWS.ID - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak sebuah deklarasi yang dibuat oleh para pemimpin Muslim dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Rabu kemarin (13/12). Deklarasi itu berisi penegasan bahwa Yerusalem Timur adalah ibu kota Palestina.

Menanggapi hal tersebut, seperti dimuat Al Jazeera, Netanyahu mengatakan bahwa semua pernyataan tersebut gagal mengesankan. 

"Kebenaran akan menang pada akhirnya dan banyak negara pasti akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan juga memindahkan kedutaan mereka," tambahnya menanggapi tanggapan para pemimpin Muslim saat KTT darurat OKI di Istanbul.

Sebelumnya pada hari Rabu, anggota OKI meminta komunitas internasional untuk mengikuti jejaknya dengan menolak pendirian kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem. 

OKI juga menyatakan langkah tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional. [rmol]

Baca Juga : 57 Negara Akui Yerusalem Timur Sebagai Ibu Kota Palestina

Selengkapnya