Cak Imin Ungkap Perbedaan NU dengan Muhammadiyah


Cak Imin Ungkap Perbedaan NU dengan Muhammadiyah

KOKOPNEWS.ID - Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah adalah dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Dua organisasi inilah yang konsisten mengkampanyekan model Islam yang toleran.

Namun, walaupun keduanya mempunyai prinsip yang sama terkait dengan hubungan Islam dan negara akan tetapi keduanya mempunyai perbedaan dalam hal amaliyah keagamaan bahkan dalam masalah teologi keduanya juga mempunyai perbedaan yang mencolok.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, perbedaan antara NU dan Muhammadiyah sebenarnya hanya dalam masalah sunnah saja, misalnya soal doa qunut dalam shalat Subuh dan jumlah rakaat shalat Tarawih.

Hal itu dikatakan Cak Imin saat memberikan sambutan dalam Tasyakuran Milad86 Tahun Pemuda Muhammadiyah di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu.

Tidak hanya itu, Wakil Ketua MPR RI tersebut juga bersumpah untuk berhenti memperdebatkan soal qunut dan jumlah rakaat shalat tarawih.

"Perbedaan soal sunnah itu memicu perdebatan. Namun saya sudah bersumpah untuk mengakhiri perdebatan," kata Muhaimin.

Dia menceritakan, dirinya terlibat perdebatan masalah-masalah furu'iyah tersebut saat masih menjadi mahasiswa di Yogyakarta.

Kedua belah pihak yaitu NU dan Muhammadiyah sama-sama mengeluarkan dalil untuk menguatkan pendapatnya. Muhammadiyah tegas mengatakan rakaat shalat tarawih adalah delapan ditambah tiga rakaat shalat witir, sementara NU tetap dengan pendiriannya jumlah rakaat Shalat tarawih adalah 23 dengan witirnya.

"Akhirnya perdebatan tidak kunjung selesai hingga yang terlibat dalam perdebatan itu, termasuk saya, malah tidak menjalankan shalat tarawih hingga subuh. Sejak itu saya bersumpah untuk mengakhiri perdebatan," tuturnya.

Di samping Cak Imin ada sejumlah tokoh nasional yang hadir dalam Tasyakuran Milad 86 Tahun Pemuda Muhammadiyah. 

Diantaranya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan dan Mentri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. (ts)

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: