Anies Baswedan Menyurati BPN Batalkan Hak Guna Bangunan Pulau Reklamasi


Anies Baswedan Menyurati BPN Batalkan Hak Guna Bangunan Pulau Reklamasi

KOKOPNEWS.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada Mentri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Sofyan Djlil untuk menunda dan membatalkan seluruh hak guna bangunan yang telah diberikan kepada pengembang atas seluruh Pulau Hasil Reklamasi yang antara lain Pulau C, Pulau D dan pulau G.

Permintaan tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani Anies Baswedan tertanggal 29 Desember 2017 nomor 2373/-1.1.794.2. Di dalam surat itu tertera penjelasan bahwa Pemprov DKI Jakarta masih melakukan kajian mendalam dan menyeluruh terkait kebijakan dan pelaksanaan reklamasi teluk Jakarta. 

"Jadi kita sudah banyak melakukan kajian soal ini, memang saya tidak banyak berbicara, yang kita lakukan adalah menyusun kebijakan, menyusun langkah-langkah dan semuanya memiliki konstruksi hukum yanh solid. Jadi semua pertimbangan legal, itu ada di dalam setiap langkah kita. Termasuk ketika kita memutuskan untuk mengirimkan surat kepada Kepala BPN," kata Anies.

Anies menyebut dalam surat tersebut bahwa kajian mengenai reklamsi perlu dilakukan karena banyak masukan dari masyarakat dan para ahli. Selama ini telah ditemukan dampak buruk yang muncul dari kebijakan dan pelaksanaan reklamasi.

"Tanpa adanya rancangan peraturan daerah tersebut (rancangan peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara dan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil) maka tidak ada pengaturan dari kegiatan yang dilakukan di atas lahan-lahan hasil reklamasi," kutip dalam surat tersebut.

Untuk itu, Anies meminta kepada BPN utnuk membatalkan segala appaun yang berkaitan dengan reklamasi.

"Saya menyampaikan kepada BPN, untuk tidak menerbitkan dan atau membatalkan segala Hak Guna Bangunan untuk Pihak Ketiga atas pulau hasil reklamasi antara lain Pulau C, Pulau D, dan Pulau G," tulis dalam surat tersebut.[tempo]

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: