Ustadz Abdul Somad Lebih Pancasilais Dari Jokowi Dan Megawati



Ustadz Abdul Somad Lebih Pancasilais Dari Jokowi Dan Megawati

KOKOPNEWS.ID - Akhir-akhir ini ada perebutan terhadap label pancasialis sambil menuduh orang lain sebagai orang yang anti pancasila dan NKRI. 

Perebutan tersebut dimulai oleh pemerintah yang kemudian diikiti oleh orang-orang yang pro terhdap pemerintah.

Mendapati kalaim-kalim tidak berdasar tersebut, Ketua Progres 98, Faizal Assegaf melontarkan kritik cukup keras. Ia menilai klaim penguasa bahwa pihaknya merupakan satu-satunya kelompok yang loyal terhadap pancasila dan NKRI merupakan bentuk kemunafikan dan kebohongan publik.

Baca Juga : Serikat Pekerja PLN Minta DPR Usut Pembatalan Ceramah Ustad Abdul Somad

"Bagaimana mungkin disebut Pancasilais dan cinta NKRI, wong terbukti gemar menjual aset-aset negara, doyan ngutang luar negeri, bersikap diskriminasi serta ingkar janji," kritik Faizal.

Bahkan secara tegas Faizal mengatakan bahwa presiden Jokowi yang mengikuti jejak rekam Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri sama sekali tidak menunjukkan sikap yang mencerminkan Pancasila yang diklaimnya.

Justru sebaliknya, kata Faizal, orang-orang yang selama ini dituduh sebagai anti pancasila seperti Ustadz Abdul Somad jauh lebih paham dan menghayati pancasila. Hal ini dibuktikan dengan kiprah Ustadz Somad selama ini yang dengan istikomah memberi pencerahan kepada masyarakat melalui caeramahnya di berbagai daerah di Indonesia.

"Sangat disayangkan ustadz Somad menjadi korban persekusi dan penistaan secara semena-mena, lantaran memilih jalan hidup yang bermartabat dan konsisten bersuara kritis," imbuhnya. 

Tidak hanya itu, Faizal juga menyinggung soal sikap represif pemerintah terhadap orang-orang yang getol mengkritiknya dengan cara dikriminalisasi. Menurut Faizal, seandainya Ustadz Somad mendekati pemerintah dan bersahabat dengan baik maka pasti akan dinobatkan sebagai tokoh toleran dan tentu akan mendapat sebutan Pancasialis. 
Namun karena Ustadz asal Riau tersebut memilih jalan kontra pemerintah maka berbagai macam sebutan yang menyudutkan disematkan padanya.

"Tapi jalan kemunafikan itu ditolak oleh ustadz Abdul Somad sehingga membuat umat bangga padanya. Kerendahan hati dan kecemerlangan yang terpancar dari ustad Somad memberi contoh dan sekaligus koreksi atas perilaku penguasa dan elite partai," ucap Faizal seperti dilansir rmol.co.

Faizal menyarankan agar Jokowi berhenti melakukan pencitraan dengan blusukan ke berbagai daerah. Ia meminta Jokowi mengikuti cara bung Karno. Walapun dekat dengan PKI, akan tetapi tidak memusuhi para ulama seperti Natsir dan Buya Hamka. Bung Karno menjalin persahabatan dengan kedua ulama ini walaupun sering dikritik karena kedekatannya dengan PKI.

"Saya kira ustad Abdul Somad sudah punya racikan spiritual untuk membimbing Jokowi dan Megawati ke jalan yang benar. Itulah sejatinya tugas ulama. Bukan seperti rohaniwan bermental ABS (asal bapak senang), bisikan mereka membuat penguasa bertindak zalim pada rakyat," cetusnya. (rmol)

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: