Soal Video Penolakan Ustaz Abdul Somad, Polisi Sebut itu Hoax


Soal Video Penolakan Ustaz Abdul Somad, Polisi Sebut itu Hoax

KOKOPNEWS.ID - Ustaz Abdul Somad menyampaikan klarifikasinya terkait kabar tentang insiden penolakan terhadap dirinya di saat hendak berdakwah di Bali belum lama ini. Lewat video yang kini tersebar di YouTube, pendakwah asal Riau itu menyebut isu tersebut adalah ulah provokator.

“Muncul isu Abdul Somad ditolak oleh masyarakat Bali karena dia radikal, anti-NKRI. Saya tidak percaya pada isu. Saya tidak percaya. Tidak mungkin masyarakat Bali menolak saya. Andai mereka menolak, umat Islam tidak mungkin 800 tahun sudah ada di sini. Pastilah ini ulah-ulah provokator yang tidak benar,” kata Abdul Somad dalam video tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, dai yang beken dengan julukan UAS itu juga mengaku bukan pribadi yang anti-NKRI. Sebaliknya, ustaz yang sudah menulis buku 37 Masalah Populer itu mengaku cinta pada Pancasila dan NKRI.

Baca Juga : Pengamat: Negara Diam Saat Ustadz Abdul Somad Dipersekusi, Bakal Makin Banyak Ulama Didzalimi

Buktinya, kata UAS, dirinya harus lulus ujian Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sehingga bisa memperoleh beasiswa untuk bersekolah di Mesir pada 1998. Selain itu, Ustaz Somad juga menjalani tes Pancasila untuk bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 2008.

“Akhirnya terjadilah klarifikasi. Apa betul Ustaz Somad anti-NKRI, kata siapa. Sebelum berangkat ke Mesir 1998, seribu anak Indonesia dites mesti lulus tes Pancasila dan P4, dan saya termasuk dari 100 anak Indonesia yang lulus tes. Bukan hanya Bahasa Arabnya, tapi tes Pancasila dan P4. Saya lulus,” ucapnya.

Selanjutnya setelah lulus dari Mesir, Ustaz Somad pulang ke Indonesia dan mendaftar sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi negeri. Lagi-lagi, dia juga harus menjalani tes dengan materi tentang NKRI.

“Sekarang setelah jadi ustaz, saya masuk ke kampung-kampung desa tertinggal pada Februari dan Agustus saat cuti semester. Video dan fotonya masih ada, saya mengibarkan bendera bersama anak-anak desa tertinggal,” imbuh Somad.

Seperti diketahui, Ustaz Somad dikabarkan mendapat penolakan dari sejumlah warga Bali pada Jumat lalu (8/12) saat hendak melakukan safari dakwah. Penolakan itu katena atas ustaz kelahiran 1977 itu disebut-sebut anti-NKRI.

Namun, Kepolisian Daerah Bali membantah kabar tentang penolakan terhadap Abdul Somad. Menurut polisi, insiden yang terjadi pada Ustaz Somad hanya sebatas protes, tapi tidak sampai membatalkan rangkaian safari dakwah yang sudah diagendakan.

“Tidak betul seperti itu. Itu hoaks. Masyarakat Bali hanya mengantisipasi agar tempat dakwah tidak disalahgunakan oleh seseorang. Terlebih beredar isu-isu yang memang sangat sensitif, seperti masalah NKRI dan kebinekaan.” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja saat dikonfirmasi, Sabtu (9/12).

Berikut video saat massa serbu hotel Aston dengan membawa senjata tajam:


[Fajar]

Baca Juga : Guru Besar Unpad: Langgar Perppu Ormas, Polri Harus Tindaklanjuti Persekusi pada Ustad Abdul Somad

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: