Sebut Massa 212 Intoleran, Pengusaha Sam Aliano Laporkan Metro TV



Sebut Massa 212 Intoleransi, Pengusaha Sam Aliano Laporkan Metro TV

KOKOPNEWS.ID - Tayangan salah satu program Metro TV yang berjudul “Meneladani Toleransi Sang Nabi”  dilaporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) oleh pengusaha Sam Aliano. 

Sam mengatakan, narator dalam tayangan tersebut menyebutkan bahwa “Para pengikut aksk reuni 212 adalah kaum intoleransi yang merayakan kemenangan dari praktek intoleransi atas luka korban intoleransi dengan berpolitik”. 

"Bukti tayangan ini dalam flash disk," kata Sam, Selasa (5/12).

Selain bukti berupa flash disk yang berisi tayangan tersebut, Sam juga membawa surat aduan terhadap Metro TV. 

Dengan adanya laporan itu, Sam meminta KPI memberikan tindakan tegas dan sanksi terhadap TV yang sering memyudutkan Islam itu.

Terkait dengan tuduhan Metro TV bahwa acara reuni 212 merupakan gerakan kaum intoleransi, Sam menyebutnya sebagai tidak berdasar. 

Pasalnya, ia juga ikut hadir ke acada reuni 212 tersebut dan tidak merasa ada unsur merayakan intoleransi maupun hal maupun politik.

Lebih lanjut, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda (APIM) itu mengatakan bahwa kegiatan 212 adalah upaya mempersatukan anak bangsa yang berbeda ras, suku dan agama.

 "Saya adalah warga keturunan, ibu Inge adalah keturunan Belanda dan beragama Kristen. Jadi aksi 212 adalah merangkul dan mempersatukan seluruh masyarakat yang berbeda ras dan agama," papar Sam.

Selanjutnya, Sam menilai tayangan program Metro TV itu memecah belah bangsa menggunakan narasi yang propokatif. Oleh karenanya, Sam meminta Metro TV meminta maaf secara resmi.

Sam sangat kecewa, marah dan teesinggung. Ia juga menuntut Metro TV membuktikan kelompok yang disebutnya intoleran itu dan juga korbannya.

"Apabila tidak memberikan penjelasan, maka Metro TV diduga telah membohongi publik dan memberikan pernyatan palsu serta melanggar kode etik jurnalistik," tutur Sam.

Maka, Metro TV memang layak dilaporkan karena sering membuat tayangan yang memprovokasi. Ditemani oleh warga keturunan, Sam diterima oleh Ketua KPI Yuliandre Darwis dan beberapa jajarannya. (Republika)

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: