Jokowi tak Hadiri ‘Aksi Bela Palestina’, Pengamat: Takut Dianggap Dukung Kelompok Radikal


Jokowi tak Hadiri ‘Aksi Bela Palestina’, Pengamat: Takut Dianggap Dukung Kelompok Radikal

KOKOPNEWS.ID Untuk kesekian kalinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hadir pada acara akbar yang digelar umat Islam. Yang terbaru presiden ke tujuh tersebut kembali tidak hadir pada acara Aksi Bela Palestina di Monas (17/12/17)  yang digagas oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI). Diduga ketidakhadiran orang nomor satu di Indonesia itu karena panitianya disebut sebagai kelompok radikal.

Padahal acara yang digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Amerika Donald Trump yang mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel tersebut merupakan acara yang sangat penting dan sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait pembelaan terhadap Palestina. 

Tentu ketidakhadiran presiden itu memunculkan banyak spekulasi dari masyarakat. Pengamat politik Ahmad Baidhowi mengatakan ada orang-orang tertentu yang membisiki Jokowi agar tidak hadir pada Aksi Bela Palestina 1712. 

“Ada pembisik melarang Jokowi ikut aksi bela Palestina di Monas," kata Baidhowi. 

Hal yang sama juga terjadi pada Aksi Bela Islam 212 yang mana kehadiran Jokowi waktu itu disayangkan oleh orang-orang dekatnya. Karena mereka khawatir Jokowi dekat dengan kelompok yang diduka radikal.

"Saat itu tidak sedikit pendukung Jokowi yang menyatakan kekecewaan atas ikutnya Jokowi dalam Aksi 212. Apalagi saat itu yang jadi bintang Habib Rizieq Shihab yang bertindak sebagai khotib dan imam Shalat Jumat," kata Baidhowi. 

Hal itu terjadi, karena para pendukung Jokowi ingin membuat narasi bahwa lawan Jokowi 2019 nanti adalah mereka yang berpaham radikal. 

"Itu sesuai narasi pendukungnya yang menyatakan lawan Jokowi 2019 adalah kelompok radikal," papar Baidhowi. 

Tapi ternyata, cara tersebut justru menjatuhkan elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019. Banyak lembaga survei yang menyebut elektabilitas Jokowi hampir disalip pesaing beratnya Prabowo Subianto. 

"Rakyat kecil juga mulai tidak simpati dengan Jokowi, walaupun dipoles apapun, kebijakan Jokowi banyak merugikan rakyat," jelas Baidhowi.  

Lebih lanjut Baidhowi mencontohkam pendukung Jokowi yang membuat elektabilitasnya semakin anjlok seperti Denny Siregar dan Abu Janda.

"Model Denny Siregar, Abu Janda, maupun akun anonim di medsos pendukung Jokowi membuat citra buruk Jokowi," pungkas Baidhowi. [SA/Itoday]

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: