Fadli Zon: Survei Indo Barometer Masih Konvensional, Perlu Evaluasi



Fadli Zon: Survei Indo Barometer Masih Konvensional, Perlu Evaluasi

KOKOPNEWS.ID – Metode yang digunakan Lembaga Survei  Indo Barometer mendapat kritik tajam dari Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. 

Menurutnya, metode konvensional dengan 1.200 responden sudah tidak tepat dan harus dilakukan evaluasi. Sebab, saat ini masyarakat lebih suka bicara jujur menggunakan media sosial dibanding bicara kepada survei konvensional.

"Menurut saya (survei) ini indikator saja. Tapi survei ini yang saya sampaikan kritik adalah ini kan masih metode survei konvensional dengan 1.200 responden, menurut saya survei ini perlu ada evaluasi karena sudah mulai tidak tepat dengan adanya medsos yang tiap individu punya otonomi dan biasanya di medsos mereka bicara lebih jujur, lugas, berani ketimbang di survei dengan cara konvensional begini," kata Fadli usai pemaparan hasil survei Indo Barometer di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Oleh karenanya, Fadli meminta masyarakat tidak perlu heran mendapati hasil survei yang tidak sesuai fakta di lapangan.

Ia mengajukan contoh pada perhelatan Pilkada DKI 2017 dimana Ahok banyak diunggulkan oleh lembaga survei, tapi kenyataannya Ahok tumbang oleh Anies Baswedan dengan selisih suara yang sangat signifikan.

"Jadi jangan kaget hasilnya berubah seperti di Pilkada DKI. Semua survei menjagokan Ahok tapi yang menang Anies, menangnya telak lagi," ujar Fadli.

Seperti diketahui, Indo Barometer merilis hasil survei pada Ahad (3/12) kemaren. Dalam survei itu Jokowi unggul atas tokoh lainnya.

"Dari pertanyaan terbuka calon presiden, awareness pemilih yang tinggi terhadap Joko Widodo dengan dukungan 34,9%," kata Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei tersebut. (Detik)

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: