Daripada Jadi Cawapres, Politisi PDIP Sarankan Jenderal Gatot Jadi Pesaing Jokowi di Pilpres



Daripada Jadi Cawapres, Politisi PDIP Sarankan Jenderal Gatot Jadi Pesaing Jokowi di Pilpres

KOKOPNEWS.ID - Sejumlah survei menempatkan Panglima TNI Gatot Normantyo pada posisi tertinggi Cawapres Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP)  Efendi Simbolon pun sepakat dengan hasil survei itu. 

Melihat banyaknya dukungan kepada Gatot, Efendi menyarankan ia langsung menjadi Capres.

“Dia bisa menjadi calon wakil bisa atau langsung jadi capres juga bisa,” kata Effendi saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (1/12/2017).

Bahkan,  Anggota Komisi I DPR RI itu menilai Gatot lebih ba ik menjadi rival Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. 

“Kalau menurut saya lebih baik dia berhadap-hadapan, karena buat kita bangsa Indonesia jadi lebih menarik, kita jadi punya alternatif lho. Biar jangan itu lagi, itu lagi,” katanya.

Menurut Efendi,  pesta Pilpres 2019 mendatang akan lebih baik kalau banyak calon. Maka,  tidak salah kalau Gatot yang saat ini menjadi Panglima TNI maju menjadi capres. 

“Kalau dia emang punya kemampuan dan dia punya katakanlah dukungan yang cukup besar, kenapa tidak? Apa yang salah jika Jenderal Gatot kemudian maju sebagai calon presiden? Apa yang dosa? Pak Jokowi aja bisa kok dari wali kota aja, masa Panglima TNI nggak boleh,” katanya.

Sebagaimana diberitakan,  survei nasional Poltracking Indonesia melakukan survei. 

Hasilnya Jendral Garut Normantyo dan Agus Harymurti Yudhoyono menjadi figur yang dinilai publik sebagai figur yang paling pas menjadi Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019. 

Dari tujuh kandidat cawapres untuk Jokowi,  Jendral Gatot  berada pada posisi tertinggi dengan perolehan suara 16,4 pesen. Kemudian menyusul dibawahnya,  Agus Harimurti Yudhoyono dengan suara 16 persen.  (Tribunnews) 

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: