Subahnalloh ! Anak Pendeta Ini Masuk Islam Setelah Menangis Dengar Syahadat

KOKOPNEWS.id, Hidayah Allah SWT akan menghapiri siapa saja yang Ia kehendaki dengan cara yang tentu berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. 

Subhanaloh ! Anak Pendeta Ini Masuk Islam Setelah Menangis Dengar Syahadat
Merdeka
Dikutip dari laman Merdeka.com, seorang pemuda asal Timor Leste yang bekerja sebagai buruh bangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengucapkan dua kalimat syahadat karena tersentuh mendengar bacaan dua kalimat syahadat dua orang yang mau masuk Islam.

Saking terharunya pemuda bernama Domingus Roudolsifa itu sampai menangis dan dalam hatinya bertanya-tanya tentang makna dua kalimat syahadat yang didengarnya itu.

"Di situ saya menangis mendengar dua kalimat syahadat, dalam pikiran saya apa makna dari syahadat," Kata Domingus.

Dengan kejadian itu, Domingus berkeinginan untuk menjadi seorang muslim. Lalu ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada seorang mandor tempat ia bekerja. Mandornya itu menanyakan kesungguhannya. Dengan tegas Domingus menjawab dirinya serius ingin menjadi muallaf.

Setelah melihat keseriusan di hati Domingus, mandornya pun menyarankan Domingus memberi tahu orang tuanya perihal keinginannya tersebut.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung pulang kampung untuk memberitahu orang tuanya. Tentu orang tuanya kaget mendengar keinginanan Domingus. Apalagi ibunya merupakan seorang pendeta.

Walaupun demikian, ia merasa bahagia karena orang tuanya menyetujui keinginannya pindah agama. "Alhamdulillah walau kaget mereka menyetujui," cerita pemuda 20 tahun itu.

Setelah itu, ia memberithu mandornya bahwa orang tuanya telah menyetujui dirinya hijrah menjadi seorang muslim. 

Namun, sang mandor tidak langsung percaya begitu saja. Sang mandor terlebih dahulu bertanya langsung kepada orang tua Domingus. Orang tuanya pun memberitahu sang mandor bahwa mereka telah menyetujui anaknya menjadi muallaf.

Kemudian, mandor itu memberithu Ust. Nababan perihal keinginan Domingus. Ust. Nababan menerima dengan antusias dan menfasilitasinya berangkat ke Jakarta untuk bersyahadat.

Sesampainya di Jakarta, tepatnya di Pondok Pesantren An Nabba, asuhan Ust. Nababan, Domingus mengucapkan dua kalimat syahadat dan tinggal disana.

Domingus mengatakan, setelah bersyahadat dia merasa tenang. Beban yang selama ini menghinggapi pikirannya hilang. Dan saat ini namanya diganti menjadi Muhammad Irfan.

Untuk lebih memantapkan keislamannya,anak pertama dari enam bersaudara itu ingin belajar islam dari dasar. Hal pertama yang harus dipelajari tentu cara membaca Al Quran. 

"Alhamdulikkah awalnya saya belajar Iqro, saya awalnya melihat Iqro' itu saya pusing," katanya.

Dengan menjadi seorang muslim, ia berharap menjadi orang baik. Karena sebelum memeluk Islam ia sering kali melawan orang tua. Ia termasuk orang sangat bandel dan brutal. Bahkan sanging bandel ia sempat meracuni ibunya. 

Namun, saat ini ia menyesal atas semua perbuatan jelek yang selama ini ia lakukan. Ia ingin sekali bersimpuh meminta maaf terhadap keluarganya. 

Dengan Islam, walaupun belum sempurna, ia mengaku sudah lebih baik dibanding sebelumnya. "Mulai masuk Islam perilaku saya sudah mulai berubah walau belum 100 persen," katanya.

Kini dia merasa nyaman tinggal di pesantren karena tempatnya nyaman dan tenang ibarat surga. (Merdeka)

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: