Hindari Perpecahan Di Tubuh NU Jelang Pilkada Jatim, Para Kiai NU Surati Ketua DPW PKB Abdul Halim Iskandar

KokopNews, Sejak hari Minggu (20/5) siang beredar bocoran surat pernyataan yang ditandatngani 21 kiai NU. Dalam surat pernyataan yang ditujukan kepada Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar antara lain disebutkan agar PKB mau belajar dari pengalaman Pemilukada sebelumnya yang tidak kompak. Surat bertanggal 19 Mmei 2017 ini ditandatangani 21 kiai.

  • Hindari Perpecahan  Di Tubuh NU Jelang Pilkada Jatim, Para Kiai NU Surati Ketua DPW PKB Abdul Halim Iskandar
  • Ngopibareng.id
Juga disebutkan agar  PKB bersedia menjelaskan rencana pencalonan gubernur Jatim yang akan berlaga dalam pilgub 2018. Para kiai akan bersyukur bila PKB bersedia menjadikan para kiai dan pengasuh pondok pesantren sebagai rujukan utama dalam menentukan figur calon gubernur yang akan diusung bersama.

Wakil Rois Aam PBNU KH Miftachul Akhyar membenarkan surat adanya surat pernyataan para kiai sepuh NU itu. "Surat itu benar adanya. Kami ingin NU bersatu dalam pilkada Jatim. Sudah saatnya NU memiliki Gubernur Jatim. Afwan," kata Pengasuh Ponpes Miftahussunah ini.

KH Anwar Iskandar, pengasuh Pondok Pesantren Al Amien, Ngasinan, Kedirisebagai salah satu penandatangan surat pernyataan juga membenarkan adanya surat itu. “Surat itu sifatnya imbauan kepada Ketua DPW PKB Abdul Halim Iskandar, agar di Pilgub Jatim 2018 nanti, keputusan yang diambil sejalan dengan pemikiran para kiai,” katanya. (nis)

Berikut kami muat selengkapnya surat para kiai kepada Ketua DPW PKB Jatim.

Kepada yth
Sdr Abdul Halim Iskandar
Ketua DPW PKB Jatim

Di Tempat

Assalamu alaikum wr wb

Dengan berharap ridla dari Allah SWT, setelah melalui musyawarah kami para kiai dan pengasuh Ponpes yang bertanda tangan di bawah ini, ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Belajar dari pengalaman Pemilukada serentak beberapa tahun terakhir ini, diperlukan kebersamaan dan kekompakan demi kemaslahatan ummat. Para pendiri NU bisa begitu kuat dalam menghadapi cobaan dan tantangan di masa lalu karena kekompakan dan kebersamaan itu. Selain karena ikhtiar, ilmu, dan doa sebagai senjata utama.

2. Mengikuti tradisi para pendiri NU, kiai dan pengasuh ponpes selalu menjadi rujukan utama dalam proses pengambilan keputusan organisasi maupun politik. Setidaknya dilibatkan dalam7 musyawarah dalam pengambilan keputusan tersebut sehingga betul-betul membawa aspirasi NU maupun masyarakat luas.

3. Keterlibatan para kiai tersebut sangat penting untuk menjaga keutuhan NU, khususnya terkait dengan pemilukada Jatim mendatang. Para kiai dan pengasuh pondok pesantren tidak ingin pengalaman pemilukada yang lalu terulang karena tidak adanya kekompakan dan kebersamaan dalam perjuangan politik, saling ingin menang sendiri, sehingga mengakibatkan perpecahan di lingkungan NU yang butuh waktu panjang untuk menyatukannya kembali.

4. Sebagai tempat kelahiran NU dan basis utama Nahdliyin, saatnya Jawa Timur memberikan contoh kepada daerah lain tentang kebersamaan, kekompakan, dan keutuhan dalam setiap perjuangan. Semua itu demi kesejahteraan warga Nahdliyin dan warga masyarakat pada umumnya.

5. Sebagai partai yang didirikan para kiai dan NU, kami berharap PKB bersedia menjelaskan rencana pencalonan gubernur Jatim yang akan berlaga dalam pilgub 2018. Sungguh kami akan sangat bersyukur bila PKB bersedia menjadikan para kiai dan pengasuh pondok pesantren sebagai rujukan utama dalam menentukan figur calon gubernur yang akan diusung bersama.

6. Demikian atas perhatiannya, kami ucapkan banyak terima kasih.

Surabaya, 19 Mei 2017

Yang bertanda tangan :

1. KH ZAINUDDIN JAZULI (PP Al Falah Ploso Mojo Kediri)

2. KH ANWAR MANSYUR (PP Lirboyo Kediri)

3. KH NURUL HUDA JAZULI (PP Ploso Mojo Kediri)

4. KH MIFTAHUL AKHYAR (PP Miftahussunnah Surabaya)

5. KH NAWAWI ABDUL DJALIL (PP Sidogiri Pasuruan)

6. KH AGUS ALI MASYHURI (PP Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo)

7. KH ANWAR ISKANDAR (PP Al Amien Ngasinan Kediri)

8. KH MUTAWAKKIL ALALLAH (PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo)

9. KH FUAD NUR HASAN (PP Sidogiri Pasuruan)

10. KH FUAD JAZULI (PP Ploso Mojo Kediri)

11. KH KHOLIL AS'AD SYAMSUL ARIFIN (PP Walisongo Situbondo)

12. KH IDRIS HAMID (PP Salafiyah Syafiiyah Pasuruan)

13. KH ABDULLAH KAFABIHI MAKHRUS (PP Lirboyo Kediri)

14. KH UBAIDILLAH FAQIH (PP Langitan Lamongan)

15. KH SYAFIUDIN WAHID (PP Darul Ulum Garsempal Sampang)

16. KH JA'FAR YUSUF (PP Darul Ulum Garsempal Sampang)

17. KH MAKHRUS (PP Al Ihsan Jrengoan Sampang)

18. KH NURUDDIN ABDURRAHMAN (PP Al Hikam Bangkalan)

19. KH MUDDASIR BADRUDDIN (Pamekasan)

20. KH MUJIB IMRON (PP Al Yasini Areng-areng Pasuruan)

21. KH FAKHRI ASCHAL (PP Saychona Cholil Bangkalan).


Sumber : Ngopibareng

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: