KPU: Anies-Sandi Menang di Seluruh Wilayah DKI Jakarta

KPU: Anies-Sandi Menang di Seluruh Wilayah DKI Jakarta

KokopNews,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno unggul di enam wilayah DKI Jakarta. 

KPU: Anies-Sandi Menang di Seluruh Wilayah DKI Jakarta
tribunnews.com
Dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Putaran Kedua di Jakarta, Sabtu (29/4) malam, pasangan Anies-Sandi memperoleh total 57,96 persen suara atau 3.240.987 suara dari 5.591.353 suara sah di Kabupaten Kepulauan Seribu, Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Timur, dan Kota Jakarta Selatan.

Sementara, pasangan calon urut nomor dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat memperoleh total 42,04 persen suara atau 2.350.366 suara. "Kami akan menetapkan hasil perolehan suara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih pada Jumat (5/5) jika tidak ada pengajuan gugatan sengketa pemilihan ke Mahkamah Konstitusi," kata Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, selepas rapat.

Penetapan gubernur dan wakil gubernur terpilih akan menjadi tahapan terakhir dari rangkaian pelaksanaan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua sejak 19 April. Masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, lanjut Sumarno, berhak menyampaikan keberatan hasil pemilihan kepala daerah selama tiga hari yaitu pada Selasa (2/5) hingga Kamis (4/5) ke Mahkamah Konstitusi sesuai Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Syarat pengajuan gugatan untuk provinsi berpenduduk 6-12 juta orang adalah selisih perolehan suara mencapai maksimal satu persen. Sumarno mengatakan, saksi pasangan calon urut nomor dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat tidak menandatangani hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi menyusul keberatan mereka dalam pemungutan suara ulang di wilayah Jakarta Pusat. 

"Kalau kita lihat rekapitulasi pada tingkat Kabupaten dan Kota dari enam wilayah, saksi pasangan calon urut nomor dua sudah menandatangani lima wilayah kecuali Jakarta Pusat," katanya.

Sumber : ROL

Read More
Presiden Austria Minta Semua Wanita Berjilbab Jika Islamofobia Berlanjut

Presiden Austria Minta Semua Wanita Berjilbab Jika Islamofobia Berlanjut

KokopNews, Presiden Austria Alexander Van der Bellen mengungkapkan ide agar semua perempuan mengenakan jilbab sebagai solidaritas kepada umat Islam melawan islamofobia yang merajalela. Tapi, ternyata seruan itu menimbulkan reaksi yang beragam.

Presiden Austria Minta Semua Wanita Berjilbab Jika Islamofobia Berlanjut
Republika.co.id
Dilansir dari Saudi Gazette, Ahad (30/4), kaum kanan Eropa telah mengkritiknya dan menuduhnya mendukung hak perempuan Muslim. Namun, di sisi lain, banyak tempat yang menyambut opininya sebagai langkah demi meningkatkan kepercayaan diri.

Sebelumnya, Van der Bellen berpendapat, setiap wanita memiliki hak berpakaian sesuai keinginan mereka. Hal itu diungkapkan saat berbicara kepada siswa di House of the European Union di Wina pada 24 Maret lalu.

"Jika islamofobia terus menyebar, hari akan tiba ketika kita harus meminta semua wanita memakai jilbab, semua sebagai solidaritas dengan mereka (yang memakai jilbab) karena alasan agama," kata Van der Bellen.

Van der Bellen menanggapi pernyataan dari seorang siswi yang mengemukakan larangan jilbab akan mengurangi penilaian prestasi seseorang karena penampilan. Bahkan, siswa tersebut bertanya apakah jilbab menutup sebagian kesempatan kerja.

Komentar Van der Bellen ini disampaikan bulan lalu, tapi jadi populer usai dimasukkan ke dalam siaran Austrian Broadcasting Corp (ORF). Van der Bellen sendiri tampaknya terkejut atas reaksi yang ada.

"Kita harusnya bahagia jika tidak memiliki masalah yang lebih besar daripada saat memakai jilbab, bukan karena saya berteman dengan wanita berjilbab tapi ada kebebasan berekspresi di Austria," ujar Van der Bellen.

Dalam pernyataan yang diposting ke halaman Facebook, kantor kepresidenan berusaha menjelaskan konteks pernyataannya. Tentu soal pernyataan siswi tentang apakah larangan terhadap jilbab akan menutup kesempatan kerja seorang wanita.

Sumber : ROL

Read More
Media Asing Sebut Kemenangan Anies-Sandi Merupakan Kemenangan Kelompok Radikal, Ini Kata Yenny Wahid

Media Asing Sebut Kemenangan Anies-Sandi Merupakan Kemenangan Kelompok Radikal, Ini Kata Yenny Wahid

KokopNews, Putri Presiden keempat RI, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau dikenal dengan Yenny Wahid menegaskan kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada Jakarta bukan kemenangan kelompok Radikal. Hal itu dikatakan Yenny dalam acara Youth Islamic Festival di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4).

Media Asing Sebut Kemenangan Anies-Sandi Merupakan Kemenangan Kelompok Radikal, Ini Kata Yenny Wahid
Republika.co.id
"Saya katakan kritik kepada media asing di headline kemenangan kelompok Islam radikal. Di belakang pak Anies penuh kebinekaan. Dalam komposisi timsesnya bukan hanya kaum muslimin saja," kata Yenny.

Tokoh muslimah Nahdlatul Ulama ini sebelumnya menyebut Anies sebagai kawan lama yang diharapkan dapat merangkul seluruh warga Jakarta, termasuk yang tidak memilihnya. Termasuk semua golongan dan kelompok yang beragam di Ibu Kota.

"Ada harapan yang besar, ukhuwah dengan masyarakat muslim dan nonmuslim dipelihara bersama-sama. Bhineka jadi semangat dalam membangun bangsa dan Jakarta bersama-sama. Saya titip cukup itu saja," ujar dia.

Yenny mengajak semua pihak mendoakan Anies-Sandi agar bisa amanah dan melaksanakan janji-janjinya. 

"Karena ikhtiar persatuan dan kemajuan Jakarta, tidak bisa dengan kekuatan lahir tapi juga kekuatan doa," kata dia.

Sumber : ROL

Read More
Tuntutan Ahok Ringan, Aroma Politik Sangat Kental Membuat JPU Masuk Angin

Tuntutan Ahok Ringan, Aroma Politik Sangat Kental Membuat JPU Masuk Angin


KokopNews, Keputusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut ringan terhadap terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan pidana 1 tahun dan 2 tahun masa uji coba sama saja dengan memutus bebas.

Tuntutan Ahok Ringan, Aroma Politik Sangat Kental Membuat JPU Masuk Angin
Aktual.com
Demikian disampaikan Pengamat Politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (23/4).

“Tuntutan JPU sebenarnya ringan. Kalau saya mengunakan bahasa sederhana tuntutan pidana 1 tahun dan 2 tahun masa uji coba sama dengan tuntutan Ahok bebas,” kata dia.

“Jadi memang kalau kita bandingkan dengan kasus penistaan yang selama ini. Ahok jauh lebih ringan soal hukuman, sehingga ada perlakuan khusus sebagai warga negara untuk Ahok,” ujar dia.

Ia menilai, begitu banyaknya dukungan ditunjukkan elit pemerintahan Jokowi terhadap Ahok. Dengan kata lain patut diduga adanya intervensi atas proses hukum dengan tujuan menyelamatkan gubernur DKI Jakarta dari jeratan hukum yang sedang dijalani.

Alhasil, sambung Ipang, aroma amis politik yang membayangi kemerdekaan pengadilan pun menjadi terkungkung.

“Aroma politik kental sekali, dugaan saya JPU-nya masuk angin dan sengitnya aroma bekingan orang kuat dibalik Ahok pun tidak bisa dipungkiri, meski sulit dibuktikan akan tetapi dapat jelas dirasakan,” papar dia.

Masih dikatakan Ipang, ada kekhawatiran dan meninbulkan efek yang sangat dahsyat ketika terdakwa penista agama justru mendapat hukuman ringan atau bahkan tidak diberi efek jera
“Saya khawatirkan adalah dengan tuntutan ringan oleh JPU tidak ada efek jerah bagi setiap warga negara yang sekarang, pada masa yang akan datang dan seterusnya nanti dengan mudah melakukan penistaan terhadap agama,” ucapnya.
“Karena kan bebas ngak dihukum seperti kasus Ahok, lagu lama kaset usang ini akan kembali diputar,” tandas dia.
Sumber : Aktual.com

Read More
Sikap MUI Soal Kilafah Sudah Final

Sikap MUI Soal Kilafah Sudah Final


KokopNewsMajelis Ulama Indonesia menegaskan sikap MUI terhadap sistem khilafah sudah final sebagaimana diutarakan oleh KH Ma’ruf Amin, selaku Ketua Umum MUI, kemarin (22/4). Menurut Ketua Komisi Dakwah MUI, KH M Cholil Nafis, apa yang disampaikan Kiai Ma’ruf tersebt adalah sikap resmi MUI. Semua keputusan yang dihasilkan secara resmi dalam beragam pertemuan menyatakan bahwa Indonesia berbentuk republik. 

Sikap MUI Soal Kilafah Sudah Final
Republika.co.id
Cholil mengutarakan dalam keputusan ijtima ulama komisi fatwa se-Indonesia disimpulkan bahwa NKRI sudah final dan mengingkat semua umat Islam. Cholil mengingatkan agar segenap pengurus MUI memegang komitmen ini bersama. Di dalam PD/PRT MUI, disebutkan secara gamblang bahwa syarat menjadi pengurus MUI harus menerima pancasila dan NKRI.  

“Jadi orang yang tak mengaku NKRI tak boleh jadi pengurus MUI,” kata Cholil yang juga Ketua Prodi Kajian Timur Tengah dan Islam Sekola Global dan Strategik Universitas Indonesia ini saat berbincang dengan Republika.co.id di Jakarta, Ahad (23/4).

Usai pembukaan Kongres Ekonomi Umat tahun 2017 di Jakarta, Sabtu (22/4), KH Ma’ruf Amin mengatakan, sistem khilafah tidak cocok di Indonesia karena sudah berbentuk republik. "Indonesia kan sistemnya republik, pilar kebangsaan yang disepakati. Kita tak perlu bicara khilafah, sudah tak ada lagi," kata Maruf Amin

Ketua MUI itu menegaskan, bahwa tokoh Indonesia dari mahzab apapun telah menyepakati sistem yang dipakai saat ini dan munculnya sistem baru justru akan menimbulkan gejolak baru. "Sudah selesai kesepakatannya, sudah selesai. Ini kan gaduh karena ada kelompok baru yang inginkan sistem lain," kata Maruf Amin menanggapi rencana penyelenggaraan "International Khilafah Forum" di Jakarta.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pihak Polda Metro Jaya menegaskan tidak akan mengizinkan kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terkait penyelenggaraan "International Khilafah Forum" di Jakarta. "Pada prinsipnya Polda Metro Jaya tidak mengizinkan kegiatan itu sampai sekarang belum ada izin," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu.

Argo menyatakan kepolisian telah menganalisa dan mengevaluasi potensi dari kegiatan tersebut sehingga tidak akan mengeluarkan izin. "Kegiatan mengumpulkan banyak masyarakat, kepolisian evaluasi kegiatan itu kira-kira bagaimana (potensinya)," tutur Argo.

Bahkan Argo mengaku Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya memiliki data terkait kegiatan tersebut. Namun, tidak dijelaskan secara detail. Dalam media sosial tersebar undangan mengenai diselenggarakannya acara International Khilafah Forum yang digelar di Gedung Balai Sudirman Tebet Jakarta Selatan pada Ahad (23/4) pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB.

Sumber : ROL

Read More
Alhamdulillah, Habib Rizieq Shihab Selamat dari Aksi Teror Ledakan Dua Mobil Saat Ceramah di Jakarta

Alhamdulillah, Habib Rizieq Shihab Selamat dari Aksi Teror Ledakan Dua Mobil Saat Ceramah di Jakarta

KokopNews, Teror terhadap Umat Islam kembali tejadi, teror tersebut berupa pembakaran mobil yang berisi jeriken BBM terjadi saat berlangsungnya Tabligh Akbar Isra Miraj yang digelar Front Pembela Islam (FPI) di Cawang Kompor Sekretariat DPD FPI DKI Jakarta, Minggu (16/4) sekira pukul 00.00 WIB dinihari.

Alhamdulillah, Habib Rizieq Shihab Selamat dari Aksi Teror Ledakan Dua Mobil Saat Ceramah di Jakarta
Portal-Islam.id
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab yang hadir acara malam itu, mengatakan pembakaran mobil ini merupakan bentuk teror kepada Umat Islam menjelang Pilkada DKI putaran dua.
“Habib Rizieq, Habib Muhsin Alatas, Panglima LPI, laskar FPI tetap di lokasi untuk menjaga umat Islam agar tidak terprovokasi,” ujar sumber di tempat kejdian perkara.
Dia memaparkan ada 3 mobil yang sepertinya sudah disiapkan untuk diledakkan. Mobil tersebut diparkir berdekatan dengan kendaraan jamaah. Hal ini sekaligus mengoreksi informasi sebelumnya yang menyebutkan ada 2 mobil.
Lebih lanjut dia mengatakan, 1 mobil sudah terbakar dan meledak demgan kondisi tidak bisa dikenali jenis mobilnya. 2 mobil lagi, masing-masing Kijang Kapsul B 7208 EQ warna hitam dan Kijang Grand B 1552 AH warna biru berisi 4 buah jerigen berukuran besar gagal meledak karena keburu ditinggal pengemudi yang diduga sebagai pelaku.
Sementara setelah ditunggu hampir 3 jam, satuan Gegana Polri akhirnya tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian.
Sumber : Aktual.com

Read More
Meski Ahok Datang ke PBNU, Para Kiai NU Tak Akan Dukung Cagub Non Muslim

Meski Ahok Datang ke PBNU, Para Kiai NU Tak Akan Dukung Cagub Non Muslim

KokopNews, Katib Syuriah PBNU, KH Zulfa Musthofa menyebutkan, secara organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tak memilih pasangan calon mana pun dalam Pilkada DKI Jakarta itu. Akan tetapi jika ada calon yang datang untuk silaturahmi itu pasti diterima.

Meski Ahok Datang ke PBNU, Para Kiai NU Tak Akan Dukung Cagub Non Muslim
Aktual.com
“Kemarin, Pak Ahok datang ke PBNU itu kita terima. Tapi kita dalam memilih pemimpin berdasar keputusan Muktamar atau Munas NU. Dia (Ahok) datang, kita belum tentu pilih dia. Tapi pilihan kita berdasar hasil Muktamar,” jelasnya saat Sosialisasi Hasil Muktamar NU ke-XXX di Lirboyo, Jawa Timur, tentang Memilih Pemimpin Non Muslim, di kantor PWNU Jakarta, Sabtu (15/4).
Hasil Muktamar yang dia maksud adalah, Muktamar ke-XXX itu yang hasilnya menetapkan, orang Islam tidak boleh (haram) menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non Islam kecuali dalam keadaan darurat.
“Jadi jika ada unsur NU yang katanya ada yang dukung gubernur non muslim maka itu tidak mengikuti hasil Mukmatar yang merupakan kesepakatan para ulama berdasar dalil yang jelas,” jelas dia.
Menurut dia, suara orang-orang NU yang kadang dimanfaatkan oleh kepentingan politik sesaat justru sangat disayangkan. Apalagi kemudian isu di Pilkada DkI sudah menyedot perhatian para kiai di Jawa Timur.
“Tadi saat saya baru sampai sini, salah satu kiai sepuh dari Jawa Timur SMS saya, menanyakan, apakah betul hari ini PWNU DKI akan dukung Ahok? Saya jawab, mboten Pak Kyai, justru hari kita akan sosliasasi hasil Muktamar XXX tentang memilih pemimpin muslim. Dia pun jawab, Alhamdulillah. Artinya, perhatian ulama pesantren dan para kiai di Jawa Timur ikut prihatin, kalau NU dukung Ahok,” tegas dia.

Sumber : Aktual.com

Read More
GP Anshor Bolehkan Pilih Pemimpin Non Muslim, Kiai Miftahul Akhyar : Mereka Itu Keblinger

GP Anshor Bolehkan Pilih Pemimpin Non Muslim, Kiai Miftahul Akhyar : Mereka Itu Keblinger

KokopNews, Wakil Rais Am PBNU, KH Miftahul Akhyar menegaskan sikap NU dalam Pilkada DKI Jakarta di putaran kedua ini harus memilih pemimpin yang muslim. Karena memilih pemimpin non muslim itu haram hukumnya.

GP Anshor Bolehkan Pilih Pemimpin Non Muslim, Kiai Miftahul Akhyar : Mereka Itu Keblinger
Kompas.com
Sikap kyai sepuh NU ini menanggapi banyaknya pendapat generasi muda NU seperti dari Gerakan Pemuda Ansor yang malah memilih pemimpin non muslim.
“Memilih pemimpin Islam sebenarnya hak yang dijamin konstitusi. Tidak ada konstitusi yang dilanggar. Lalu kenapa malah memilih pemimpin non muslim? Keblinger itu,” kata Kyai Miftahul dalam keterangan resmi yang diterima wartwan, di Kantor PWNU DKI Jakarta, Sabtu (15/4).
Dia menegaskan, dirinya banyak mendengar banyak warga Nadhliyin yang menyebutkan kalau dari sudut pandang konstitusi dibolehkan pemimpin non muslim.
“Tapi kita sebagai warga NU harus ingat, secara fiqih kita mewajibkan umat Islam memilih pemimpin muslim. Dan itu juga (memililh pemimpin muslim) haknya dijamin konstitusi,” tandas dia.
Makanya, sambung dia, bagi yang memilih pemimpin non muslim seperti anak-anak GP Ansor itu, karena hanya melihat hendak menolak dhoror-nya cagub Anies (karena didukung PKS), padahal belum jelas dhoror-nya (mafhum).
“Akhirnya, mereka (Ansor) justru menarik beberapa dhoror yang nyata yaitu Ahok dan orang-orang kafir. Ini keblinger. Lho wong masih bisa memilih pemimpin muslim, kok malah menghalalkan memilih non muslim,” katanya.
Jadi menurut sang Kyai, tidak benar dalilnya anak-anak Ansor ini. Mestinya, kata dia, dipakai dalil sebaliknya, yaitu memperbolehkan memilih Ahok akan dipakai wasilah non muslim lainnya merebut pimpinan negara, termasuk Presiden. Itu haram!
“Ini modus (anak Ansor). Kelihatan sekali ada kepentingan. Masa, pemuda-pemuda NU cuma mengerjakan ‘PR’ dari orang lain yang kepentingannya justru banyak merugikan,” kecam dia.
Bahkan mestinya, kata dia, Ansor menyuruh Ahok atau PDIP dan partai pendukungya supaya mundur. Karena, dia (Ahok) yang menjadi sebab.
“Ini malah dibolak-balik. Yang mengharamkan (pilih Ahok) dianggap sebab. Padahal, itu hanya akibat. Ya, akibat dari ulah Ahok sendiri. Karena Ahok itu, selain non muslim juga omongan dan akhlaknya itu jelek. Penista. Kok dibela-bela,” jelasnya.
Menurut dia, sudah ada keputusan Muktamar yang mengharamkan memilih gubernur non muslim. “Kok mereka (Ansor) masih neko-neko (macam-macam),” kecamnya.

Sumber : Aktual.com

Read More
Jokowi Resmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta

Jokowi Resmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta

KokopNews,  Presiden RI Joko Widodo meresmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta. Peresmian didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin, Plt Gubernur Sumarsono dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.

Jokowi Resmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta
Detik.com
Dalam sambutannya Jokowi mengatakan, penggunaan nama KH Hasyim Asy'ari di Masjid Raya Jakarta bukan tanpa sebab. Penamaan selain KH Hasyim Asy'ari merupakan pahlawan nasional, juga dikarenakan sosoknya yang amat cinta Indonesia. 

Selain itu, kecintaan KH Hasyim Asy'ari yang sepenuh hati terhadap Indonesia itu telah berhasil meletakan pondasi agama yang ramah. Karenanya, tanpa ragu, ia mengajak segenap umat Islam selalu meneladani nilai-nilai KH Hasyim Asy'ari.

"Kita harus bisa meneladani nilai-nilai itu yang sesuai dengan Islam rahmatan lil alamin," kata Jokowi, Sabtu (15/4).

Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk, plural dan beragama. Menurut Jokowi, itu secara langsung maupun tidak membuat Masjid Raya Jakarta jadi simbol dan pilar dari keberagaman Jakarta dan Indonesia. 

Peresmian dilakukan dengan pemukulan bedug serta penandatanganan prasasti Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta oleh Presiden Joko Widodo. 

Sebelum meninggalkan lokasi, Joko Widodo menyempatkan diri untuk shalat dzuhur. 

Sumber : ROL

Read More
Oknum Guru Suruh Siswi SMK Ini Jual Diri Untuk Lunasi Bayaran Sekolah

Oknum Guru Suruh Siswi SMK Ini Jual Diri Untuk Lunasi Bayaran Sekolah

KokopNews, Posko Pengaduan UNBK Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) kembali menerima informasi terkait SMKN 3 Padang Sidimpuan, Sumatera Utara. Kali ini terkait kekerasan verbal yang dilakukan oknum guru berinisial KS terhadap lima siswa berinisial SY, IG, PNMM, KS, dan SA.

Oknum Guru Suruh Siswi SMK Ini Jual Diri Untuk Lunasi Bayaran Sekolah
Keluarga.com
Kelima siswi jurusan Tata Kecantikan SMKN 3 Padang Sidempuan tersebut dipanggil oleh pihak sekolah yang diwakili oleh oknum guru KS karena belum membayar iuran Pengelolaan Usaha (PU) sebesar Rp 400 ribu. Oknum guru KS menyarankan para siswi yang menunggak iuran itu menjual dirinya, agar iuran PU tersebut bisa mereka lunasi.

Sekjen FSGI, Retno Listyarti, menguraikan kronologi peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 1 April 2017 tersebut. "Saat itu, oknum guru berinisial KS mengumpulkan mereka di salah satu ruangan yang ada di sekolah itu. Selanjutnya, KS menanyakan apakah iuran PU mereka sudah lunas atau tidak," kata Retno, kepada Republika.co.id, Jumat (14/4). 

Spontan, kelima siswi itu menjawab "tidak". Mendengar pengakuan dari siswi itu, KS langsung marah dengan mengeluarkan suara yang tinggi.

KS bertanya, "Kenapa iuran PU belum dibayar?” Mendengar ucapan KS, kelima siswi itu tidak bisa berkata-kata, mereka hanya bisa diam sembari mendengarkan ocehan dari oknum guru itu.  

"Jual saja diri kalian ke JB (nama salah satu tempat hiburan malam di Padangsidimpuan), supaya tunggakan kalian ini bisa lunas," tutur siswa-siswa itu menirukan perkataan dan nada suara guru itu kepada mereka. 

Setelah keluar dari ruangan, sejumlah siswa langsung menangis karena ucapan dari oknum guru itu menyakiti dan merendahkan martabat mereka. Awalnya, para siswa itu takut mengungkapkan yang dialami mereka, karena mereka tidak mau berurusan dengan pihak sekolah.

Menurut Retno, keberanian kelima siswi tersebut untuk mengungkap perlakuan guru itu muncul setelah salah seorang siswi di sekolah itu, Amelya Nasution, nekat bunuh diri dengan cara minum racun rumput karena mendapat intimidasi setelah mengunggah dugaan kebocoran soal USBN. 

"Sebelum bunuh diri, Amelya diduga juga mendapat intimidasi dari KS," ujar Retno. Ia menyatakan, oknum guru KS ini yang juga  melakukan kekerasan verbal terhadap Amel, yang diduga menjadi pemicu Amel bunuh diri dengan meminum racun.

Sumber : ROL

Read More
Nahdlatul Wathan Laporkan Penghina Gubernur NTB Ke Polisi

Nahdlatul Wathan Laporkan Penghina Gubernur NTB Ke Polisi

KokopNews, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (NW) DKI Jakarta dan Jawa Barat mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (14/4). Kedatangan mereka dalam rangka melaporkan Steven Hadisuryo Sulistiyo terkait penghinaannya terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi.

Nahdlatul Wathan Laporkan Penghina Gubernur NTB Ke Polisi
Detik.com
“Kami pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan DKI Jakarta dan Jawa Barat, sengaja datang ke Polda Metro Jaya ini untuk mengadu terkait ulah daripada Steven yang melontarkan pernyataan arogan terhadap Gubernur NTB,” ujar Ketua Pengurus Wilayah NW DKI Jakarta, Muslihan Habib.

NW mendorong Steven tidak hanya meminta maaf secara pribadi kepada TGB. Mereka mendorong mahasiswa berusia 25 tahun itu juga meminta maaf kepada warga NW, umat Islam, dan masyarakat Indonesia seluruhnya.

“Itulah kami datang ke Mapolda Metro Jaya ini, untuk koordinasi dengan Mapolda Metro Jaya ini supaya Steven ini mau minta maaf kepada masyarakat NW khususnya, dan masyarakat Indonesia secara umum. Umat Islam juga," kata Muslihan.

Kejadian penghinaan tersebut terjadi Ahad (9/4), pukul 14.30 waktu Singapore. Saat itu Gubernur NTB yang biasa dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) sedang mengantre di counter check in Bandara Changi, Singapura. Lalu ia keluar dari antrean untuk sejenak melihat jadwal penerbangan dan beberapa saat kemudian kembali ke barisan.  

Tiba-tiba dari arah belakang TGB, Stephen marah kepadanya dan melontarkan kata-kata bernada sara dan kebencian. Menurut Ketua Umum NW Wilayah Jawa Barat, Wahyu Setiawan, penghinaan tersebut juga berlangsung di pesawat. Ketika pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, TGB langsung melaporkan Steven ke kepolisian bandara.

“Awalnya kan Pak Gubernur sedang antre di bandara Changi. Kemudian beliau ingin keluar dari antrean untuk melihat jadwal penerbangan. Setelah itu beliau masuk lagi ke barisan. Steven yang ada di belakangnya, langsung marah–marah ke Pak Gubernur dan mencaci maki beliau,” kata Wahyu, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (14/4). 

Steven sendiri telah melayangkan surat permohonan maaf yang telah dibubuhi materai. Menurut surat tersebut, ia mengakui dirinya melayangkan kata-kata bernada sara  yaitu “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko!”

“Beliau mengatakan bahwa Pak Zainul Majdi itu “Dasar pribumi, dasar Indo dan Tiko dan dia juga mengumpat yang lainnya. Dia memang orang Tionghoa, dan menghina orang Indonesia, padahal dia orang Indonesia dan mencari nafkah di Indonesia,” kata Wahyu.

TGB sendiri sudah memaafkan sikap Stephen. Namun dari pihak NW sendiri mengatakan akan terus mengusut kasus ini hingga ke pidana.   

“Beliau sudah memaafkan, tetapi kami dari warga NW merasa tidak puas. Supaya ada efek jera terhadap Steven. Ini memecah kebhinekkaan masalahnya, tidak hanya dari warga NW, tetapi juga terhadap warga Indonesia. Bahaya. Sara larinya seperti ini,” ujar Wahyu. 

Sumber : ROL



Read More
Tamparan Keras Dari Salah Seorang Gus Kepada Petinggi NU Melalui Tulisan Yang Sangat Menyentuh ' Belajarlah Dari Muhammadiyah'

Tamparan Keras Dari Salah Seorang Gus Kepada Petinggi NU Melalui Tulisan Yang Sangat Menyentuh ' Belajarlah Dari Muhammadiyah'

KokopNews, Salah seorang Gus NU menulis begini:

         "Belajarlah dari Muhammadiyah"

Jadilah seperti Muhammadiyah, mandiri dalam segala bidang. Karenanya, sikap-sikap politik dan kenegaraan mereka pun mandiri. Tidak banyak mudahanah, cari-cari muka, tidak mengaku paling NKRI, tidak mengaku paling Pancasilais, pengakuan mereka tidak diperlukan sebab tindakan mereka lebih dari cukup untuk menjadi bukti.

Tamparan Keras Dari Salah Seorang Gus Kepada Petinggi NU Melalui Tulisan Yang Sangat Menyentuh ' Belajarlah Dari Muhammadiyah
Wikipedia
Muhammadiyah selalu bisa diharapkan, bahkan saat Revolusi Jilbab di era Orde Baru, saat siswa-siswa berjilbab begitu didiskriminasikan, sekolah-sekolah Muhammadiah lah yang menampung mereka.

Kasus Siyono (yang diduga Teroris pulang tak bernyawa), Muhammadiyah pula yang advokasi sampai otopsi ulang.

Kasus penistaan agama oleh BTP, Muhammadiyah pula yang menempuh jalur hukum beserta elemen lainnya. (salah satu pelapor kasus BTP adalah Pardi Kasman Sekjen Pemuda Muhammadiyah)

Muhammadiyah pun banyak mengajukan judicial review ke MK atas Undang-Undang yang merugikan rakyat. (Seperti UU Migas, UU Rumah Sakit, UU Ormas).

Ketika liberalisme agama menyerang pemuda-pemuda, pemuda-pemuda

Muhammadiah pun terdampak tapi tak banyak, juga tak berkembang. Warga Muhammadiah tak begitu tertarik menjual agama demi uang, sebab perut mereka sudah cukup, mereka mandiri, mereka pun banyak memberi.

Saya dengar salah satu kisah dari sesepuh kami, gerakan Misionaris di salah satu kampung kewalahan bersaing dengan Muhammadiyah. Mereka memberi beras, Muhammadiyah juga memberi beras, mereka buat TK, Muhammadiyah juga buat TK, mereka bagikan permen, Muhammadiyah pun bagikan permen. Akhirnya, ummat lapar itu lebih memilih ngaji ke TK Muhammadiyah, sama-sama Islam, sama-sama dapat beras.

Saya yakin, semua keberkahan ini berawal dari kata-kata Kyai Dahlan "hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup dari Muhammadiyah."

Salam hormat untuk Muhammadiyah. Ingin belajar dari Muhammadiyah.

Sumber : Facebook

Read More
Bank DKI Terlibat Kampanye Ahok, Anies: Usut Hingga Tuntas

Bank DKI Terlibat Kampanye Ahok, Anies: Usut Hingga Tuntas

KokopNews, Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram dengan dugaan keterlibatan Bank DKI dalam kampanye pasangan pejawat Ahok-Djarot. Dia meminta hal itu diusut tuntas dan pihak yang terlibat diberi sanksi tegas.

Bank DKI Terlibat Kampanye Ahok, Anies: Usut Hingga Tuntas
Detik.com
"Saya sudah dengar itu, itu harus diselidiki hingga tuntas dan mereka yang coba-coba terlibat, siapa pun, harus diberi sanksi," kata dia di Jakarta, Kamis (13/4) malam.

Pertarungan menuju kursi DKI 1 tak berarti harus menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Memanfaatkan perangkat pemerintahan yang ada untuk memenangkan kontestasi di DKI adalah cara-cara yang tidak dibenarkan. Anies menilai, cara-cara seperti itu tak pantas dan merusak demokrasi yang telah dibangun bersama.

"Jangan ciderai Pilkada ini dengan tindakan-tindakan yang tak patut seperti itu," ujar cagub nomor urut tiga ini.

Sebelumnya, Tim Pemenangan Anies-Sandi melaporkan Bank DKI ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta karena diduga terlibat kampanye pejawat. Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Muhamad Taufik mengatakan, tim melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan Bank DKI.

BUMD milik Pemprov DKI itu diduga terlibat mendukung kampanye pejawat melalui program bantuan lanjut usia (lansia) melalui Kartu Jakarta Lansia (KJL). "Tim Advokasi telah melaporkan dugaan pelanggaran itu kepada Bawaslu DKI Jakarta kemarin," kata Taufik di Posko Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/4). 

Tak sampai di situ, tim Anies-Sandi akan membuat laporan serupa ke OJK agar program itu dapat diusut dari mana sumbernya. Wakil Ketua DPRD DKI ini mengatakan, bantuan lansia merupakan program dadakan jelang pencoblosan 19 April 2017.

Karena itu, menurutnya, patut diduga hal ini adalah cara yang dilakukan untuk mendukung kampanye paslon pejawat. "APBD DKI 2017 tidak ada program bantuan lansia yang akan dilakukan Bank DKI," kata Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI itu. "Tapi tiba-tiba ada. Kami minta diusut, uangnya dari mana," kata Taufik.

Wakil Ketua Bidang Advokasi, Yupen Hadi mengatakan, tim telah membuat pengaduan pelanggaran yang diduga dilakukan kantor cabang di Pecenongan, Cempaka Putih Barat, dan Pramuka. "Kami minta pelanggaran perbankan ini agar dihentikan," ujar Yupen. Menurutnya, surat pengaduan juga ditembuskan kepada Bank Indonesia.

Sumber : ROL

Read More
Gila ! Perempuan Ini Janji Potong Payudara Jika Anies-Sandi Menang

Gila ! Perempuan Ini Janji Potong Payudara Jika Anies-Sandi Menang

KokopNews,  Seorang wanita pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKi Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) membuat heboh netizen.

Gila ! Perempuan Ini Janji Potong Payudara Jika Anies-Sandi Menang
Captur Youtube
Wanita berkacamata itu berjanji akan potong payudara sendiri jika pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) menang dalam Pilkada putaran kedua yang digelar 19 April mendatang.
Tampak dalam video tersebut, wanita itu juga menyindir Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana, atau yang akrab disapa Haji Lulung.

Wanita tersebut sesekali menyebut nama Lulung dan menyindir pernyataan Lulung pada September 2016 lalu. Kala itu Lulung berjanji akan memotong kuping jika Ahok-Djarot menang.
“Hai Linglung, kalau dulu kamu bilang jika Ahok menang, kamu akan potong kuping kan? sekarang saya emak-emak, seandainya besok Anies-Sandi menang, saya rela potong payudara saya,” katanya dalam video yang berdurasi 2.00 menit itu.
“Hei Linglung, Ingat kan, kamu berani potong anu mu, aku berani potong anu ku,” sambungnya lagi.
Video ini mendapat hujatan dari netizen. Tak sedikit yang menyebut wanita tersebut sedang gangguan jiwa.

Berikut Videonya:



Sumber : PojokSatu

Read More
Anies Rasyid Baswedan Terharu Dapat Dukungan NU DKI

Anies Rasyid Baswedan Terharu Dapat Dukungan NU DKI

KokopNews, Jakarta - Calon gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan terharu atas dukungan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta kepada dia dan pasangannya Sandiaga Uno untuk putaran kedua Pilkada DKI. Dukungan itu pun dianggapnya sebagai amanah besar. 

Anies Rasyid Baswedan Terharu Dapat Dukungan NU DKI
Republika.co.id

“Saya ucapkan terima kasih dan sekaligus terharu, atas dukungan yang datang dari ulama dan kyai NU se-DKI Jakarta,” ungkap Anies saat memberi sambutan dalam doa bersama di kediaman pengasuh pondok pesantren Al-Itqon, KH Mahfudz Asirun, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (13/4) malam seperti dikutip dari keterangan pers diterima Republika.co.id.

Anies mengatakan, perjalanannya hingga kini sebagai perjalanan spiritual. Panggilan untuk sebuah pengabdian dan tantangan. “Ya, walaupun penuh liku dan tantangan. Tapi dukungan yang diberi oleh banyak pihak, khususnya keluarga besar Nahdliyin Ibu Kota Jakarta adalah amanah besar,” tegas Anies.

Anies pun bersyukur, selama kampanye dirinya menangkap, sebagian besar warga Jakarta menginginkan perubahan mendasar dari pemimpinnya. Selama masa kampanye, lanjut Anies, dia bersama pasangannya Sandiaga Uno telah banyak melihat, dan mendengar keluhan ibu-ibu majelis taklim dan muslimat NU di kampung-kampung terkait adanya larangan menggelar pengajian. “Saya pastikan, jangankan di kelurahan, di Monas juga akan kita buka kembali,” tegas Anies. 

Ia mengatakan, umat Islam silakan mengamalkan Pancasila, sila pertama dengan bebas. Anies memastikan dirinya akan mendukung, tanpa ada larangan. Anies mengaku, setelah hari tenang dirinya lebih berserah dan tawakal kepada Allah SWT, karena Ia-lah yang pada akhirnya menentukan. 

Sebelumnya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyatakan mendukung penuh secara kultural calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uni pada putaran kedua Pilgub DKI 19 April mendatang. Dukungan disampaikan Rais Syuriah PWNU DKI KH Mahfudz Asirun saat menggelar doa bersama di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (13/4) malam. 

“Meskipun secara organisatoris NU tak berpolitik praktis, tetapi secara kultural, NU DKI mendukung penuh Anies-Sandi pada putaran kedua 19 April mendatang,” ujar KH Mahfudz. 

(Baca juga NU DKI Dukung Penuh Anies-Sandi)

Sumber : ROL

Read More
NU DKI Dukung Penuh Anies-Sandi

NU DKI Dukung Penuh Anies-Sandi

KokopNews, Jakarta - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyatakan mendukung penuh calon gubernur Anies Baswedan dan calon wagub Sandiaga Uno pada putaran kedua Pilgub DKI 19 April mendatang. Dukungan disampaikan Rais Syuriah PWNU DKI KH Mahfudz Asirun saat menggelar doa bersama di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (13/4) malam. 

NU DKI Dukung Penuh Anies-Sandi
Detik.com

“Meskipun secara organisatoris NU tak berpolitik praktis, tetapi secara kultural, NU DKI mendukung penuh Anies-Sandi pada putaran kedua 19 April mendatang,” ujar KH Mahfudz dalam sambutannya seperti dikutip dari keterangan pers diterima Republika.co.id, Kamis (13/4). 

Mahfudz juga menyatakan, pada prinsipnya dia wajib menyampaikan kepada warga NU untuk menyosialisasikan salah satu poin Muktamar NU di Ponpes Lirboyo Kediri. Yakni, tentang kewajiban warga Nahdliyin dalam memilih pemimpin. Menurut Mahfudz, menyosialisasikan isi dari Muktamar NU adalah suatu amanah ulama dan kyai NU se-Indonesia. 

“Insya Allah, tidak lama lagi kita akan mendapat gubernur baru, yang mencintai Allah dan dicintai Allah,” kata Mahfudz. Ia juga berharap, jika Anies terpilih, dia bisa menjadi gubernur yang mencintai rakyat dan dicintai rakyat Jakarta.

(Baca jugaAnies Rasyid Baswedan Terharu Dapat Dukungan NU DKI)


Sumber : ROL

Read More
LSI Denny JA : Pasangan Anies-Sandi Ungguli Ahok-Djarot Di Hampir Semua Segmen Ekonomi

LSI Denny JA : Pasangan Anies-Sandi Ungguli Ahok-Djarot Di Hampir Semua Segmen Ekonomi

KokopNews, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memaparkan hasil surveinya terkait putaran dua Pilgub DKI 2017. Hasil survei tersebut menunjukkan keunggulan pasangan Anies-Sandi atas Ahok-Djarot di hampir semua segmen ekonomi.

LSI Denny JA : Pasangan Anies-Sandi Ungguli Ahok-Djarot Di Hampir Semua Segmen Ekonomi
Detik.com
"Anies-Sandi relatif unggul di semua segmen ekonomi. Bahkan ini pertama kalinya Anies-Sandi unggul atas Ahok-Djarot di kalangan ekonomi atas," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, dalam paparan hasil survei di kantornya, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (13/4).

Ardian menjabarkan, pasangan Anies-Sandi unggul dengan perolehan suara aebesar 52,3 persen pada pemilih yang berpenghasilan di bawah Rp 1 juta. Pada segmen ini, Ahok-Djarot hanya memperoleh dukungan sebesar 41,6 persen dan 6,1 persen lainnya belum menentukan pilihan.

Begitupun di pemilih DKI yang berpenghasilan antara Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta, Anies-Sandi unggul dengan perolehan suara sebesar 55,2 persen. Sementara Ahok-Djarot hanya memperoleh 38,5 persen suara dan 5,5 persen lainnya belum menentukan pilihan.

Anies-Sandi kembali unggul di pemilih DKI yang berpenghasilan antara Rp 3,5 juta atau lebih dengan perolehan suara sebesar 49,0 persen. Pada segmen ini, pasangan Ahok-Djarot memperoleh dukungan sebesar 45,4 persen, dan 5,6 persen lainnya belum menentukan pilihan.

Ahok-Djarot hanya unggul di pemilih DKI yang berpenghasilan antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Itu pun, paslon nomor urut dua tersebut hanya unggul 0,3 persen.

Di segmen tersebut, pasangan Ahok-Djarot memperoleh dukungan sebesar 47,4 persen, sementara Anies-Sandi 47,1 persen. Sementara yang belum menentukan atau masih merahasiakan dukungannya hanya 5,5 persen.

LSI Denny JA merilis hasil surveinya menjelang pemilihan di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017. Menurut survei yang dilakukan pada 7-10 April 2017 tersebut pasangan Anies-Sandi mendapat perolehan suara sebesar 51,4 persen, lebih unggul dibandingkan pasangan Ahok-Djarot yang hanya mendapat dukungan sebesar 42,7 persen.


Sumber : ROL

Read More
Langgar Hak Cipta Lagu 'Kopi Dangdut', Timses Ahok Dilaporkan ke Polisi

Langgar Hak Cipta Lagu 'Kopi Dangdut', Timses Ahok Dilaporkan ke Polisi

KokopNews, Karena dinilai telah melanggar hak cipta dengan mengubah lirik lagu berjudul Kopi Dangdut, tim pasangan calon gubernur dan salon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, dilaporkan sang pencipta lagu, Fahmi Shahab.

Langgar Hak Cipta Lagu 'Kopi Dangdut', Timses Ahok Dilaporkan ke Polis
Liputan6.com
Fahmi melaporkan tim sukses Ahok-Djarot ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Selasa 11 April 2017. Fahmi datang dengan didampingi oleh kuasa hukumnya.

"Saya kemari (SPKT Polda Metro Jaya), untuk melaporkan atas pembajakan lagu saya yang berjudul Kopi Dangdut oleh timses nomor urut dua," kata Fahmi di Mapolda Metro Jaya.

Menurut Fahmi, pelaporannya tak ada niat politik apapun. Pelaporan tersebut diajukan murni karena masalah pribadi, dan tidak ada kaitannya dengan Pilkada.

Sebagai seorang seniman, ia hanya ingin agar karyanya bisa lebih dihargai, dan orang yang menggunakan karyanya bisa lebih bertanggung jawab.

"Ini masalah tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Saya bukan orang politik, ini murni urusan pribadi. Saya orang seniman kok, jadi urusan seni, urusan hak, urusan hak cipta, yang lain engggak ada,” ujarnya.

Menurut penelusuran VIVA.co.id, timses Ahok-Djarot memang pernah memakai lagu dengan irama dan lirik yang mirip dengan Kopi Dangdut, saat menggelar acara di sebuah tempat hiburan yang ada di Jakarta, akhir Januari 2017 lalu.

Sumber : Viva.co.id

Read More