Satu Lagi Kiai Dari PBNU Yang Jadi Saksi Meringankan Ahok Namanya Masdar Farid Mas'udi

KokopNews, Kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok memasuki sidang ke 16, Rabu (29/3). Pada sidang kali ini tim Penasihat Hukum terdakwa menghadirkan saksi ahli yang meringankan, salah satunya adalah KH Masdar Farid Mas'udi sebagai Ahli Agama Islam.

Satu Lagi Kiai Dari PBNU Yang Jadi Saksi Meringankan Ahok Namanya Masdar Farid Mas'udi
Suaranasional
Kiai Masdar yang kini juga menjabat Rois Syuriah PBNU 2015-2020 dan Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengaku tidak hirau dengan cemoohan yang akan dihadapi seperti yang dialami saksi dari pihak terdakwa sebelumnya Ahmad Ishomuddin di sidang Ahok ke 15 pekan lalu.

Menurut Kiai Masdar Jaksa tugasnya memang adalah memberatkan (sebagai tesa), maka sistem peradilan di mana pun memerlukan kehadiran penasihat hukum. "Tugasnya menggaris bawahi hal-hal obyektif yang meringankan (sebagai antitesa)," katanya kepada Republika.co.id, Selasa (28/3) malam.

Baginya hanya dengan cara itu Hakim bisa menemukan keadilan sebagai sintesa atau keputusan akhir. Karena itu ia tidak khawatir akan apa yang akan terjadi, termasuk keterangannya di pengadilan nanti. "Jadi tiga pihak tersebut sama-sama pentingnya dalam penegakkan hukum yang berkeadilan. Gitu mas!," terangnya

Pernyataan Kiai Masdar ini menegaskan ia tidak begitu takut akan konsekuensi sikap dan cemoohan yang akan ia terima dari orang lain, sebagaimana yang dihadapi saksi sebelumnya Ahmad Ishomuddin.

Bahkan ia yakin dengan kehadirannya sebagai saksi meringankanlah kasus hukum terkait dugaan penistaan agama akan lebih adil pada keputusan Majelis Hakim nanti.

Padahal dari PBNU sendiri sudah terlebih dahulu ada saksi yang memberatkan Ahok. Dengan munculnya pengurus PBNU yang menjadi saksi meringankan Ahok seperti Ahmad Ishomuddin dan Masdar Farid Mas'udi menunjukkan bahwa di NU semua pengurus bebas berpendapat bahkan walaupun pendapat itu bertentangan dengan pengurus diatasnya.

Sumber : Republika Online

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: