Terkait Patung Jenderal Cina Di Tuban, Pemerintah Harus Dengar Kemauan Rakyat

Terkait Patung Jenderal Cina Di Tuban, Pemerintah Harus Dengar Kemauan Rakyat

KOKOPNEWS.ID, Patung seorang jendral berkebangsaa Cina bernama Kongco Kwan Sing Tee Koen yang terleak di area klenteng di Tuban banyak menuai reaksi penolakan dari masyarakat setempat. Patung yang disinyalir sebagai patung tertinggi di Asia Tenggara tersebut kabarnya belum mendapatkan izin.

Terkait Patung Jenderal Cina Di Tuban, Pemerintah Harus Dengar Kemauan Rakyat

Menyikapi banyaknya penolakan dari masyarakat tersebut, Anggota Komisi IV DPD RI, Abdul Azis Khafia menyarankan agar pemerintah mendengar kemauan masyarakat setempat, terlepas dari apakah patung tersebut sudah mendapat izin pembangunan atau belum.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Patung setinggi 30,4 meter itu diresmikan oleh ketua MPR RI Zukkifli Hasan yang juga ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Senin (17/17).

Dalam sambutannya, Zulkifli mengajak masyarakat untuk meneladani  Kongco Kwan Sing Tee Koen. Namun, alih-alih diikuti masyarakat, Zulkifli malah mendapat komentar negatif dari netizen terkait belum adanya izin pembangunan patung tersebut.

Menurut Komisaris Klenteng Kwan Sing Bio Alim Sugiantoro, monumen tersebut menjadi simbol kejujuran dan kesetiaan. Sebab, Kongco Kwan Sing Tee Koen merupakan jendral perang tiga negara yang sangat dipercaya rakyatnya. Patung yang dibangun selama 1.5 tahun itu menelan biaya 2.5 miliar yang didapatkan dari sumbangan.

Menyikapi pembangunan patung itu, sejarahwan JJ Rizal melayangkan kritik. Menurutnya tokoh bangsa yang berasal dari Tuban, Jawa Timur sangat banyak. Tapi kenapa kok malah jendral berkebangsaa Cina yang dipilih. Pertanyaan itulah yang menurut Rizal muncul di benak masyarakat Indonesia.

Di Tuban, ada Sunan Kalijaga yang berstatus sebagai Pangeran. Harusnya tidak perlu repot-repot membangun patung, apa lagi yang dibangun adalah Jendral Cina.

Read More
Ditanya Soal Mekanisme Penilaian Film, Polisi Malah Bungkam

Ditanya Soal Mekanisme Penilaian Film, Polisi Malah Bungkam

KOKOPNEWS.ID, Beberapa waktu yang lalu publik dikejutkan dengan film pendek berjudul "Kau adalah Aku yang Lain". Film karya Anto Galon tersebut membuat umat Islam marah karena dinilai mendiskreditkan umat Islam. Tak pelak, sang sutradar mendapat kecaman keras di dunia maya. 

Ditanya Soal Mekanisme Penilaian Film Polisi Malah Bungkam

Film tersebut menjadi gempar setelah dinobatkan sebagai pemenang dalam perlombaan Police Movie Festival IV 2017. 

Film itu sebenarnya bercerita tentang toleransi beragama namun karena isinya menyinggung umat Islam maka bukan simpati dan pujian yang didapat. Kecaman demi kecaman mengalir deras dari netizen kepada orang yang menyutradari film tersebut.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian pun juga tidak lepas dari kecaman publik karena dinilai tidak peka membaca kondisi umat, lebih-lebih masih dalam suasana idul fitri.

Kepolisian dianggap bertanggung jawab atas dimenangkannya film kontroversial tersebut. Memang, belakangan ini citra polisi sangat buruk di mata publik karena tindakannya cenderung diskriminatif dalam menegakkan hukum.

Ketika dikonfirmasi terkait film tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto malah bungkam. Awak media minta kejelasan kepada Rikwanto soal cara dan mekanisme penilaian dalam menyeleksi film yang ada hingga film yang menyinggung SARA dimenangkan.


Read More
Hentikan Kasus Habib Rizieq, Yusril Usul Pemerintah Lakukan Abolisi

Hentikan Kasus Habib Rizieq, Yusril Usul Pemerintah Lakukan Abolisi

KOKOPNEWS.ID, Pengacara Kondang yang juga ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra ditunjuk tim pengacara Habib Rizieq Shihab untuk menjadi mediator dengan pemerintah dalam melalukan rekonsiliasi.

Hentikan Kasus Habib Rizieq, Yusril Usul Pemerintah Lakukan Abolisi

Ada beberapa pilihan yang bisa diambil untuk menghentikan kasus Habib Rizieq. Diantaranya, seperti dilansir detik.com, Yusril mengusulkan agar pemerintah melakukan abolisi. Menurutnya, aboliso adalah cara yang terbaik mengingat proses hukum telah berjalan.

Dibanding opsi SP3, abolisi jauh lebih baik karena SP3 biasanya disebabkan tidak cukupnya alat bukti yang tentu saja membuat polisi malu. 

"Saya berpendapat bahwa sebenarnya abolisi merupakan cara yang paling baik dilakukan dan ini tidak mempermalukan segala pihak. Artinya polisi sudah melakukan tugasnya melakukan langkah preventif. Kalau SP3 berarti polisi salah tangkap karena alat bukti tidak cukup," kata Yusril, Rabu (21/6).

Dengan abolisi, tidak ada pihak yang malu. Karena polisi dianggap punya bukti, namun dengan kebesaran hati presiden kasus tersebut bisa dihentikan.

"Tapi kalau abolisi polisi berkeyakinan alat bukti cukup tapi presiden punya kebesaran jiwa," Sambung Yusril

Terkait dengan komentar Wiranto bahwa rekonsiliasi hanya bisa dilakukan dengan badan yang tingkatnya setara dengan pemerintah, Yusril menampik bahwa di masa lalu pemerintah pernah melakukan rekonsiliasi dengan warga negara yang notabenenya bukan badan yang setara pemerintah. 

"Bahwa negara melakukan rekonsiliasi kepada rakyat biasa terjadi. Tidak berarti rekonsiliasi yang setara dengan pemerintah. Bung Karno pernah berikan amnesti abolisi kepada PRRI, Permesta, Habibi beeikan amnesti abolisi pada ssmua parpol, napol Orba," Jelasnya.

Opsi abolisi kepada Habib Rizieq tersebut bisa diberikan dengan syarat tertentu. Bahkan Yusril menekankan bahwa apa yang dilakukan Habib Rizieq tidak separah yang dilakukan oleh tokoh-tokoh penerima abolisi terdahulu.


"Jadi kalau abolisi terjadi dia pulang, Habib Rizieq itu kan tidak separah GAM atau PRRI. GAM saja bisa dikasih amnesti abolisi tapi dengan satu ketentuan, bahwa kalau mereka kembali lakukan kegiatan bersenjata amnesti abolisi gugur," terangnya.

Ketua partai Bulan Bintang (PBB) yakin rekonsiliasi akan tercapai. Sebab dirinya sudah bertemu dengan perwakilan pemerintah. Namun ia tidak mau menyebut siapa saja unsur pemerintah yang telah ditemuinya. 

Seperti diketahui, pihak Habib Rizieq mengutus Yusril untuk melalukan rekonsiliasi dengan pemerintah. Beberapa kasus yang selama ini menimpa tokoh-tokoh Islam disinyalir sebagai bentuk kriminalisasi terhadap ulama. Komnas HAM pun sudah melakukan penyelidikan untuk mencari fakta-fakta terkait hal tersebut.

Perlu diketahui, dikutip dari Wikipedia, abolisi atau dalam bahasa latin disebut abolitio meruapakan penghapusan terhadap seluruh akibat penjatuhan putusan pengadilan pidana kepada sessorang terpidana, terdakwa yang bersalah  

Abolisi adalah hak yang dimiliki kepala negara untuk menghapuskan hak tuntutan pidana dan menghentikan jika telah dijalankan (pasal 1 angka 1 UU No 22 tahun 2002). Hak abolisi diberikan dengan memperhatikan pertimbangan DPR (Pasal 14 ayat 2 UUD 1945).  (Wikipedia)

Read More
Subahnalloh ! Anak Pendeta Ini Masuk Islam Setelah Menangis Dengar Syahadat

Subahnalloh ! Anak Pendeta Ini Masuk Islam Setelah Menangis Dengar Syahadat

KOKOPNEWS.id, Hidayah Allah SWT akan menghapiri siapa saja yang Ia kehendaki dengan cara yang tentu berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. 

Subhanaloh ! Anak Pendeta Ini Masuk Islam Setelah Menangis Dengar Syahadat
Merdeka
Dikutip dari laman Merdeka.com, seorang pemuda asal Timor Leste yang bekerja sebagai buruh bangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengucapkan dua kalimat syahadat karena tersentuh mendengar bacaan dua kalimat syahadat dua orang yang mau masuk Islam.

Saking terharunya pemuda bernama Domingus Roudolsifa itu sampai menangis dan dalam hatinya bertanya-tanya tentang makna dua kalimat syahadat yang didengarnya itu.

"Di situ saya menangis mendengar dua kalimat syahadat, dalam pikiran saya apa makna dari syahadat," Kata Domingus.

Dengan kejadian itu, Domingus berkeinginan untuk menjadi seorang muslim. Lalu ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada seorang mandor tempat ia bekerja. Mandornya itu menanyakan kesungguhannya. Dengan tegas Domingus menjawab dirinya serius ingin menjadi muallaf.

Setelah melihat keseriusan di hati Domingus, mandornya pun menyarankan Domingus memberi tahu orang tuanya perihal keinginannya tersebut.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung pulang kampung untuk memberitahu orang tuanya. Tentu orang tuanya kaget mendengar keinginanan Domingus. Apalagi ibunya merupakan seorang pendeta.

Walaupun demikian, ia merasa bahagia karena orang tuanya menyetujui keinginannya pindah agama. "Alhamdulillah walau kaget mereka menyetujui," cerita pemuda 20 tahun itu.

Setelah itu, ia memberithu mandornya bahwa orang tuanya telah menyetujui dirinya hijrah menjadi seorang muslim. 

Namun, sang mandor tidak langsung percaya begitu saja. Sang mandor terlebih dahulu bertanya langsung kepada orang tua Domingus. Orang tuanya pun memberitahu sang mandor bahwa mereka telah menyetujui anaknya menjadi muallaf.

Kemudian, mandor itu memberithu Ust. Nababan perihal keinginan Domingus. Ust. Nababan menerima dengan antusias dan menfasilitasinya berangkat ke Jakarta untuk bersyahadat.

Sesampainya di Jakarta, tepatnya di Pondok Pesantren An Nabba, asuhan Ust. Nababan, Domingus mengucapkan dua kalimat syahadat dan tinggal disana.

Domingus mengatakan, setelah bersyahadat dia merasa tenang. Beban yang selama ini menghinggapi pikirannya hilang. Dan saat ini namanya diganti menjadi Muhammad Irfan.

Untuk lebih memantapkan keislamannya,anak pertama dari enam bersaudara itu ingin belajar islam dari dasar. Hal pertama yang harus dipelajari tentu cara membaca Al Quran. 

"Alhamdulikkah awalnya saya belajar Iqro, saya awalnya melihat Iqro' itu saya pusing," katanya.

Dengan menjadi seorang muslim, ia berharap menjadi orang baik. Karena sebelum memeluk Islam ia sering kali melawan orang tua. Ia termasuk orang sangat bandel dan brutal. Bahkan sanging bandel ia sempat meracuni ibunya. 

Namun, saat ini ia menyesal atas semua perbuatan jelek yang selama ini ia lakukan. Ia ingin sekali bersimpuh meminta maaf terhadap keluarganya. 

Dengan Islam, walaupun belum sempurna, ia mengaku sudah lebih baik dibanding sebelumnya. "Mulai masuk Islam perilaku saya sudah mulai berubah walau belum 100 persen," katanya.

Kini dia merasa nyaman tinggal di pesantren karena tempatnya nyaman dan tenang ibarat surga. (Merdeka)

Read More
Berawal Dari Hanya Sekedar Iseng Puasa, Gadis Ini Akhirnya Jadi Muallaf

Berawal Dari Hanya Sekedar Iseng Puasa, Gadis Ini Akhirnya Jadi Muallaf

KOKOPNEWS.ID, Bagi Ayesha Siddiqa, 29 tahun, Ramadan memiliki pesona tersendiri. Bulan Ramadan telah mengubah hidupnya.

Berawal Dari Hanya Sekedar Iseng Puasa, Gadis Ini Akhirnya Jadi Muaalaf

Dia mengenal Islam dan menjadi muallaf setelah belajar berpuasa Ramadan.
Kisah hidup Ayesha bermula ketika Ramadan 2013. Ayesha yang berpindah dari India ke Uni Emirat Arab (UEA) ingin merasakan puasa Ramadan.

Ini karena Ayeesha melihat beberapa kawannya menjalankan ibadah puasa. Dia lalu mencoba rasanya puasa bersama dengan beberapa temannya.

" Ramadan sangat spesial bagi saya karena ini adalah hal pertama yang menarik saya mempelajari Islam. Saya tinggal di sini bersama teman-teman saya dan saat Ramadan tiba, saya melihat mereka sahur, puasa sepanjang hari, berdoa, dan berbuka bersama di waktu senja. Saya tertarik dan kemudian memutuskan untuk berpuasa dengan mereka," kata Ayesha, di laman Khaleej Times, Selasa, 13 Juni 2017.

Sejak perkenalan di bulan Ramadan 2013 cinta Ayesha kepada Islam mulai tumbuh. Dia menyebut perkenalan itu sebagai titik balik.

" Cinta untuk Islam berakar di hati saya selama bulan suci ini empat tahun yang lalu. Meskipun saya memulai berpuasa bukan sebagai pemeluk Islam. Kini merupakan Ramadan ketiga saya sebagai seorang Muslim, Alhamdulillah," ucap dia bersyukur. (Dream)

Read More
Heboh! Pengakuan Mengejutkan Seorang Perempuan Bisa Bangkitkan Julia Perez Dari Kubur

Heboh! Pengakuan Mengejutkan Seorang Perempuan Bisa Bangkitkan Julia Perez Dari Kubur

KOKOPNEWS.id, Almarhumah Julia Perez kembali jadi pembicaraan hangat warga internet. Itu karena timbulnya seorang wanita berkerudung yang mengakui bisa menghidupkan jasad wanita yang beken di panggil Jupe dari kubur.

Heboh! Pengakuan Mengejutkan Seorang Perempuan Bisa Bangkitkan Julia Perez Dari Kubur

Dia yaitu Ulfa, mengaku sebagai paranormal. Dalam satu video yang beredar, dia mengklaim kalau sejauh ini Jupe tak ada ada di alam arwah.


FAJAR (Jawa Pos Group) memberikan laporan, Ulfa juga mengklaim kalau dirinya bisa menembus alam arwah. Maka dari itu, selain Jupe, dia sempat juga berjumpa dengan almarhum Olga Syahputra yang lebih dahulu meninggal dunia.

“Saya ke alam arwah juga tidak berjumpa dengan Jupe, saya ketemu sama Olga, maka dari itu saya katakan sama Olga, Jupe mana Gak, Olga katakan belum sampai, serta memang tak ada, hingga detik ini Jupe tak ada di alam arwah. ” tuturnya dalam satu video yang mengedar di media sosial belum lama ini.

Diluar itu, dia mengungkap Julia Perez meninggal dalam kondisi tidak wajar,

“Ya ada yang menginginkan Julia Perez untuk meninggal, agar dia tidak dipakai di produser mana juga, agar habis hartanya, ” sambungnya.


Ulfa juga menyebutkan ketika mantan istri Gaston Castano itu meninggal, malam itu dia segera ke RSCM guna memastikan berita Jupe.

Ketika hingga di Rumah Sakit, almarhum waktu itu sudah di pindahkan ke kamar jenazah. Waktu itu, Ulfa mengklaim Julia Perez masih hidup saat ada di kamar jenazah.

“Bahwa Jupe memanglah masih hidup ketika dimasukkan kedalam kamar jenazah, keadaannya masih hidup, hingga saat ini masih hidup, ” cetusnya.

Ulfa juga klaim dianya tahu beberapa hal yang gaib. Jadi tersebut Ia menginginkan bangunkan Jupe dari alam kematian.

Memperoleh pendapatan on-line yang besar itu gampang!

“Saya berupaya untuk bangunkan Jupe, saya suruh Jupe untuk masuk ke keluarganya, ke beberapa temannya, tunjukkan kalau kamu tidak mati, ” tambahnya.

“Kebetulan saya tahu mengenai ghoib, sebab dari umur 9 th. saya mengetahui goib, sebab orang yg tidak terima kematian Jupe itu saya, jadi saya bakal berjuang. ” tutupnya.

Seperti di ketahui, Julia Perez meninggal dunia pada Sabtu, 10 Juni 2017 atas penyakit kanker serviks yang dideritanya masih tetap selalu membekas.

Julia Perez wafat dunia sekira jam 11. 12 WIB. Di hari yang sama pada saat sore, jenazah almarhumah di makamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. (Fajar/S-M)


Read More
Bantah Isu Penangkapan, Pengacara Pastikan Habib Rizieq Dalam Keadaan Baik

Bantah Isu Penangkapan, Pengacara Pastikan Habib Rizieq Dalam Keadaan Baik

KOKOPNEWS.id, Di media sosial muncul kabar Habib Rizieq ditangkap pihak imigrasi bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi. Namun kabar tersebut dibantah oleh pengacaranya bahwa kabar itu hoax atau bohong.

Detik


"itu hoax, ujar pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro.

Selain itu, Sugito mengatakan Rizieq masih berada di Arab Saudi dan dalam kondisi baik. "Alhamdulillah baik-baik saja," kata Sugito.


Kabar yang beredar di media sosial dan masuk ke jejaring aplikasi WhatsApp itu mengatasnamakan sebagai artikel berita detikcom. Di sisi lain, detikcom juga memastikan tidak pernah menulis berita tersebut. 

Sebelumnya, pihak pengacara Rizieq, Kapitra Ampera mengatakan kliennya telah memperoleh perpanjangan visa selama satu tahun dari Arab Saudi. Sebelumnya visa Rizieq dikatakan berakhir pada 12 Juni. 

"Sudah ada long stay visa buat 1 tahun," ujar Kapitra, Minggu (11/6). 

Tak cuma diperpanjang, Rizieq juga disebut mendapat visa khusus yang berlaku unlimited atau tanpa batas. Dengan visa tersebut, Rizieq dapat pulang pergi ke mana saja. 

"Yang saya tahu beliau dapat visa khusus yang sifatnya unlimited. Dengan visa itu bisa bolak balik. Mau ke Arab Saudi, ke Malaysia, balik lagi ke Arab Saudi atau ke Indonesia," jelas Pengacara Habib Rizieq, Eggi Sudjana, Senin (12/6). (Detik)

Read More
Mengejutkan ! Novel Ungkap Ada Jendral Yang Terlibat Kasus Penyiraman Dirinya, Siapa Dia?

Mengejutkan ! Novel Ungkap Ada Jendral Yang Terlibat Kasus Penyiraman Dirinya, Siapa Dia?

KOKOPNEWS.ID, Disaat pihak kepolisian tak kunjung berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras kepada Novel, muncul kabar mengejutkan dari Novel.

Mengejutkan ! Novel Ungkap Ada Jendral Yang Terlibat Dalam Kasus Penyiraman Dirinya, Siapa Dia?
AP
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu membuat pengakuan mengejutkan kepada majalah TIME, dengan menyebut dirinya mendapatkan informasi adanya pejabat kepolisian yang terlibat dalam kasusnya. 

Hal itu diungkapkan Novel saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura, Novel kepada TIME mengaku heran dengan gelapnya perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

"Saya sebenarnya telah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian—level tinggi dari jajaran kepolisian—terlibat (dalam kasus penyiraman air keras). Awalnya, saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar,” kata Novel Baswedan, seperti dikutip TIME, Selasa (13/6).

Menanggapi publikasi itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan mengaku kaget. Ia mengaku belum membaca publikasi TIME itu. "Saya belum baca," ujar di di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/6).

Iriawan menyatakan, polisi melakukan penyelidikan kepada seluruh pihak terkait perkara Novel. Bahkan Iriawan meminta publik untuk memberikan informasi kepada kepolisian bila ada informasi terbaru tentang perkara Novel.

Iriawan juga menyatakan polisi telah menghambil keterangan dari Novel langsung. "Sudah diambil keterangan kok. Saya kan kesana. Saya dapat foto terakhir dari yang bersangkutan," kata Iriawan lagi. 

Iriawan menegaskan, penyidik sudah memeriksa Novel terkait perkara penyiraman air keras. Bahkan Iriawan menyebut polisi juga memeriksa hubungan perkara yang ditangani Novel dengan pelaku penyerangan. "Pokoknya Semua yang beliau tangani kita analisa ada korelasi atau tidak. Makanya kemarin salah satunya kita juga periksa, kalau nggak salah pernah berstatement di media apakah itu ada kaitannya dengan kasus yang ditangani," kata dia menambahkan.

Saat ini jelasnya sudah lebih dari 20 orang saksi yang dimintai keterangan. Baik mereka yang berada di lokasi kejadian maupun mereka-mereka yang terekam dalam kamera pengintari (CCTV) dan sempat dicurigai. "Sudah 20 (saksi) lebih yang diperiksa," ujarnya.

Untuk diketahui sebelumnya polisi telah melakukan pemeriksaan kepada Hasan dan Mukhlis. Dua orang ini diduga berboncengan menggunakan sepeda motor dan terekam dalam kamera CCTV. Sayangnya dua orang tersebut ternyata memiliki alibi yang kuat saat diminta keterangan. Mereka saat peristiwa penyiraman terjadi tengah berada di Malang dan Bogor.

Selang beberapa pekan kemudian, polisi mendapatkan sebuah foto dengan pria berinisial AL. Foto tersebut didapatkan dari Novel sendiri saat penyidik berkunjung ke rumah sakit tempat Novel dirawat. Penyidik pun meminta keterangan AL. Sayangnya, AL pun ternyata memiliki alibi dan kembali penyidik harus membebaskan AL.

Belakangan muncul kembali sebuah nama yang diduga sebagai pemilik dari sepeda motor yang terekam dalam kamera CCTV yang beberapa hari sebelumnya melintas di rumah Novel. Sepeda motor tersebut dibenarkan oleh Polri bahwa pemiliknya adalah anggota Polda Metro Jaya atas nama Yusmin.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, lagi-lagi dugaan tersebut termentahkan dan ditegaskan bahwa Yusmin tidak terlibat. Terungkap dari sini, bahwa Hasan dan Mukhlis merupakan saudara Yusmin.

Kabagpenum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, menilai, jika Novel mengungkapkan kepada penyidik soal dugaan keterlibatan jenderal polisi, maka pernyataan tersebut dapat ditindaklanjuti. "Sebaiknya informasi-informasi yang dianggap penting oleh saudara Novel hendaknya disampaikan kepada penyidik, supaya tidak terjadi sebuah tendensi atau tudingan," ujar Martinus.

Martinus menjelaskan, informasi awal tersebut nantinya harus diuji terlebih dahulu. Bagaimana alurnya, fakta yang didapatkan seperti apa, yang intinya akan ditindak lanjuti oleh penyidik. "Jadi prinsipnya harus diserahkan ke polisi," ujar dia.

Sedangkan kalau informasi tersebut hanya dilemparkan kepada publik maka tidak bisa ditindak lanjuti. Karena itu, dia sarankan agar Novel dapat membrikan keterangan tersebut kepada penyidik. "Karena kalau menuding seseorang kan harus bisa dapat faktanya, waktunya kapan, pukul berapa, di mana, siapa perwiranya, itu kan harus jelas. 

Apapun yang dikatakan polisi yang jelas sudah muncul prasangka dari publik bahwa kasus Novel sudah didesain sedemikian rupa agar pelakunya terlindungi mengingat Novel sedang menyasar beberapa tokoh besar dalam kasus E-KTP (ROL)

Read More
Ini Daftar Pernyataan Ade Armando Yang Bikin Heboh

Ini Daftar Pernyataan Ade Armando Yang Bikin Heboh

KOKOPNEWS.id, Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando beberapa kali membuat pernyataan yang menarik perhatian publik. Bahkan, karena ucapannya Ade sempat dilaporkan ke pihak kepolisian.

Ini Daftar Pernyataan Ade Armando Yang Bikin Heboh
Merdeka
Terbaru, Ade mengucap sumpah mubahalah seperti dilakukan Ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab. Dia meminta dirinya diazab jika ternyata Habib Rizieq tidak mengirimkan percakapan berbau pornografi ke Firza Husein. Hal itu diunggahnya di halaman Facebook miliknya.


"Ya Allah, bila Rizieq tidak mengirimkan chat mesum itu, azablah saya. Bila Rizieq benar mengirimkan chat mesum, azablah Rizieq," tulis Ade (11/6).

Setelah Ade Armando menulis sumpah itu. Sejumlah kabar di media sosial menyebut dia jatuh sakit dan menderita asma. Ade pun menepis kabar tersebut. Dia mengaku dalam keadaan baik-baik saja. Tidak sakit karena azab seperti yang disebut pendukung Habib Rizieq.

"Alhamdulillah, saya baik-baik saja kok. Tadi malam saya mensenyapkan HP saya karena seusai Sholat saya harus memeriksa ujian mahasiswa yang deadlinenya hari ini. Jadi maaf kalau saya tidak menjawab telepon teman-teman. Jadi, kabar bohong itu jangan dipercaya ya," tulis Ade.

Sebelumnya, ketika pencoblosan Pilgub DKI putaran kedua telah dilakukan, Rabu (19/4) lalu, pasangan Anies-Sandi unggul telak atas calon petahana Ahok-Djarot. Ade sempat mengunggah di akun Facebook dengan menyebut kalahnya Ahok di Pilgub DKI memiliki arti lebih banyak orang bodoh ketimbang orang pintar di DKI.

"Orang pintar milih Ahok. Orang bodoh milih Anies. Jadi kalau sekarang Ahok kalah artinya jumlah orang bodoh jauh lebih banyak daripada orang pinter. Simpelkan?," demikian tulis Ade di akun Facebook miliknya Kamis (20/4) kemarin, dikutip merdeka.com, Jumat (21/4).

Status tersebut langsung ramai menuai reaksi dari para netizen. Hingga pukul 7.35 WIB, status itu 258 kali dibagikan dan ada 1.664 netizen yang komentar.

Ade membenarkan status Facebook tersebut ditulis olehnya. Dia mengaku memiliki alasan menulis status tersebut.

"Benar itu saya yang tulis. Kan selama ini pendukung Ahok dihina kalau dukung Ahok kafir masuk neraka, enggak boleh disalati, itu merendahkan dan parah kan?," kata Ade saat dikonfirmasi merdeka.com melalui sambungan telepon.

Dia mempertanyakan warga DKI mengapa tak memilih Ahok. Padahal dia menilai Ahok bagus dalam memimpin Jakarta. "Ini penilaian saya. Kok orang bagus enggak dipilih?," katanya.

"Kita lihat pas Ahok kalah tiba-tiba isu penistaan agama meredup, kemarin jaksa cuma tuntut Ahok satu tahun penjara biasa-biasa saja enggak ada yang protes," tambahnya.

Ade juga sempat dijadikan tersangka terkait ciutannya 'Allah Bukan Orang Arab' karena melanggar UU ITE. Setelah melakukan pemeriksaan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya akhirnya menerbitkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan).

Tulisan Ade juga sempat menuai kecaman yang menyebut Allah, tuhan umat Islam yang tidak mengharamkan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Tulisan tersebut diunggah di media online madinaonline. Seperti dikutip merdeka.com dari madinaonline, Selasa (7/7), Ade menuliskan, berdasarkan kajian salah satu ilmuwan Islam terkemuka Prof. Dr. Musdah Mulia, Ade menyebut tidak ada satupun ayat Al Quran yang mengharamkan LGBT.

Tulisan Ade ini kemudian mendapat kritikan dan kecaman dari netizen. Banyak dari mereka yang menyebut pengetahuan Ade belum mendalam tentang Islam. (Mdk)


Read More
Utang Pemerintah Dalam 2,5 Tahun Jokowi Setara 5 Tahun Pemerintahan SBY

Utang Pemerintah Dalam 2,5 Tahun Jokowi Setara 5 Tahun Pemerintahan SBY

KOKOPNEWS.id, Sampai dengan akhir April 2017, utang pemerintah Indonesia sudah mencapai Rp 3.667,41 triliun. Nominal angka yang tidak sedikit.

Utang Pemerintah Dalam 2,5 Tahun Jokowi Setara 5 Tahun Pemerintahan SBY
Detik
Utang sebenarnya bukan barang baru, artinya tidak hanya terjadi pada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Utang sudah ada sejak masa pemerintahan sebelum-sebelumnya, meski tak banyak orang yang menyadari. 

Bagaimana perbandingan tambahan utang era Jokowi dengan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)?

Dalam kurang lebih 2,5 tahun pemerintahan Jokowi, jumlah utang pemerintah Indonesia bertambah Rp 1.062 triliun. Rinciannya yaitu pada 2015 bertambah Rp 556,3 triliun dan 2016 bertambah Rp 320,3 triliun, lalu pada 2017 dimungkinkan utang bertambah Rp 379,5 triliun menjadi Rp 3.864,9 triliun.

Rasio utang terhadap PDB masih bergerak pada level yang aman, yaitu pada kisaran 27-28%.

Tambahan utang pada 2015 memang sangat besar. Penyebabnya adalah target pajak yang dipasang terlalu tinggi dibandingkan 2014, sementara satu sisi ekonomi melambat. Belanja yang sudah dikucurkan sangat besar harus ditutup dengan penerbitan utang.

Pada periode 2016, hal yang sama hampir saja terulang. Untung saja pada pertengahan tahun, pemerintah memangkas belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Sehingga utang tidak bertambah terlalu banyak.

Sementara itu, pemerintahan SBY juga melakukan penarikan utang sepanjang 10 tahun lamanya. Walapun tambahan setiap tahunnya tidak terlalu besar.

Bila melihat data lima tahun terakhir pemerintahan SBY, yaitu 2010 hingga 2014, maka tambahan utangnya hampir sama dengan yang sudah ditarik oleh pemerintahan sekarang.

Totalnya adalah 1.019 triliun. Rinciannya adalah pada 2010 sebesar Rp 91 triliun, pada 2011 sebesar Rp 127,29, pada 2012 sebesar Rp 169,7 triliun, pada 2013 tambah Rp 379,8 T dan 2014 tambah lagi sebesar Rp 233,3 triliun.

Rasio utang terhadap PDB masih bergerak pada level yang lebih rendah, yaitu pada kisaran 22-24%.

Kondisi fiskal pada pemerintahan SBY dibebani oleh subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik. Ketika pemerintah menahan harga agar tidak naik, maka risikonya adalah subsidi BBM membengkak. Kondisi tersebut harus ditutupi oleh penarikan utang. (Detik)

Read More
Makin Latah, Kemendikbud Berencana Hapus Pelajaran Agama di Sekolah

Makin Latah, Kemendikbud Berencana Hapus Pelajaran Agama di Sekolah

KOKOPNEWS.ID, Pendidikan agama yang diajarkan di sekolah rencananya akan di hapus oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai gantinya pendidikan agama akan diajarkan di luar kelas seperti Masjid, Gereja dll.

Makin Latah, Kemendikbud Berencana Hapus Pelajaran Agama di Sekolah
Antara
Hal itu disampaikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa (13/6).

Muhajir mengatakan pihak sekolah bisa mengajak siswa belajar di masjid, madrasah atau pun rumah ibadah. Atau bisa juga sekolah mendatangkan guru madrasah ke sekolah.

Menurutnya, jika siswa sudah dapat pelajaran agama di luar kelas, maka siswa tidak perlu lagi mendapatkam pelajaran agama di dalam kelas.

Itulah yang mendorong Muhajir menerapkan kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan. "Sekolah lima hari tidak sepenuhnya berada di sekolah. Siswa hanya beberapa jam di dalam kelas dan sisanya di luar kelas," kata Muhajir

Sementara terkait dengan teknisnya, Mendikbud akan mengatur agar pendidikan agama yang diperolah di luar kelas atau sekolah disesuaikan dengan kurikulum yang ada.

Menurut Muhajir pelaksanaan kebijakan sekolah lima hari yang kontroversial itu akan dimulai tajun ajaran 2017/2018. Dan kebijakan baru ini tidak wajib diikuti semua sekolah. Hanya sekolah yang siap saja yang ditunjuk untuk melaksanakan kebijakan itu.

Menurut data kemendikbud, ada sekitar 9.838 sekolah yang akan melaksanakannya.

Menyikapi kebijakan ngaur tersebut, pemerhati pendidikan, Indra Charismiadji, mengatakan, penerapan sekolah seharian atau delapan jam seperti yang tertera dalam Program Penguatan Karakter (PPK) sangat tidak cocok diterapkan di seluruh daerah apalagi di daerah pedesaan.

"Hanya cocok untuk perkotaan, yang orang tua mereka bekerja delapan jam sehari," Kata Indra.

Indra berpandangan, program penguatan karakter yang digagas oleh kemendikbud kurang tepat. Menurutnya, akan lebih tepat jika penguatan karakter diarahkan pada kearifan lokal seperti pertanian, peternakan dan kelautan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia, Unifah Rosyidi kebijakan sekolah lima hari jangan langsung diterapkan. Akan tetapi harus dikaji dan dipersiapkan secara matang. Hal itu agar tidak menimbilkan reaksi dan kontroversi.

"Kalau tanpa persiapan yang matang, akan meninbulkan reaksi yang beragam dan cenderung tidak positif," kata Indra

Hal senada dikatakan anggota DPR  RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Syaikhul Islam Alii. Ia mengatakan kebijakan yang dibuat mendikbud tersebut masih belum matang.

Putra KH. Ali Masyhuri tersebut menilai kebijakan Muhajir merupakan kebijakan latah agar kelihatan beda. "Saya melihat rencana penerapan Full Day School itu bukan dari kajian yang matang melainkan kebijakan latah saja, histeria kebijakan, Asal kelihatan beda saja," kritik Syaikhul. (Tirto)

Read More
PKB Sudah Punya Nama Calon Pendamping Gus Ipul Yang Akan Diumumkan Setelah Lebaran

PKB Sudah Punya Nama Calon Pendamping Gus Ipul Yang Akan Diumumkan Setelah Lebaran

KOKOPNEWS.ID, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah resmi mencalonkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk menjadi calon gubernur dalam Pilkada Jatim 2018 mendatang.

PKB Sudah Punya Nama Calon Pendamping Gus Ipul Yang Akan Diumumkan Setelah Lebaran
Kompas
Namun terkait dengan siapa calon wakil gubernur yang akan disandingkan dengan pria yang menjabat wakil gubernur dua periode tersebut sampai saat ini PKB belum secara spesifik menunjuk nama.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB Marwan Jafar mengatakan pihaknya sudah mempunyai nama calon wakil gubernur yang rencananya akan diumumkan secara resmi setelah hari raya Idul Fitri.

Marwan menjelaskan, pasangan ideal Gus Ipul adalah dari kalangan non NU. "Idealnya NU dengan non NU, tapi saya tidak ingin mendahului, yang pasti nama sudah ada, tinggal deklarasi, insyaallah habis lebaran," kata Marwan.

Terkait dengan komentar politikus PDIP yang mengaku nyaman bersama PKB, Marwan mengatakan akan melakukan komunikasi politik dengan semua parpol, tidak hanya dengan PDIP. Disamping itu, ia juga masih menunggu keinginan dari Gus Ipul.

"Di Jatim sudah dijalin komunikasi dengan semua parpol tapi kan kita kembalikan juga dan ketentuan Saifullah Yusuf pengennya juga bagaimana. Gus Ipul ini lebih sreg yang mana, partainya apa, pasti kami punya perhitungan," Jelas Marwan

Seperti diketahui nama Gus Ipul muncul sebagai kandidat terkuat dalak pilkada Jawa Timur. Nama-nama seperti Khofifah Indarparawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismamaharini masih belum bisa menandingi elektabilitas Gus Ipul. Apalagi sudah ada penegasan dari internal PDIP bahwa Risma tidak akan dicalonkan menjadi gubernur.

Dengan demikian, Gus Ipul berada diatas angin karena belum ada tokoh yang bisa menandingi.

Berdasarkan hasil survei yang dilalukan pada 19-25 Mei 2017 lalu, elektabilitas Gus Ipul berada di angka 32,29 persen. Sesangkan tiga kandidat lainnya yaitu Tri Rismamaharini berada diurutan kedua dengan 27,08 persen, Khofifah Indar Paeawansa 19,11 peesen dan Abdullah Azwar Anas 8,47 persen. (ROL/Kompas)

Read More
Kak Ema Bantah Firza Husein Pernah Curhat Soal Habib Rizieq

Kak Ema Bantah Firza Husein Pernah Curhat Soal Habib Rizieq

KOKOPNEWS.ID, Kak Ema yang mempunyai nama lengkap Fatimah Husein Assegaf menghadiri panggilan penyidik guna menjadi saksi kasus chat mesum yang melibatkan nama Habib Rizieq dan Firza Husein. 

Kak Ema Bantah Firza Husein Pernah Curhat Soal Habib Rizieq
Merdeka
Dalam kesaksiannya, Kak Ema membantah mengenai rekaman percakapan Firza Husein yang sedang curhat mengenai Habib Rizieq. Hal itu dikatakan Ema usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. "Enggak," Kata Kak Ema, Selasa (13/6).

Tidak hanya itu, Kak Ema juga membantah semua yang ada di situs baladacintarizieq yang pembuatnya masih belum diketahui itu. "Enggak tahu saya, maaf ya," Ujarnya

Seperti diketahui, situs yang dibuat seseorang menggunakan nama anonymos itu menjadi gempar karena menampilkan chat mesum yang melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dengan Firza Husein.

Disamping itu, dalam situs itu juga dimuat sebuah rekaman suara yang disinyalir Firza Husein sedang curhat mengenai Habib Rizieq kepada seorang perempuan yang disebutnya Kak Ema.

Saat ini kasus tersebut masih bergulir dengan ditetapkannya Habib Rizieq dan Firza Husein sebagai tersangka. 

Walaupun demikian, banyak masyarakat yang meyakini bahwa kasus tersebut hanyalah untuk melemahkan perjuangan para ulama. Komnas HAM pun berkeyakinan bahwa hal itu hanyakah bentuk kriminalisasi ulama.

Seperti diketahui, Habib Rizieq cukup keras dalam menentang apapun yang melanggar syariat. Yang paling fenomenal ia berhasil memimpin demo terbesar sepanjang sejarah untuk menuntut penista agama, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dihukum.

Paska kejadian tersebut, Habib Rizieq seolah-olah dicari kesalahannya agar tidak lagi menggerakkan umat. (Merdeka)

Read More
Erdogan Tegaskan Pengucilan Qatar Tidak Manusiawi Dan Bertentangan Dengan Nilai-Nilai Islam

Erdogan Tegaskan Pengucilan Qatar Tidak Manusiawi Dan Bertentangan Dengan Nilai-Nilai Islam

KOKOPNEWS.ID, Turki adalah negara yang mati-matian membela Qatar saat negara kaya yang terletak di timur tengah itu diceraikan oleh beberapa negara yang ada di timur tengah.

Erdogan Tegaskan Pengucilan Qatar Tidak Manusiawi Dan Bertentangan Dengan Nilai-Nilai Islam
Detik
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam langkah beberapa negara yang digawangi oleh Arab Saudi yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Erdogan mengatakan tindakan Saudi DKK tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Untuk itu metode yang digunakan untuk menghukum Qatar tersebut sangat tidak bisa diterima.

"Sebuah kesalahan yang sangat besar sedang dilakukan menyangkut Qatar, mengucilkan sebuah negara di semua bidang adalah tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Itu seakan putusan hukuman mati telah dijatuhkan untuk Qatar," ujar Erdogan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (13/6/2017).

Hal itu disampaikan Erdogan saat menyampaikan pidato di hadapan anggota partainya yaitu Partai AK. Erdogan perlu menyampaikan pembelaannya tersebut karena Qatar dikeroyok oleh beberapa negara dengan memutuskan hubungan diplomatik pekan lalu.

Negara-negara yang ikut mengucilkan Qatar adalah Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan tentu Arab Saudi sebagai yang pertama.

Selain bebepa negara tersebut, ada lagi negara seperti Yaman, Libya, Maladewa, Mauritania yang juga ikut bercerai dengan Qatar. Mereka menuduh Qatar sebagai pendukung kelompok militan, padahal tuduhan itu sudah dibantah oleh Qatar.

Terkait dengan tuduhan yang dialamatkan kepada Qatar tersebut, Erdogan dengan tegas mengatakan "Qatar telah menunjukkan sikap paling tegas terhadap organisasi teroris ISIS bersama Turki. Memperdaya Qatar melalui kampanye buruk tak ada gunanya," imbuh pemimpin Turki itu.

Untuk menunjukkan keseriusannya membela Qatar, Erdogan akan menelepon Presiden Prancis Emmanuel Marcon dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani guna membahas perkembangan terbaru terkait masalah tersebut.

Selain itu, Erdogan juha akan membahas krisis Qatar ini dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Target Erdogan permasalahan Qatar bisa diselesaikan sebelum berakhirnya bulan Ramadan. (Detik)

Read More
Komnas HAM: Kasus Rizieq Dan Al Khaththath Sudah Bikin Kegaduhan Nasional

Komnas HAM: Kasus Rizieq Dan Al Khaththath Sudah Bikin Kegaduhan Nasional

KOKOPNEWS.id, Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai berharap Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan untuk menghentikan kasus dugaan konten porno yang menyeret pemimpin besar Front Pembela Islam Rizieq Sihab serta makar yang dituduhkan kepada Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath.

Komnas HAM: Kasus Rizieq Dan Al Khaththath Sudah Bikin Kegaduhan Nasional


Menurut Pigai, dua kasus tersebut telah membuat kegaduhan nasional dan menghambat kinerja pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang tinggal 1,5 tahun lagi.

"Nawacita akan terganggu kalau terus menerus dibiarkan. Presiden harus mengambil alih, memutus mata rantai kegaduhan ini," ujar Pigai di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (9/7).

Lebih lanjut Pigai menjelaskan, kasus yang menyeret ulama dan aktivis muslim bukan sekedar persoalan hukum. Dalam catatannya, kedua kasus tersebut sudah memasuki aspek yang lebih serius yakni terganggunya keharmonisan sosial serta fragmentasi sosial. 

Bahkan sambung Pigai, kasus tersebut juga hampir mengganggu integrasi nasional.

"Datanya nanti akan dikeluarkan saat rekomendasi tapi masih lama karena kita menunggu ada progres untuk menyelesaikan itu dari pemerintah. Jadi tidak bisa Komnas HAM mengeluarkan data aspek material terkait hasil penyelidikan," terangnya.

Di kesempatan yang sama, rekan Pigai di Komnas HAM, Hafid Abbas menjelaskan bahwa dalam pertemuan tertutup itu sejumlah perwakilan belum bisa memberikan rekomendasi. Meski demikian, pihaknya berharap usulan Komnas HAM bisa menjadi keputusan Presiden Jokowi.

"Kita juga berharap ini panjang. Mereka akan menunggu presiden mengambil keputusan," ujar Hafid.

Pigai bersama dua komisioner Komnas HAM, Hafid dan Siane Indriani menyambangi kantor Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Ham Wiranto untuk membicarakan hasil mediasi komisi pegiat HAM itu dengan tim advokat muslim. 

Menko Polhukam tak hadir, hanya diwakili Sesmenko Yayat Sudrajat serta perwakilan dari kepolisian, kejaksaan serta Kementerian Hukum dan HAM. (RMOL)


Read More
Komnas HAM: Wiranto Terkesan Biarkan Kegaduhan Tanpa Solusi

Komnas HAM: Wiranto Terkesan Biarkan Kegaduhan Tanpa Solusi

KOKOPNEWS.id, Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai heran atas sikap Menko Polhukam, Wiranto yang  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto yang mempertanyakan langkah Komnas HAM menindaklanjuti laporan Presidium Alumni 212.


Komnas HAM: Wiranto Terkesan Biarkan Kegaduhan Tanpa Solusi

Menurut Pigai, jika Komnas HAM dianggap membawa pesan pribadi seharusnya Wiranto yang diwakili Sekretaris Menkopolhukam, tak perlu menerima mereka dalam pertemuan yang digelar Jumat (9/6) lalu. 


"Loh, Ngapain terima kami kalau pribadi," tanya Pigai melalui pesan singkatnya, Minggu (11/6). 

Pigai menjelaskan, ia tidak sendiri mendatangi kantor Kemenko Polhukam dua hari lalu. 

"Kami kirim surat resmi berkop Garuda, tidak hanya saya sendiri tetapi kami lima orang anggota komisioner Komnas HAM yang pertemuan resmi dengan seluruh lembaga/instansi pemerintah," paparnya. 

Menurutnya, sikap Wiranto seperti itu menunjukkan tipe pemimpin yang tidak mau menyelesaikan masalah bangsa. Bahkan terkesan membiarkan kegaduhan berlanjut tanpa solusi. 

Ia pun mengibaratkan sikap Wiranto sama dengan sebagian anggota Komnas HAM yang menyatakan tindakannya bersifat pribadi dan ancam bawa ke kode etik. 

"Nyatanya ancaman kode etik tidak dilaksanakan pada sidang paripurna awal Juni ini karena saya benar benar bekerja profesional dan bekerja prosedur sesuai dengan kewenangan," tegas Pigai yang juga ketua Tim Penanganan Kasus Makar. (RMOL)

Read More
Soal Larangan Beribadah, Dunia Islam Bisa Boikot Produk Cina

Soal Larangan Beribadah, Dunia Islam Bisa Boikot Produk Cina

KOKOPNEWS.id, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyidin Junaidi berharap, Pemerintah Cina segera menghentikan larangan beribadah terhadap Muslim Uighur di daerah otonom Xinjiang. Hal ini demi menjaga hubungan baik antara-dunia Islam dan Pemerintah Cina.

Soal Larangan Beribadah, Dunia Islam Bisa Boikot Produk Cina

"Apabila Pemerintah Cina tidak mengindahkan, bukan hal yang mustahil Negara Arab dan Islam akan melakukan pemboikotan terhadap produk Cina," kata KH Muhyidin kepada Republika.co,id, Senin (12/6).  
Dia mengatakan, MUI sebenarnya sudah melakukan protes mengenai permasalahan yang menimpa Muslim Uighur ke Kedutaan Besar (Kedubes) Cina di Jakarta. Mengutip Kedubes Cina, permasalahan yang menimpa Muslim Uighur karena sebagian pejabat dan petinggi pemerintahan di daerah sana tidak paham kebijakan. 
Mengutip Kedubes Cina, Muhyidin mengatakan bahwa pelarangan tersebut merupakan kebijakan yang dulu. Sekarang kebijakan tersebut sudah dianulir.
Meski demikian, menurut KH Muhyidin, sangat disayangkan pejabat yang baru tidak memahami kebijakan yang sudah dianulir tersebut.  "Tapi bagaimana pun MUI menyampaikan bahwa itu melanggar HAM," ujarnya. 
Ia menjelaskan, pelarangan ibadah terhadap Muslim Uighur sangat bertentangan dengan sistem manajemen pemerintah di abad modern. Sebab, bertentangan dengan HAM yang menghargai kebebasan orang beragama.
Menurutnya, kalau pelarangan ibadah puasa dan shlat terhadap Muslim Uighur masih saja dilakukan Pemerintah Cina. Dikhawatirkan akan berdampak fatal, mungkin saja umat Islam di dunia akan marah kepada Pemerintahan Cina.
"Dan mereka bisa melakukan tindakan balasan terhadap orang-orang Cina yang ada di negara masing-masing," ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Xinjiang, Cina membuat aturan untuk melarang Muslim Uighur melaksanakan puasa dan sholat selama Ramadhan. Bahkan, mereka memerintahkan pejabat pemerintahan tinggal di setiap rumah Muslim untuk memastikan larangannya berjalan. (ROL)

Read More
Anies-Sandi akan Tunjuk Lembaga Independen Kaji Reklamasi

Anies-Sandi akan Tunjuk Lembaga Independen Kaji Reklamasi

KOKOPNEWS.id, Ketua Tim Sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Sudirman Said komitmen menolak reklamasi. Sudirman mengatakan akan mengajak lembaga independen guna mengaudit soal reklamasi.


Anies-Sandi akan Tunjuk Lembaga Independen Kaji Reklamasi

"Kita akan menunjuk lembaga independen, bisa kampus atau konsultan. Bukan soal kemampuan tapi tidak memihaknya," kata Sudirman di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017).

Sudirman menyebut tim sinkronisasi telah mempunyai landasan mengenai aspek hukum dan aspek ekonomi untuk menolak reklamasi. Namun, pihaknya mengundang auditor lingkungan guna membahas pulau reklamasi yang terlanjur dibangun.


"Dari aspek hukum boleh dibilang hampir final, aspek ekonomi juga. Ada kajian yang mungkin diperdalam setelah dilakukan audit lingkungan," tuturnya.

Nantinya, mantan Menteri ESDM itu kan membawa hasil kajian lingkungan kepada Pemprov DKI dan pemerintah pusat. Pihaknya tidak ingin berandai-andai mengenai hasil dari audit lingkungan tersebut.

"Itu proses nanti akan deliberatif akan ditempuh dan kita lihat kesimpulannya nanti. Saya nggak bisa mewakili kawan ahli teknis tapi saya yakinkan itu bisa dilakukan," pungkasnya.  (Detik)

Read More