Santriwatipun Terjebak PhonSex

KokopNews, Santriwatipun  Terjebak PhonSex - Mencari perempuan yang sholihah saat ini sangat sulit. Perempuan dengan status santripun tidak menjamin bahwa ia menjadi orang baik-baik.


Santriwati pun terjebak phonsex
Gambar: https://i.ytimg.com/

Kerudung yang selalu menutupi kepala dan dada juga bukan tanda yang
qoth’i bahwa yang bersangkutan orang yang bisa menjaga harga dirinya. Memang belum ada penelitian yang mengungkap tentang prilaku santri, khususnya santriwati, yang berkaitan dengan sex. Namun dari beberapa santriwati yang saya temui menunjukkan bahwa mereka sudah terbiasa dengan perkataan jorok yang mengarah pada sex. Bahkan tidak jarang dari mereka sudah tidak asing lagi dengan istilah Phonsex.



Phonsex adalah salah satu bentuk bercumbu atau berhubungan sex melalui telefon. Biasanya diawali dengan percakapan mesra yang pada akhirnya mengarah pada hubungan sex lewat suara. Melalui phonsex ini kedua pelaku berusaha untuk orgasme. 

Sebenarnya phonsex tak ubahnya onani, karena tujuannya adalah mencari kenikmatan melalui keluarnya mani. Hanya, dalam prosesnya menggunakan media telepon. Semenjak diluncurkannya video call, phonsex semakin banyak peminatnya. Karena disamping pelaku sama-sama mendengar suara pasangannya, juga bisa melihat gambar masing-masing dan ini akan menambah keseruan phonsex itu sendiri. 

Phonsex banyak dilakukan oleh mereka yang  kesepian dan tidak mempunyai kesempatan untuk bercumbu secara langsung. Juga sering dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai kepercayaan diri untuk bertemu secara langsung. 

Tujuan phonesex sebenarnya hanya mencari kenikmatan melalui fantasi suara lawan jenis lewat sambungan telepon. Sehingga tidak jauh berbeda dengan onani sendirian. Kepuasan yang ada pada phonesex sangat ditentukan dengan sejauh mana yang bersangkutan berfantasi.

Memang seorang santriwati ketika di pesantren terlihat seolah-olah alim dan terkesan tidak mau dengan urusan yang jorok-jorok. Akan tetapi dibalik itu  mereka menyimpan rasa ingin melakukan sesuatu yang juga dilakukan oleh kebanyakan orang. Bahkan menurut penuturan salah satu teman, yang menjadi topik pembicaraan kala di pesantrenadalah masalah cowok dan seringkali membicarakan tentang masalah sex. Ini menjadi bukti bahwa sangat sulit menemui cewek yang betul-betul bersih dari hal-hal yang kotor.

Kalau perempuan yang berstatus santri sudah begitu maka apa yang diharapkan dari perempuan yang sama sekali tidak mengenyam pendidikan agama. Pasti keadaannya semakin parah. 

Dengan gambaran diatas mau tidak mau kita sebagai cowok, dalam mencari pendamping hidup harus menurunkan target tentang type seorang perempuan. Jika sebelumnya kita mempunyai syarat perempuan yang akan kita pinang sedemikian ketatnya maka sekarang syarat tersebut harus kita turunkan. Jangan terlalu muluk-muluk dalam memberi syarat. Karena hanya akan membuat kita kesulitan mencari jodoh. Perempuan dimanapun berada tidak jauh berbeda dengan gambaran perempuan yang ada saat ini yaitu pergaulan yang sudah tanpa batas. Apalagi saat ini akses untuk membuka media sosial sudah tidak ada kesulitan sama sekali. Hanya dengan modal hape dan kartu paketan kita sudah bisa terhubung dengan internet. Dengan begitu berarti kita sudah memasuki dunia yang sangat luas dimana tidak ada sekat antar penggunanya.

Media sosial merupakan media di dunia maya yang bisa diakses oleh siapa saja yang mengerti internet dan bisa terhubung dengan siapa saja yang dikehendaki. Saat ini media sosial banyak ragamnya. Masing-masing mempunyai peminat yang tidak sedikit. Sebut saja yang sering dan paling banyak digunakan adalah facebook dan twiter disamping media-media lain yang tidak bisa disebutkan. Melalui media sosial ini seseorang bisa berinteraksi dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang berada jauh diluar negeri. Sekat pemisah antar masyarakat global sudah tidak ada lagi.

Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama agar mental para remaja tidak semakin bobrok. Apalagi remaja yang berstatus santri seaharusnya lebih cerdik dalam menggunakan media sosial. Dengan bekal kesantriannya selayaknya mereka bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Tulis email anda untuk berlangganan update berita gratis: