Terbongkar! Terduga Provokator Arya Wedakarna Ternyata Anti Islam, Begini Sepak Terjangnya

Terbongkar! Terduga Provokator Arya Wedakarna Ternyata Anti Islam, Begini Sepak Terjangnya


Terbongkar! Terduga Provokator Arya Wedakarna Ternyata Anti Islam, Begini Sepak Terjangnya

KOKOPNEWS.ID - Kasus pelarangan jilbab dan busana muslimah di Bali yang disuarakan oleh Aliansi Hindu Muda Indonesia dan Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) yang dipimpin Arya Wedakarna terus menuai protes dan kecaman dari umat Islam di Indonesia.

Sikap anti terhadap Islam bukanlah yang pertama kali ditunjukkan oleh Arya Wedakarna yang juga President World Hindu Youth Organisation (WHYO) ini. Lelaki berusia 34 tahun ini telah seringkali melecehkan Islam dan syari’at Islam. Sebelumnya, Arya menuding penyebar virus HIV/Aids di Bali adalah umat Islam.

INILAH SOSOK PENGHINA SYARI’AT ISLAM DI BALI, ARYA WEDAKARNA

Nama lengkapnya adalah Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III , SE (MTRU), M.Si. Biodata Arya bisa ditemukan dalam websitenya, http://vedakarna.com. Di sana dijelaskan bahwa Arya Wedakarna adalah lelaki kelahiran Denpasar, 23 Agustus 1980. Gelarnya Raja Majapahit Bali Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I.

Baca Juga : Pengadang Ustaz Somad di Bali Dipolisikan Pakai Tiga Pasal

Berulang kali dia mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Tercatat ia pernah menyabet gelar sebagai doktor termuda di Indonesia saat berusia 27 tahun dan rektor termuda di Indonesia dengan usia 28 tahun. Ia sekarang menjabat sebagai Rektor Universitas Mahendradatta Bali, yang dikatakannya sebagai universitas tertua di Bali yang didirikan oleh ayahnya, Shri Wedastera Suyasa, bersama Presiden Sukarno.

Pendidikan SD-SMAnya ditempuh di Bali. Tahun 2000 ia menempuh pendidikan di Melbourne Languange Center, Australia. Pada 2002 ia kembali ke Indonesia dan masuk ke Jurusan Manajemen Transportasi Udara di Universitas Trisakti. Kemudian ia menyelesaikan S-2 dan S-3 nya di Universitas Satyagama Jakarta.

Ia mengklaim memiliki keahlian dalam bidang transportasi udara dan manajemen pemerintahan. Arya Wedakarna juga pernah terjun ke dunia hiburan. Ia menjadi model dan bintang film serta sinetron.

SEPAK TERJANG ARYA WEDAKARNA DALAM MELECEHKAN UMAT ISLAM & SYARI’AT ISLAM

Dalam artikelnya berjudul “HIV/AIDS, Jihad Model Baru di Bali?”, yang dimuat tabloid TOKOH edisi edisi 9-15 Januari 2012, pria berusia 32 tahin ini terang-terangan menuduh orang-orang Islam sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bali dan melalui merekalah virus HIV/AIDS disebarkan untuk menghancurkan generasi muda Hindu Bali.

Baca Juga : Arya Wedakarna Bantah Terlibat Persekusi Ustaz Abdul Somad

“Tentu cafe liar ini dilengkapi dengan SDM para pekerja seks komersial (PSK) yang saya yakini (lagi) didominasi oleh perempuan non-Hindu dan pendatang luar Bali,” tulisnya di paragraf kedua artikel itu.

Meski tidak tegas menyebut para PSK itu adalah perempuan-perempuan Islam, tetapi pernyataan Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali itu dipertegas lagi dalam tulisannya di paragraf empat. Arya Wedakarna tegas memfitnah Islam bahwa gerakan penyebaran HIV/AIDS adalah jihad tersembunyi yang dilakukan kelompok kecil fundamentalis Islam.

“Dan kini, saya dituntut makin percaya, ternyata gerakan penyebaran HIV/AIDS ini adalah gerakan jihad tersembunyi yang dilakukan oleh kelompok kecil fundamentalis Islam yang sama-sama menjadi sponsor Bom Bali I dan Bom Bali II,” tulisnya.

“Kenapa? Menurut mereka, Bali tidak akan pernah bisa hancur karena Bom, ini di buktikan Bom bali I dan Bom Bali II Tidak mampu menghancurkan kekuatan taksu Bali. Bali sebagai pulau Hindu yang disayangi Dunia,” lanjutnya.

Baca Juga : Fahri Hamzah: Bangsa Ini Butuh Ustadz Abdul Somad

Cacian dan fitnah murahan Arya Wedakarna tak berhenti sampai disitu, ia bahkan menuding berdirinya warung-warung pecel lele, nasi pedas, tukang cukur, sertifikasi halal bagi hotel dan restoran di Bali adalah upaya untuk menghancurkan Basli.

“Tetapi, kini ada senjata model baru untuk menghancurkan Bali yakni gerakan ekonomi seperti gerakan pecel lele, nasi tempong, nasi pedas, tukang cukur, gerakan labelisasi Halal di setiap Hotel dan restoran di bali (saya akan bahas di setiap tulisan berikutnya),” tulisnya.

Arya Wedakarna menjelaskan bahwa dalam hal penyebaran HIV/AIDS, diduga orang-orang Bali, anak-anak muda Bali ketika mereka datang ke cafe, maka PSK tidak menyarankan untuk memakai kondom, tapi sebaliknya jika kaum pendatang yang memanfaatkan PSK, maka sangat disarankan memakai Kondom.

“Mungkin gadis PSK itu sudah di cuci otaknya, agar Bali ini 10 tahun ke depan banyak suami-suami, anak-anak muda yang mati nelangsa karena HIV/AIDS,” tandasnya.

Sebelumnya, di paragraf yang sama ia juga menuduh program Keluarga Berencana (KB) yang digalakkan pemerintah merupakan cara untuk mengurangi populasi warga Hindu. Karena kebodohannya, dia menyebut ada umat agama lain boleh berpoligami hingga lima orang. Entah agama mana yang dia fitnah.

“Belum lagi aksi pemerintah dan program KB-nya yang sukses mengurangi jumlah Krama Hindu dengan paksaan selalu punya anak dua (yang di satu sisi umat lain boleh berpoligami dengan istri maksimal lima orang). Tentu hal ini akan merugikan keluarga Hindu yang terlanjur punya dua anak, tapi putranya mati karena AIDS atau rabies,” katanya.

Cacian dan fitnah murahan Arya Wedakarna tak berhenti sampai disitu, ia bahkan menuding berdirinya warung-warung pecel lele, nasi pedas, tukang cukur dari kaum pendatang, serta sertifikasi halal pada hotel dan restoran di Bali adalah upaya untuk menghancurkan Bali.


Menjelang hari raya Idul Adha pada 2012 lalu, ia mengimbau supaya umat Islam di Bali tidak memotong sapi sebagai hewan kurban. Alasannya sapi adalah hewan yang disucikan kaum Hindu.

“Saya menghimbau semeton Islam agar tidak menyembelih sapi sebagai kurban. Mungkin bisa diganti dengan dengan hewan lainnya. Ini penting, karena di Bali, Sapi adalah hewan yang disucikan, dan juga dipercaya sebagai kendaraan Dewa Siwa. Dan mayoritas orang Bali adalah penganut Siwaisme,” katanya seperti dikutip Tribunnews.com, Rabu (24/10/2012).

Tak berhenti sampai disitu, Arya juga mengimbau kepada perusahaan-perusahaan dan pejabat di Bali jika ingin membagikan dana CSR supaya tidak berupa sapi.

”Karena umat Hindu harus memberi contoh dan teladan sebagaimana tatwa yang diajarkan Sang Sulinggih. Mari hargai perasaan umat Hindu sehingga persatuan bisa dijaga,” ungkap President World Hindu Youth Organization (WHYO) ini.

Arya Wedakarna juga menyudutkan ruang gerak muslim di Bali. Baru-baru ini, para siswi dan karyawati muslim di Bali disulitkan dengan himbauan untuk tidak boleh menggunakan jilbab di beberapa sekolah umum dan perusahaan swasta di Bali. [Pembelaislam]

Selengkapnya
Pengadang Ustaz Somad di Bali Dipolisikan Pakai Tiga Pasal

Pengadang Ustaz Somad di Bali Dipolisikan Pakai Tiga Pasal


Pengadang Ustaz Somad di Bali Dipolisikan Pakai Tiga Pasal

KOKOPNEWS.ID - Pengacara bernama Ismar Syafrudin telah melaporkan sejumlah orang dan organisasi masyarakat terkait kasus pengadangan terhadap Ustaz Abdul Somad di Bali.

Ismar melaporkan kasus ini ke Kantor Badan Reserse Kriminal  Mabes Polri di Jakarta Pusat. Ismar datang ke kantor polisi bersama dengan pengacara dari Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia, Haryadi Nasution 

Menurut Haryadi Nasution, dalam pelaporan ini, Ismar melaporkan tujuh orang sebagai pelaku pengadangan. Ada tiga dugaan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan orang-orang yang dilaporkan Ismar itu.

Baca Juga : Arya Wedakarna Bantah Terlibat Persekusi Ustaz Abdul Somad

"Pertama pelaporan soal ujaran kebencian dan provokasi akibat adanya provokasi itulah maka orang-orang mengadang Ustaz Abdul Somad dan memperkusinya itu dilakukan oleh salah satu senator Bali," ujar Haryadi Nasution di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Selasa 12 Desember 2017.

Untuk pelaporan kedua kata dia, berkaitan dengan tindakan persekusi dan ketiga berkaitan dengan ormas. "Karena ada ormas yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Pak Ismar juga melaporkan tindakan tersebut sesuai dengan UU Ormas," ujarnya.

Sementara itu, menurut Ismar, dia terpaksa melaporkan kasus itu ke polisi dengan tujuan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di Indonesia. 

"Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum kita harus memperjelas suatu permasalahan. Nah untuk itu saya melakukan pelaporan agar lebih jelas saya juga selama ini memahami bahwa Kapolri sudah menginstruksikan juga apabila terjadi suatu peristiwa persekusi beliau sudah instruksikan tegas untuk itu," katanya.

Ismar mengatakan, orang yang paling utama dilaporkan Ismar ke polisi ialah anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Bali dan sejumlah organisasi masyarakat di Bali. "Yang paling utama ada beberapa di media salah satu yang akan kita laporkan adalah Bapak Arya Wedakarna. Beliau adalah salah satu anggota DPD Bali," ujarnya.

Baca Juga : Yusuf Mansur: Saya Suka Sikap Ustaz Abdul Somad

Ismar melaporkan Arya karena Ia menilai adanya dugaan melakukan provokasi di media sosial dengan menyebarkan berita bahwa Ustaz Abdul Somad anti-NKRI dan anti-Pancasila, yang kemudian direspon masyarakat dengan munculnya rasa kebencian.

"Seharusnya sebagai seorang DPD sebagai seorang pejabat seharusnya memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat dan jangan memprovokasi, ini yang paling utama kita laporkan adalah beliau," kata Ismar.

Sementara itu, ormas di Bali yang dilaporkan ke polisi di antaranya, Laskar Bali, Garda Nasional Patrio Indonesia (Ganaspati), Patriot Garda Nusantara, dan Perguruan Silat Sandimurti.

"Total ada 10 tapi baru ada lima yang akan kita laporkan hari ini. Yang paling utama  Arya Wedakarna, Ketut Ismaya, Jamiya Mulyandari, Hus Yadi, Micko Jatmika, sama Arif itu yang paling utama yang sudah kita dapatkan bukti-bukti awal.” (Viva)

Baca Juga : Fahri Hamzah: Bangsa Ini Butuh Ustadz Abdul Somad

Selengkapnya
Arya Wedakarna Bantah Terlibat Persekusi Ustaz Abdul Somad

Arya Wedakarna Bantah Terlibat Persekusi Ustaz Abdul Somad


Arya Wedakarna Bantah Terlibat Persekusi Ustaz Abdul Somad

KOKOPNEWS.ID - Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Daerah Pemilihan Bali Arya Wedakarna dilaporkan ke Badan Kehormatan DPD atas tuduhan persekusi terhadap Ustaz Abdul Somad. Arya dilaporkan politikus Partai Kebangkitan Bangsa Lukman Edy. Arya sendiri menghargai pelaporan itu.

"Yang pasti saya anggota DPD mewakili masyarakat Bali, saya siap untuk menghadapi sidang BK," kata Arya lewat sambungan telepon, Selasa 12 Desember 2017.

Baca Juga : Fahri Hamzah: Bangsa Ini Butuh Ustadz Abdul Somad

Arya mengatakan dalam sidang BK nanti akan berproses untuk menyampaikan bukti-bukti. Sementara, dia meyakini dirinya tidak terlibat dalam kasus persekusi tersebut. "Tidak ada statement saya menolak secara pribadi. Kedua, saya tidak ada di lokasi," ujar Arya.

Menurut Arya, ormas-ormas yang terkait dengan persekusi itu tidak ada hubungannya dengan dia, sehingga dia merasa percaya diri hadapi sidang BK. Arya bahkan mengaku bisa melaporkan balik Lukman. "Karena sudah melakukan pencemaran nama baik ya," kata Arya.

Sebelumnya, Lukman menduga ada keterlibatan Arya dalam aksi pengadangan dan pengusiran Ustaz Abdul Somad di Bali. Menurut Lukman, persoalan persekusi terhadap ustaz itu menarik perhatian publik, dan telah menjadi masalah nasional. Edy meminta BK DPD memproses laporannya dan bisa menindak tegas Arya. "Saya minta diberhentikan si Arya Wedakarna," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB tersebut. [Viva]

Baca Juga : Pengamat: Negara Diam Saat Ustadz Abdul Somad Dipersekusi, Bakal Makin Banyak Ulama Didzalimi

Selengkapnya
Kubu Romi Akhirnya Kuasai Kantor DPP PPP

Kubu Romi Akhirnya Kuasai Kantor DPP PPP


Kubu Romi Akhirnya Kuasai Kantor DPP PPP

KOKOPNEWS.ID - Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Pondok Gede, dengan ketua umum Romahurmuziy, akhirnya mengambil alih kantor dewan pimpinan pusat PPP di Jalan Diponegoro 60, Jakarta Pusat.

Walau sebelumnya terjadi sengketa, tapi pengambilalihan aset milik partai berlambang Kakbah itu dilakukan tanpa keributan. Sebelumnya kantor ini dikuasai kubu Djan Faridz.

"Ini kantor kami, kantor DPP PPP sejak dahulu. Setelah Bapak Djan Faridz tidak menempati tempat ini dan kantor dibiarkan terbengkalai," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Achmad Baidowi di DPP PPP.

Anggota Komisi II DPR RI ini menuturkan, pengambilalihan kantor dilakukan secara persuasif, sehingga tidak terjadi benturan antardua kubu di PPP.

"Kami masuk ke sini dengan spirit fatwa Mekah, ketika Nabi Muhammad masuk ke Mekah tanpa perlawanan dan kedepankan persuasif,” tuturnya.

“Kira-kira kami sama. Kami masuk ke kantor DPP tidak ada keributan. Kantor ini sudah tidak ada yang tempati," ujarnya.

Usai diambil alih, PPP langsung mendata aset partai yang ada di kantor itu. Karena, di dalam kantor tak hanya diisi barang milik PPP. Tapi, juga ada barang milik Djan Faridz yang masih tersisa. 

"Kami akan menyurati saudara Djan Faridz untuk mengambil barangnya secara kekeluargaan tanpa paksaan," katanya.

Dengan pengambilalihan aset ini, DPP PPP kubu Romi mengajak untuk menyudahi sengketa selama ini antarkedua kubu. "Kami juga mengimbau gerbong sebelah untuk bergabung membesarkan partai karena kami keluarga besar," ujar Baidowi.

Dari pantauan VIVA di lokasi, kantor DPP PPP dijaga ketat kader PPP. Kawat berduri dipasang di sekitar pagar. [Viva]

Selengkapnya
Cara Kejam BNN Paksa Bandar Telan Narkoba sampai Mati

Cara Kejam BNN Paksa Bandar Telan Narkoba sampai Mati


Cara Kejam BNN Paksa Bandar Telan Narkoba sampai Mati

KOKOPNEWS.ID - Kepala Badan Nasional Narkotika Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan sudah memiliki cara yang kejam untuk membuat bandar narkoba kapok dan tak mau mengedarkan barang haram itu lagi di Indonesia.

Budi alias Buwas mengatakan, dia sudah menginstruksikan seluruh anggota BNN untuk tak lagi memakai peluru karet dan hampa untuk menghentikan aksi bandar narkoba. Tapi, anggota BNN harus menggunakan peluru tajam untuk menembak bandar.

"Saya sudah perintahkan anggota BNN untuk tidak menggunakan peluru karet dan hampa, tetapi peluru tajam dalam pemberantasan narkoba, saya tidak takut disebut pelanggar HAM," kata Buwas saat memberikan kuliah umum di Universitas Bung Hatta, Padang, Senin 11 Desember 2017.

Buwas menuturkan, tak hanya itu saja cara kejam yang dimiliki BNN. Karena ada cara yang lebih kejam lagi, yaitu BNN akan mencekoki bandar narkoba yang tertangkap dengan barang bukti sampai bandar itu mati.

"Presiden sebut Buwas gila, karena orang gila tidak tersentuh hukum, karena Pengedar itu orang gila, karena mereka tidak peduli, mau orang sakit atau mati. Menghadapi orang gila harus lebih gila. Di jajaran saya BNN, saya pertanggungjawabkan itu, kalau ditemukan bandar membawa 100 pil ekstasi, 10 masukkan ke mulutnya kemudian suruh telan, laporannya gampang bilang overdosis. Kenapa seperti itu, karena dia telah banyak membunuh manusia," kata Buwas.

Menurut Buwas, jumlah pengguna narkoba di Indonesia yang terdata dari hasil penelitian Universitas Indonesia pada tahun 2016, tercatat sebanyak 6,4 juta orang. Sampel penelitian diambil dari 17 provinsi.

"Saya coba tanya ke peneliti apakah datanya sudah akurat, peneliti itu menjawab belum akurat, kenyataannya bisa jadi sepuluh kali lipat.Jenis narkotika baru 800 jenis, ada 68 di Indonesia. Tidak ada negara lain yang sehebat Indonesia dalam penyalahgunaan narkoba,"kata Buwas.

Jaringan narkotika yang masuk ke Indonesia lanjut Buwas, dia ntaranya merupakan jaringan China, Malaysia, Afrika Barat, Timur Tengah, dan untuk produksi dari Indonesia sendiri.

Untuk memberantas peredaran narkotika ini, Buwas menambahkan tidak ada manfaatnya kerjasama dengan negara lain, itu bual. Kalau mau berhasil cegah dari dalam negeri sendiri.

Keberhasilan BNN dalam pemberantasan baru sebatas 10 persen. Untuk itu penanganan narkoba perlu kerja sama yang menyeluruh. BNN mencatat, untuk narkotika jenis sabu dari China di tahun 2016 ada 250 ton yang masuk ke Indonesia, sementara prekusor atau bahan sabu masuk ke Indonesia 1097, 6 ton di pasar gelap.

11 negara di kuasai oleh 72 jaringan, ada 2 tempat transit sebelum masuk ke Indonesia yaitu Malaysia dan Singapura, dan tidak ada jalan keluar setelah masuk ke Indonesia, semua dihabiskan di Indonesia. [Viva]

Selengkapnya
Surat Pemecatan Fahri Dinilai Sia-sia

Surat Pemecatan Fahri Dinilai Sia-sia

Surat Pemecatan Fahri Dinilai Sia-sia


KOKOPNEWS.ID - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta PKS tunduk atas putusan pengadilan, yang memenangkan gugatan dirinya kepada sejumlah elite partai tersebut. Untuk itu, kata Fahri, surat Fraksi PKS yang meminta dirinya mundur dari jabatan pimpinan DPR tidak bisa diproses dan sia-sia saja.

Pernyataan Fahri ini menanggapi dorongan dari Fraksi PKS yang mengusulkan agar dirinya dicopot dari kursi wakil ketua DPR. Usulan itu disampaikan pada rapat Badan Musyawarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12/2017) kemarin.

"Jadi semua surat sekarang itu harus tunduk kepada keputusan yang sudah ada di pengadilan negeri, adapun di pengadilan tingginya kita akan menunggu karena PKS melakukan banding," kata Fahri saat dihubungi, Selasa (12/12/2017).

Menurut Fahri, surat dari fraksi PKS itu sama dengan surat yang sebelumnya yang meminta dirinya dicopot dari pimpinan DPR. Menurutnya, permintaan itu tidak bisa dilakukan, pasalnya sudah ada putusan pengadilan.

"Bahwa semua surat itu tunduk kepada perintah pengadilan yang telah memenangkan saya, dan meminta kepada semua pihak untuk mengembalikan posisi saya baik sebagai anggota PKS, anggota DPR, dan juga pimpinan DPR," katanya.

Untuk itu, kata dia, surat dari Fraksi PKS itu tidak ada artinya apa-apa.

"Saya kira itu untuk jawaban semuanya, jadi surat itu tidak arti apa-apa," tandasnya.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan yang dimohonkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Dalam putusan provisinya, hakim membatalkan pemecatan Fahri oleh Presiden PKS Sohibul Iman. 

"Menghentikan segala bentuk putusan terhadap Fahri sebelum ada keputusan hukum tetap," kata hakim Made Sutrisna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).

Made mengatakan, upaya mediasi yang sempat dilakukan Fahri dengan DPP PKS tidak berhasil. Sebab, pimpinan DPP PKS tidak hadir dalam upaya mediasi tersebut. Menurutnya, status Fahri untuk sementara waktu tetap sebagai kader PKS dan Wakil Ketua DPR hingga ada putusan tetap.

Menurut Made, putusan provisi hari ini hanya bersifat sementara. Ia pun memberi kesempatan kepada pihak tergugat apabila ingin mengajukan permohonan banding dari putusan yang diketok.

DPP PKS pun mengajukan banding atas putusan PN Jakarta Selatan.(Teropongsenayan)

Selengkapnya
Soal Yerusalem, Kiai Ma'ruf akan Turun Demo Kedubes AS

Soal Yerusalem, Kiai Ma'ruf akan Turun Demo Kedubes AS


Soal Yerusalem, Kiai Ma'ruf akan Turun Demo Kedubes AS

KOKOPNEWS.ID - Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Zaitun Rasmin mengatakan, MUI Pusat akan memimpin unjuk rasa bersama kaum Muslimin untuk membela Palestina di depan Kedubes Amerika Serikat (AS), Jakarta Pusat pada Ahad (17/12) mendatang. Dalam aksi ini, Ketua Umum MUI Prof Ma'ruf Amin akan turun langsung bersama umat Islam untuk berunjuk rasa.

"MUI merasa umat harus benar-benar bersatu untuk pembelaan terhadap Palestina. KH Ma'ruf Amin bersedia turun langsung dalam unjuk rasa tersebut," ujar Ustaz Zaitun saat konferensi pers di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (12/12).

Baca Juga : Tentara Malaysia Siap Dikirim ke Palestina

Dia mengatakan, sebagai negara yang menolak segala bentuk penjajahan, Indonesia harus berperan aktif dalam menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Karena itu, telah diputuskan bahwa MUI kan melakukan unjuk rasa bersama kaum Muslimin. "Bahkan, bersama bangsa untuk membela Palestina. Karena ini sudah bukan masalah agama, tetapi lebih kepada masalah kemanusiaan, masalah keadilan," ucapnya.

Di tempat yang sama, Ustaz mualaf Felix Siauw mengungkapkan, bahwa aksi terbesar membela Palestina tersebut merupakan ajang bagi umat Islam di seluruh dunia untuk bisa bersatu. "Ini adalah ajakan kaum muslimin di seluruh dunia untuk bersatu. Oleh karena itu muslim di indonesia harus mengirimkan pesan persatuan kepada seluruh dunia kita sama-sama membela baithul maqdis," kata Felix. [Republika]

Baca Juga : Progres 98: Tak Berani Usir Dubes AS, Jokowi Tidak Punya Nyali

Selengkapnya
3 Remaja Diduga Lecehkan Praktik Salat, MUI Langsung Bergerak

3 Remaja Diduga Lecehkan Praktik Salat, MUI Langsung Bergerak


3 Remaja Diduga Lecehkan Praktik Salat, MUI Langsung Bergerak

KOKOPNEWS.ID - Warga Sukabui digegerkan dengan dugaan pelecehan agama yang dilakukan tiga orang remaja asal Kampung Darmaga, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi.

Laporan dugaan pelecehan agama tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa foto potongan gambar yang diambil dari akun media sosial atas nama Pebi Ikbal Fauji.

Seperti dilansir Radar Sukabumi (Jawa Pos Group), dalam foto tersebut menggambarkan tiga orang yakni dua laki-laki dan satu orang perempuan sedang melakukan ibadah salat beralaskan kain.

Baca Juga : Akun Ini Hina Lecehkan Nabi Muhammad dan Islam, Postingannya Laknat!

Namun, dua orang diantaranya menggunakan celana pendek atau tidak menutup aurat. Padahal, menutup aurat menjadi syarat sah salat dalam Islam.

Menyikapi permasalahan ini, Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi Ujang Hamdun mengatakan, perbuatan yang dilakukan setidaknya sudah masuk perbuatan tercela, berlebihan, dan termasuk kufur.

Untuk itu, pihaknya memerintahkan tiga anggota komisi sekaligus guna menindak lanjuti dan mengetahui duduk persoalan kasus tersebut.

“Kita sudah turunkan Komisi Fatwa, Komisi Hukum dan Komisi Amar Ma’ruf Nahi Munkar ke lokasi,” ujar Uha sapaan karib Ujang Hamdun, Senin (11/12).

Ia menjelaskan, pihaknya ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Apakah dalam kasus ini murni disengaja dan dengan sadar dilakukan, atau ada unsur lain yang mana akan memperkeruh keadaan dengan memerintahkan ketiganya melakukan tindakan tercela.

“Kita belum tahu, masih menunggu yang di lapangan,” tambahnya.

Saat ini, sambung Uha, tiga orang terduga penistaan agama sudah diamankan pihak kepolisian setempat, dikhawatirkan adanya gelombang massa yang akan melakukan penghakiman kepada ketiga terduga.

“Sudah diamankan oleh MUI Kecamatan Nagrak, soalnya warga sudah banyak yang geram,” imbuhnya. [Jawapos]

Selengkapnya